Otoritas Palestina Serukan "Boikot" Operator Selular Israel

Otoritas Palestina menghimbau rakyat Palestina untuk tidak menggunakan operator telepon selular perusahaan telekomunikasi Israel, antara lain, Pelephone, Orange, Cellcom dan Mirs.
Menteri Komunikasi Otoritas Palestina, Mashhour Abu Daqqa dalam keterang pers di Ramallah, Rabu (28/4) mengatakan, himbauan itu bukan dalam rangka boikot produk Israel tapi sebagai upaya pemerintah untuk mengatur bisnis telekomunikasi di pasar Palestina.
Menurut Abu Daqqa, selama ini perusahaan-perusahaan Israel yang beroperasi di wilayah Palestina tidak memiliki izin dan tidak membayar pajak perusahaannya pada pemerintahan Otoritas Palestina. Tindakan itu melanggar hukum Palestina dan Pernjanjian Oslo (perjanjian damai antara Palestina-Israel pada masa pimpinan PLO, Yaser Arafat.
Abu Daqqa mengatakan, menurut estimasi World Bank, setiap perusahaan Israel harus membayar 10 juta USD pada Otoritas Palestina per tahun, untuk perizinan. Dan perusahaan Israel harus membayar pajak keuntungan perusahaannya pada Otoritas Palestina, yang jumlahnya mencapai 100 juta USD per tahun.
Perusahaan-perusahaan telekomunikasi Israel yang beroperasi di wilayah Palestina, tidak pernah membayar kewajibannya itu. Perusahan-perusahaan itu malah bekerjasama dengan pihak militer dan lembaga Administrasi Sipil Israel, melarang perusahaan-perusahaan Palestina memasang antena-antena telekomunikasi di wilayah yang berada di bawah pendudukan Israel. Akibatnya, warga Palestina yang menggunakan layanan jaringan telepon selular Jawwl atau Watanniya, tidak bisa menggunakan teleponnya di wilayah yang dalam Perjanjian Oslo masuk dalam katagori Area C, yang terdiri dari mayoritas wilayah Tepi Barat dan wilayah di dalam serta di luar Yerusalem Timur.
Lebih lanjut Abu Daqqa mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan Israel menguasai 12 persen pasar telekomunikasi telepon selular di Palestina. Sementara perusahaan-perusahaan Palestina tidak boleh melakukan hal yang sama di pasar Israel. Abu Daqqa menyebutnya sebagai "penjajahan ekonomi" yang dilakukan Israel terhadap pasar-pasar Palestina.
Ditanya apakah Otoritas Palestina akan menjalin kerjasama dengan perusahaan operator telepon selular Israel atau menekan mereka untuk mengurus perizinan, sebagai solusi dari persoalan ini. Abu Daqqa mengatakan bahwa pihaknya menginginkan perusahaan-perusahaan Israel yang beroperasi di wilayah Palestina mengurus perizinannya. Tapi Menteri Infrastruktur Nasional Israel, Uzi Landau menilai tawaran Otoritas Palestina itu sebagai tindakan yang bertentangan dengan spirit perdamaian Israel-Palestina seperti yang tercantum dalam Perjanjian Oslo. (ln/hrzt)
Lainnya (Arsip)
- Berebut Apa, Abbas-Fayyad?
Kamis, 29/04/2010 07:11 WIB - Polisi Mesir Ledakan Terowongan Gaza, Empat Orang Tewas
Kamis, 29/04/2010 06:51 WIB - Bara Di Palestina
Rabu, 28/04/2010 15:29 WIB - Otoritas Israel Larang Renovasi Masjid Al-Aqsa
Rabu, 28/04/2010 10:17 WIB - Fayyad Untuk Barat, Dan Abbas Untuk Israel?
Rabu, 28/04/2010 08:47 WIB
Berita Palestina
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




