Media Hamas: Gilad Shalit Ikut "Berpuasa" Selama Bulan Suci Ramadhan
Situs Ar-Risalah yang berafiliasi dengan gerakan Hamas, Rabu kemarin (3/8) melaporkan bahwa prajurit Israel yang ditangkap Gilad Shalit telah memutuskan untuk berpuasa selama bulan suci Ramadhan.
Laporan itu muncul ketika pembicaraan terhenti antara Hamas dan Israel terkait atas pertukaran ratusan tahanan untuk Shalit, yang ditangkap dalam serangan tahun 2006.
Laporan tersebut tampaknya dimaksudkan untuk meningkatkan tekanan pada pemerintah Israel, di mana perdana menteri Israel telah menghadapi kecaman atas kegagalannya untuk memprioritaskan kesepakatan dengan Hamas.
"Sebuah peribahasa populer mengatakan bahwa jika seseorang tinggal di komunitas untuk lebih dari 40 hari, ia menjadi salah satu dari mereka. Hal ini tampaknya telah menjadi kenyataan di Jalur Gaza," kata laporan situs Ar-Risalah.
Setelah bertahun-tahun di Gaza, Shalit telah "malu untuk meminta makanan selama bulan Ramadhan meskipun faktanya bahwa para penculiknya tidak menyangkal bahwa laporan itu benar," tulis Ar-Risalah.
Shalit berpikir bahwa pemerintah Israel telah "kehilangan minat," terhadap dirinya, dan dia meninggalkan tradisi Yahudi untuk meniru umat Muslim setelah mendapat 'pelayan' yang baik yang ia terima dari para penculiknya, bahkan ketika mereka sedang berpuasa.
Pemerintah Israel, tambah Ar-Risalah, terlalu sibuk dengan demonstrasi dan aksi protes di Tel Aviv, sehingga Shalit tidak bisa mendengar laporan terbaru dari stasiun TV Israel Channel 1 tentang dirinya.
Laporan tersebut mengklaim Shalit melihat aksi protes terhadap masalah perumahan menjadi terlalu besar, dan ini membuat dia depresi dan kecewa. Ia kehilangan harapan untuk kesepakatan pertukaran tawanan yang bisa menjamin kebebasannya."
Sepertinya dia ingin mengatakan, "Shalit ingin menggulingkan rezim," ujar laporan tersebut,
Shalit ditangkap oleh Hamas dan faksi-faksi pejuang Palestina lainnya pada 25 Juni 2006 dalamsebuah serangan lintas-perbatasan di dekat penyeberangan Kerem Shalom di sebelah timur Rafah di selatan Jalur Gaza.(fq/mna)
Lainnya (Arsip)
- Meski Dalam Kondisi Susah, Rakyat Gaza Juga Membantu Krisis di Somalia
Kamis, 04/08/2011 07:37 WIB - Tahanan Palestina di Penjara Negev harus Hidup Bersama Ular dan Kucing Liar
Kamis, 04/08/2011 07:29 WIB - "Miles of Smiles" Akan Kirimkan 3 Konvoi Bantuan Lagi ke Gaza
Rabu, 03/08/2011 07:39 WIB - Pemuda Palestina Halau Pemukim Yahudi yang Akan Menyerbu Masjid Al-Aqsha
Rabu, 03/08/2011 07:21 WIB - UNRWA: Israel Tingkatkan Penghancuran Rumah Warga Palestina di Tepi Barat
Rabu, 03/08/2011 06:57 WIB
Berita Palestina
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
Satrio Selamat dari Jantung Bocor
Dari semenjak lahir Satrio, 21 bulan, sudah menderita jantung bocor. Tubuhnya semakin membiru, bapaknya terkendala administrasi untuk mengurus Jamkesmas. Melalui bantuan LKC Dompet Dhuafa dan PT PPA…



