Pasukan Zionis Tembak Anggota Jihad Islam, Gencatan Senjata Buntu

Tentara Israel di Tepi Barat membunuh seorang pejuang Palestina dari faksi Jihad Islam, Kamis (5/2). Jubir militer Israel menuding pejuang Palestina itu terlibat dalam aksi serangan terhadap pasukan Israel.
Menurut seorang aparat keamanan Palestina, pasukan Israel menembak Alaa Abul Rab, nama pejuang Jihad Islam itu di rumahnya di desa Qabatiya di dekat Kota Jenin, Tepi Barat.
Pasukan Israel di Tepi Barat, memang kerap melakukan penyerbuan dan penggeledahan ke rumah-rumah warga Palestina di Tepi Barat, yang dicurigai sebagai tempat persembunyian para pejuang Palestina. Pada hari Selasa kemarin, pasukan Zionis di Tepi Barat juga menangkap 12 orang warga Palestina di Kota Nablus, Bethlehem, Al-Khalil dan Jenin, tanpa alasan yang jelas.
Gencatan Senjata
Sementara itu, para pimpinan Hamas mengungkapkan keraguannya, kesepakatan gencatan senjata dengan Israel bisa tercapai pada hari ini, seperti yang dijadwalkan Mesir, negara yang menjadi mediator antara Israel dan Hamas.
Usai agresi brutal Israel ke Jalur Gaza, Mesir kembali memediasi kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Pembicaran antara Israel-Hamas dilakukan secara terpisah. Mesir mengupayakan agar Israel-Hamas menyepakati gencatan senjata jangka panjang di Gaza.
Hamas bersedia gencatan senjata jangka panjang dengan syarat Israel dan Mesir membuka semua perbatasan. Menurut seorang pejabat Hamas, Israel sudah menawarkan pembukaan kembali 70 persen perbatasan. Tapi Hamas meminta komitmen yang lebih tegas lagi dari Israel atas tawarannya itu.
Hamas juga setuju dengan penempatan perwakilan dari Eropa atau Turki di perbatasan-perbatasan agar bisa memberikan laporan yang independen tentang apa yang terjadi di perbatasan, namun Israel menolak ide tersebut.
Upaya kesepakatan gencatan senj
ata Israel-Hamas belum menemukan titik temu. Menlu Mesir Ahmed Abul Gheit hari Rabu kemarin mengatakan, upaya kesepakatan gencatan senjata kemungkinan masih akan berlangsung selama beberapa lagi.
"Jika kesepakatan itu tidak tercapai dalam beberapa hari mendatang, saya tegaskan bahwa Mesir akan tetap berusaha agar kesepakatan segera tercapai.
Tudingan UNRWA
Hamas memang sedang menghadapi ujian bertubi-tubi. UNRWA-badan bantuan pengungsi palestina PBB-menuding aparat polisi Hamas di Gaza menyita bantuan kemanusiaan dari gudang-gudang UNRWA.
Pemerintahan Hamas di Gaza membantah tudingan itu dan mendesak agar badan PBB itu minta maaf karena telah menyebarkan berita bohong. Dalam pernyataan resminya, kementerian dalam negeri di Gaza menyatakan bahwa tuduhan UNRWA tidak bisa diterima dan tak berdasar. Pernyataan itu juga menegaskan bahwa tugas UNRWA terbatas hanya memberikan bantuan pada pengungsi Palestina dan bukan pada institusi-institusi sipil.
Sumber-sumber di Gaza mengungkapkan, UNRWA telah memberikan bantuan yang seharusnya didistribusikan untuk rakyat Palestina ke institusi-institusi milik Fatah sehingga memicu reaksi dari aparat kepolisian di Gaza. (ln/prtv/aby/PIC)
Lainnya (Arsip)
- Shalat Jumat Pertama di Gaza
Rabu, 04/02/2009 17:31 WIB - Obama Izinkan CIA Lakukan Operasi Penculikan
Rabu, 04/02/2009 16:58 WIB - Israel Hancurkan Rumah-Rumah Warga Palestina di Yerusalem
Rabu, 04/02/2009 15:31 WIB - Adakah Mereka Keturunan Yahudi Di Indonesia?
Selasa, 03/02/2009 16:28 WIB - Roket Pejuang Gaza Bikin Syok Tiga Warga Israel
Selasa, 03/02/2009 15:48 WIB
Berita Palestina
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




