Khaled Misyal: "Hamas Tak Akan Pernah Menerima Konsep Dua Negara!"
Israel tampaknya mati-matian dalam mempropagandakan konsep dua negara antara Palestina dan Israel. Tidak kurang tokoh-tokoh seperti Hillary Clinton, Paus Benecdictus sudah didatangkan ke kawasan itu. Dan rencananya Barack Obama akan pula segera menyambangi untuk memperkuat isyu dua negara.
Pihak paling berkepentingan atas tanah Palestina, rakyat Palestina dan Hamas, pun tak pula surut menolak.
Akhir pekan lalu, Khaled Misyal, pemimpin Hamas kembali mengeluarkan penolakan atas gagasan tersebut. "Hamas menolak konsep dua negara!" ujarnya tegas akhir pekan lalu. Penolakan Hamas ini terjadi untuk kesekian kalinya. Setiap kali seorang tokoh datang dan membicarakan Palestina, maka Khaled Misyal pun setiap kali itu pula selalu bersuara menyatakan penolakan Hamas atas konsep dua negara.
Misyal pun mengatakan bahwa sikap Fatah yang cenderung menyetujui konsep itu dengan dalih untuk mencapai perdamaian, Misyal berkomentar bahwa hal itu hanya sebagai bentuk gencatan senjata yang terjadi dalam jangka yang cukup lama. Beberapa orang analis mengatakan bahwa konsep dua negara hanya sebagai usaha Israel sebagai pembentukan Israel yang utuh.
AS dan Uni Eropa jelas sangat menyetujui ide konsep dua negara ini, bahkan berada di belakangnya. Sedangkan Fatah yang saat ini tengah merancam konsep pemerintah Palestina mengatakan bahwa Salam Fayyad yang didaulat sebagai perdana menteri sepihak oleh kubu Mahmoud Abbas akan membentuk pemerintah tanpa melibatkan Hamas.
Khaled Misyal berkata, "Perbincangan damai yang dilakukan oleh Abbas hanya akan semakin melemahkan legitimasi Palestina." (sa/imr)
Lainnya (Arsip)
- Proyek Rahasia Israel Hancurkan Al-Quds Terbongkar
Senin, 11/05/2009 11:21 WIB - Mendagri Hamas Yang Baru Keluarkan Perintah Pertamanya
Senin, 11/05/2009 10:44 WIB - Militer Israel Tahan Perempuan Palestina Karena Membawa Pisau
Senin, 11/05/2009 10:16 WIB - Otoritas Palestina Siksa Anggota Jihad Islam
Minggu, 10/05/2009 10:27 WIB - Hamas Membantah Gencatan Senjata dengan Israel
Jumat, 08/05/2009 16:13 WIB
Berita Palestina
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




