Kabinet Israel Tanpa Keputusan Soal Shalid

Selasa, 22/12/2009 10:50 WIB | Arsip | Cetak

Di luar kantor perdana menteri para pemrotes berunjuk rasa meminta agar pemerintah menyetujui pertukaran tawanan dengan Hamas untuk membebaskan Kopral Gilad Shalid. Shalid diculik di daerah Jalur Gaza, dan sudah lebih dari tiga tahun, berada dalam tangan Hamas.

Rapat kabinet yang dihadiri para pejabat penting Israel, yang mewakili partai-partai di Israel, berakhir tanpa menghasilkan kesepakatan. Rapat kabinet yang berlangsung sejak Senin pagi, yang dihadiri  tujuh pemimpin utama Israel, yang duduk di dalam kabinet, berakhir tanpa menghasilkan keputusan apapun mengenai nasib Kopral Gilad Shalid. Karena tujuh tokoh yang duduk dalam kabinet itu, tidak memiliki kesapahaman. Sehingga, pertemuan kabinet itu menemui jalan buntu.

Upaya-upaya membebaskan Shalid menjadi buram kembali. Berbagai pertemuan dan diskusi dikalangan para pemimpin Israel telah berlangsung,  tetapi selalu berakhir dengan jalan buntu. Karena tidak ada kesepakatan diantara para pemimpin Israel. Menhan Ehud Barack menyetujui pertukaran tawanan. Sementara, partai-partai  sayap kanan yang ultra ortodok, seperti Likud dan Yisraeli Beteinue, yang dipimpin Menlu Avigdor LIeberman menolak pertukaran tawanan.

Rapat yang berlangsung 48 jam itu, tak dapat menghasilkan keputusan yang akan menentukan nasib Kopral Gilad Shalid. Meskipun, diantara rapat Kabinet yang cukup panjang itu, merekomendasikan untuk membentuk tim yang akan melakukan perundingan untuk membebaskan Kopral Gilad Shalid.

Padahal, sebelumnya Benyamin Netanyahu sudah melakukan pertemuan dengan orang tua Shalid, yang datang di kantor Netanyahu, yaitu Noam Shalid dan Avivah. Bayangan akan ada keputusan dan Shalid akan dibebaskan, tetapi kenyataannya kabinet Israel gagal mengambil keputusan.

Selain, Avigdor Lieberman, Kepala Mossad dan Shinbet (Dinas Intelijen Dalam Negeri) juga menolak pertukaran tawanan. Tetapi,  Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Israel, Jendral Gabi Ashkanezi mendukung gagasan pertukaran tawanan dalam rangka membebaskan Kopral Shalid. (m/jp)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Palestina

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang