Menlu Israel Bakal Usir Warga Arab Palestina

Jumat, 12/12/2008 15:52 WIB | Arsip | Cetak

Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni melarang warga Arab Palestina tinggal di Israel jika terbentuk negara Palestina merdeka. Ia mengatakan, orang-orang Arab Palestina harus meninggalkan wilayah Israel begitu negara Palestina terbentuk.

"Solusi saya untuk tetap mempertahankan negara Yahudi dan negara demokrasi Israel adalah solusi dua negara (Israel dan Palestina) dengan konsensi-konsensi yang jelas dan tegas," kata Livni saat berbicara di depan siswa-siswi sekolah menengah di Tel Aviv.

Livni melanjutkan, "Selain itu, saya akan melakukan pendekatan dengan orang-orang Palestina di Israel, yaitu mereka yang kita sebuat sebagai orang Arab Israel. Saya akan katakan pada mereka 'solusi bagi status kewarganegaraan Anda ada di tempat lain'."

Mengomentari pernyataan Livni, anggota kabinet Israel dari warga Arab, Ghaleb Majadeleh mengatakan bahwa akar dari warga Arab Israel sudah tertanam jauh sebelum negara Israel berdiri di atas tanah yang diklaim Israel sebagai wilayahnya.

"Mereka (Arab) adalah penduduk negara ini dimana hak, kewarganegaraan dan status kependudukan mereka tidak perlu dinegosiasikan lagi," tukas Majadeleh.

Anggota Parlemen Israel dari kalangan Arab, Ahmed Tibi mendesak Livni untuk menjelaskan pernyataannya tentang warga Arab. Menurutnya, pernyataan-pernyataan Livni sama dengan pernyataan Bibi, sebutan untuk Benjamin Netanyahu, pimpinan partai oposisi Israel yang sangat anti-Arab dan anti-Palestina.

"Dia (Livni) harus memutuskan apakah ia akan membiarkan jutaan orang Arab tanpa identitas kebangsaan dan tanpa hak politik atau ia bermaksud memindahkan jutaan orang Arab ke negara baru yang akan dibentuk," tukas Tibi.

Para pejabat Israel, termasuk Livni mungkin sudah menderita amnesia berat bahwa negara Israel yang mereka klaim sebagai negara bangsa Yahudi, berdiri di atas tanah air orang-orang Arab Palestina. Atau Livni pura-pura lupa, kalau orang-orang Yahudi Zionis telah merampas rumah, harta dan tanah milik orang-orang Arab Palestina untuk membangun negara ilegal Israel. (ln/ArN)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Palestina

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang