Pejuang Palestina Sepakat Untuk Sementara Hentikan Serangan Roket ke Israel

Senin, 23/11/2009 09:22 WIB | Arsip | Cetak

Sayap militer Hamas pada hari Ahad kemarin (22/11) mengumumkan bahwa kelompok-kelompok pejuang Palestina di jalur Gaza telah menyelesaikan kesepakatan untuk sementara berhenti menembakkan roket-roket mereka ke Israel, namun mereka juga mengatakan bahwa mereka akan tetap memberikan "tanggapan" terhadap serangan Israel yang kebetulan terjadi pada hari Ahad kemarin yang mencederai sedikitnya tujuh warga Palestina.

"Perjanjian antara Brigade Izzuddin Al-Qassam dan faksi-faksi lain untuk menghentikan serangan roket ke Israel bukanlah tanda kelemahan," kata kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan.

Perjanjian tersebut bertujuan "untuk bersama-sama menjaga internal terdepan dan kepentingan nasional tertinggi bagi rakyat Palestina."

Namun mereka juga memperingatkan, bahwa mereka akan tetap menanggapi setiap serangan Israel di wilayah Gaza.

"Brigade Al-Qassam tidak akan berdiri santai dalam kasus eskalasi serangan Zionis terhadap Gaza dan akan membela diri dengan segala kekuatan kami."

Pernyataan itu dikeluarkan sehari setelah sebuah roket ditembakkan ke Israel dari Gaza, mendarat tanpa menyebabkan cedera atau kerusakan, dan beberapa jam setelah serangan itu tentara Israel membalas dengan tiga serangan udara yang melukai delapan orang Palestina.

Seorang jurubicara militer Israel mengatakan salah satu serangan mereka telah menargetkan sebuah pabrik di Gaza pusat yang digunakan untuk membuat senjata. Sedangkan warga Palestina mengatakan bahwa target serangan Israel adalah sebuah pabrik pengecoran logam.

Pekerja medis Palestina dan para saksi mengatakan sasaran lainnya termasuk sebuah kafilah di utara Jalur Gaza dan terowongan bawah tanah di wilayah selatan di bawah perbatasan dengan Mesir.

Hal ini menandai kekerasan terbaru di sepanjang perbatasan Gaza, yang sebagian besar telah tenang sejak perang yang diluncurkan Israel lewat serangan udara, darat dan laut jalur di Gaza pada 27 Desember lalu yang menghasilkan pembunuhan lebih dari 1.400 orang Palestina.(fq/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Palestina

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang