Mujahidin Anshar Al-Sunnah Berhasil Tembakkan Rudal ke Israel

Jumat, 19/03/2010 08:26 WIB | Arsip | Cetak

Seorang pekerja asing tewas ketika sebuah roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza menghantam wilayah kibbutz di Israel selatan pada hari Kamis kemarin (18/3), seperti dikatakan oleh militer tentara Israel, sementara itu kepala urusan luar negeri Uni Eropa pada saat yang bersamaan sedang berkunjung ke daerah kantong yang dikuasai Hamas.

Sebuah kelompok mujahidin Gaza yang menamakan diri mereka Anshar al-Sunnah mengaku bertanggungjawab atas serangan tersebut, yang diluncurkan sehari sebelum kuartet internasional dari mediator perdamaian Timur Tengah akan bertemu di Moskow untuk membahas cara-cara untuk menghidupkan kembali pembicaraan damai antara Israel-Palestina.

Roket yang ditembakkan oleh mujahidin dari kelompok Anshar Al-Sunnah tersebut mendarat di Netiv Ha'assera Kibbutz, beberapa kilometer dari perbatasan Gaza, dan berhasil menewaskan seorang pekerja asing yang ada di wilayah itu, kata seorang jurubicara militer Israel.

Mujahidin Anshar al-Sunnah, sebuah nama yang juga digunakan oleh link gerakan Al-Qaidah di Irak dan mirip dengan nama yang digunakan di Jalur Gaza, nama gerakan ini dinisbatkan kepada gerakan salafy jihadi, yang merupakan salah satu faksi pejuang Palestina.

Sekjen PBB Ban Ki-moon, yang sedang dalam sebuah kunjungannya ke Moskow, mengutuk serangan roket tersebut yang berasal dari Jalur Gaza, seperti dikatakan juru bicaranya.

"Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon mengutuk serangan roket hari ini yang berasal dari Gaza, yang menewaskan seorang warga sipil di Israel," kata juru bicara sekjen PBB Nesirky Martin mengatakan dalam sebuah pernyataan dari ibukota Rusia di mana Ban Ki-Moon dijadwalkan menghadiri pertemuan Kuartet Timur Tengah pada hari Jumat ini.

"Semua tindakan seperti itu adalah tindakan teror dan kekerasan terhadap warga sipil yang sama sekali tidak dapat diterima dan bertentangan dengan hukum internasional," tambah pernyataan tersebut.

Namun Ban Ki-Moon sepertinya menutup mata, jumlah umat Islam yang dibantai oleh Israel ribuan orang, tapi sampai saat ini PBB tidak pernah menstempel Israel sebagai teroris.(fq/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Palestina

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang