Mengapa Masih Berharap Pada Obama, Abbas?

Rabu, 25/11/2009 15:22 WIB | Arsip | Cetak

Presiden Palestina Mahmoud Abbas buka suara soal peran Presiden AS Barack Obama dalam proses perdamaian Israel-Palestina. Dalam kunjungannya ke ibukota Argentina, Buenos Aires, Abbas mengatakan bahwa Obama "tidak melakukan apa-apa" untuk memulai kembali proses perdamaian itu.

"Saya berharap dia (Obama) memainkan peran yang lebih besar di masa datang. AS bisa melakukan dua hal, menekan Israel soal pemukiman Yahudi dan menekan Israel agar bersedia mundur ke perbatasan tahun 1967," kata Abbas seperti dikutip harian Argentina, Clarin.

"Rakyat Palestina menunggu AS untuk menekan Israel supaya rejim Zionis itu menghormati hukum internasional dan mematuhi kesepakatan Peta Jalan Damai," sambung Abbas.

Di Buenos Aires, Abbas bertemu dengan Presiden Argentina Cristina Kirchner. Pada kesempatan itu, Kirchner juga mengatakan bahwa AS harus "melakukan sesuatu" yang lebih tegas untuk membuka kembali dialog Israel-Palestina. "Kita tidak bisa mengabaikan peran AS, untuk membawa Israel kembali ke meja perundingan," kata Kirchner.

AS, dibawah kepemimpinan Obama, masih sebatas melontarkan pernyataan retoris terhadap pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh rejim Zionis Israel. Obama hanya bisa menyerukan agar Israel menghentikan proyek pemukimannya, tanpa berani menjatuhkan sanksi tegas terhadap sekutunya yang jelas-jelas melanggar hukum internasional.

Di sisi lain, Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga masih bersikap toleran terhadap Israel yang berulangkali mencederai kesepakatan-kesepakatan dengan otoritas Palestina. Abbas masih meyakini jalan diplomasi untuk menyelesaikan konflik dengan Israel dan tak berani melakukan opsi perlawanan.

Meski Israel menunjukkan pembangkangannya dalam persoalan pemukiman dan makin agresif merampas tanah dan rumah-rumah milik warga Palestina, Abbas mengatakan bahwa rakyat Palestina tidak akan memilih cara perlawanan fisik seperti gerakan intifada yang pernah dilakukan pada tahun 1987 dan tahun 2000.

"Rakyat Palestina tidak berpikir untuk melakukan perlawanan intifada baru, tapi memikirkan negosiasi untuk mewujudkan perdamaian," kata Abbas yakin. (ln/iol/mol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Palestina

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang