Para Rabbi Yahudi Menolak Evakuasi

Surat kabar Israel Ynet melaporkan bahwa Rabbi Dov Lior pimpinan dari kelompok Rabbi yahudi "Yudea dan Samaria" dan beberapa Rabbi lainnya berkumpul di lokasi pemukiman ilegal dan menyerukan kepada tentara Israel untuk tidak mematuhi perintah evakuasi terhadap mereka.
Para pemukim mengatakan bahwa evakuasi seperti itu adalah pengusiran terhadap orang Yahudi dan mereka bersumpah mereka akan kembali keseluruh lokasi pemukiman ilegal dan akan terus tumbuh meluas.
Rabbi-rabbi yang juga pemukim tersebut mengatakan bahwa mereka adalah pelopor dari negara Zionis Israel yang menerapkan ajaran Taurat dan mereka akan tetap berada di pemukiman tersebut.
Para rabbi itu berkumpul di pemukiman ilegal Mitzpe Asaf, membangun perumahan di tanah warga Palestina dan mereka mengatakan bahwa evakuasi keluar mereka hanya akan meningkatkan perselisihan secara nasional diantara kaum yahudi.
Anggota dari partai Knesset Yisrael Ariel, yang juga merupakan salah satu rabbi, bernazar bahwa para pemukim tidak akan pernah meninggalkan satu butir tanah pun yang dia sebut sebagai 'tanah bagi Israel'.
Ariel menambahkan bahwa Taurat Yahudi adalah hukum yang harus diikuti dan bangsa Yahudi adalah abadi di tanah ini sedangkan pemerintahan akan terus datang silih berganti, seperti laporan dari surat kabar Ynet .
Dia juga mengatakan kepada para tentara supaya menolak untuk melaksanakan perintah pengusiran terhadap mereka dan mereka harus menerima perintah dari tuhan, bukan malah menerima perintah dari orang-orang yang anti-semit untuk menjatuhkan mereka.
Ariel menambahkan bahwa orang-orang Yahudi harus menetap di tanah Israel, namun dia juga mengatakan para pemukim tidak boleh terlibat 'perang' dengan orang Yahudi lain dan diusahakan untuk berdialog dengan mereka.
Anggota Knesset - Ariel dan Yaakov Katz turut berkumpul diantara para rabbi dan melakukan pembicaraan terhadap para pemukim, dan mendorong mereka untuk menolak perintah pengevakuasian serta mereka juga mendesak kepada para tentara Israel untuk tidak melaksanakan perintah apapun berkaitan dengan evakuasi para pemukim.(fq/IMEMC)
Lainnya (Arsip)
- Obama, Lihatlah Sendiri Palestina !
Jumat, 29/05/2009 05:09 WIB - Hamas : Abbas Menyerahkan Tepi Barat Pada Israel
Kamis, 28/05/2009 10:30 WIB - Akademisi Inggris Dukung Kampanye 'BDS' Terhadap Israel
Rabu, 27/05/2009 17:50 WIB - Shalah: Netanyahu Akan Membangun Kenisah Yang Dijanjikan
Rabu, 27/05/2009 07:57 WIB - Bayi Gaza, Korban Blokade Keji Israel
Selasa, 26/05/2009 15:45 WIB
Berita Palestina
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




