Pemukim Yahudi Terapkan Taktik "Serang Warga Palestina"

Sabtu, 27 Sep 2008 16:17 WIB Cetak |  Kirim |  RSS

Sudah beberapa minggu belakangan ini, para pemukim Yahudi memblokade jalan-jalan, melempari mobil-mobil milik orang Palestina dengan batu dan membakar kebun-kebun milik warga Palestina di Tepi Barat. Mereka melakukan tindakan anarkis itu sebagai respon atas wacana-wacana pembongkaran pemukiman warga Israel yang muncul belakangan ini, meski mereka tahu pemukiman yang mereka tempati adalah pemukiman ilegal karena dibangun di atas tanah milik bangsa Palestina.

Tindakan anarkis itu dipilih para pemukim Yahudi  untuk mempertahankan pemukiman mereka karena tentara-tentara Israel dianggap kurang melakukan operasi-operasi militernya terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Para pemukim Yahudi itu mengikuti doktrin yang menyerukan para pemukim Yahudi untuk membalas "kapan saja, dimana saja dan dengan cara apa saja" yang mereka mau terhadap siapa pun yang berani menyentuhkan tangannya ke pemukiman-pemukiman Yahudi, yang oleh pemerintah Israel akan dipindahkan. Doktrin itu juga menyerukan pemukim Yahudi untuk melakukan balas dendam terhadap rakyat Palestina yang dianggap melakukan pelanggaran.

"Hukum kini berada ditangan kami," kata seorang pemuda Israel.

Korban akibat aksi anarkis para pemukim Yahudi sudah berjatuhan. Hari Rabu kemarin, sejarahwan Israel  Zeev Stemhell yang dikenal sebagai tokoh yang kerap mengkritik pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat mengalami luka-luka saat akibat bom yang meledak di depan rumahnya di Yerusalem.

Di dekat rumah Stemhell, aparat Israel mengklaim menemukan selebaran-selebaran yang isinya menawarkan hadiah sebesar 300.000 dollar bagi siapa saja yang berhasil membunuh satu anggota Peace Now. Peace Now adalah organisasi anti-pemukiman Yahudi di Israel

Saat ini, lebih dari 250.000 pemukim Yahudi tinggal di Tepi Barat. Mereka hidup di tengah 2,4 juta warga Palestina. Selain itu, di Tepi Barat berdiri sekitar 164 pemukiman Yahudi, yang memakan lahan hampir 40 persen dari wilayah pendudukan. Dunia internasional menyatakan pemukiman-pemukiman Yahudi yang dibangun di wilayah pendudukan adalah ilegal, namun rezim Zionis mengabaikannya dan tetap membangun pemukiman-pemukiman Yahudi di Tepi Barat. (ln/iol)
 


(Arsip Berita Palestina)

PELUANG

ACT - ERAMUSLIM

Masyarakat Relawan Indonesia & ACT Bantu Korban Gempa Gorontalo

Iman Hadi Waluyo, relawan ACT yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Gorontalo melaporkan bahwa gempa yang menewaskan empat orang ini, telah membuat sebagian besar warga Gorontalo berhamburan keluar rumah karena panik dan ketakutan akan terjadi gempa susulan, dan bahkan di daerah pesisir warga pun telah mengungsi ke bukit-bukit.

LKC - ERAMUSLIM

Kembali Fitri di Akhir Ramadhan dengan Menyantuni Dhuafa

Dengan menyisihkan Rp 100.000,- Anda telah membantu 1 keluarga miskin menkmati kesehatan selama 1 bulan

NURISLAMI - ERAMUSLIM