Ketika Anak Kecil Yahudi Diajarkan Membunuh
Selama ini, media massa internasional mengatakan bahwa anak-anak kecil Palestina sudah dilatih “kekerasan” sejak dini.
Pernyataan itu didukung oleh foto-foto yang menggambarkan anak-anak kecil Palestina tengah menenteng senjata.
Anak-anak Palestinaitu disebut sebagai calon teroris dan sebagainya yang menggambarkan kekejaman umat Islam.
Kenyataan yang sebenarnya, anak-anak Palestina memang dikondisikan untuk bisa mempertahankan diri dari serangan Zionis Israel yang dengan sekonyong-konyong bisa datang kapan saja dan melakukan pembunuhan. Seperti yang terjadi pada peristiwa Gaza, Januari silam. Lagipula, senjata yang dipergunakan oleh anak-anak Palestina lebih banyak menggunakan batu atau ketapel.
Nah, bagaimana dengan anak-anak Yahudi sendiri? Media massa terus-terang tak banyak yang meliput aktivitas anak-anak kecil Yahudi. Bahkan sejak dari kecil, anak-anak Yahudi ternyata sudah diajari untuk menembak. Mereka mempunyai jam khusus untuk pelatihan yang rutin diadakan.
Di sekolahpun, dalam beberapa mata pelajaran, anak-anak Yahudi sudah dibiasakan untuk menganggap orang Palestina sebagai musuhnya. Misalnya saja, dalam pelajaran Matematika, anak-anak kecil Yahudi kerap diajarkan, “Jika ada anak Palestina berjumlah 10 orang, kamu tembak mati satu orang, berapa sisanya?”
Nah, sekarang, bagaimana kata dunia? (sa/poj)
Lainnya (Arsip)
- Israel Segera Hancurkan 300.000 Rumah Rakyat Palestina
Kamis, 18/06/2009 07:34 WIB - Tiga Kasus Flu Babi Ditemukan di Tepi Barat Palestina
Rabu, 17/06/2009 16:37 WIB - Pejabat di Tepi Barat Janjikan Warga Gaza Dapat Naik Haji dan Umroh
Rabu, 17/06/2009 10:29 WIB - Taliban : Kami Tidak Pernah Membahayakan Warga Sipil Seperti yang Dilakukan AS
Rabu, 17/06/2009 05:53 WIB - Jimmy Carter Kunjungi Jalur Gaza, Bertemu Hamas
Rabu, 17/06/2009 05:28 WIB
Berita Palestina
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




