Piala Dunia Ala Gaza Dimulai

Senin, 03/05/2010 14:26 WIB | Arsip | Cetak

Dimulai pada hari Ahad kemarin (2/5), kompetisi sepakbola dengan nama "Piala Dunia Gaza", dibuka di Jalur Gaza dengan kehadiran 16 tim sepak bolah Palestina. Acara ini didanai oleh UNDP PBB yang ada di Gaza.

Turnamen olahraga profesional, di Jalur Gaza ini akan berlangsung selama dua minggu berturut-turut, dengan 14 klub lokal dari klub liga premier serta klub-klub terbaik dari klub divisi pertama, masing-masing tim sepak bola Palestina akan bermain dan diberi nama sesuai dengan nama-nama negara peserta piala dunia yang akan berlangsung di Afrika Selatan bulan depan.

Turnamen sepakbola ini diikuti oleh hampir 200 warga asing yang berada di Jalur Gaza yang bekerja di lembaga-lembaga internasional, dan diikuti juga oleh 200 pemain Palestina. Turnamen 'Piala Dunia' ini dirancang dari puing-puing reruntuhan rumah dan sekolah yang telah dihancurkan, yang bertujuan untuk membawa pesan ke seluruh dunia bahwa rakyat Gaza pantas untuk memecahkan blokade dan layak untuk hidup.

Wakil Ketua Federasi Sepak Bola Palestina, Ibrahim Abu Salem mengatakan, "Lewat Piala Dunia Gaza, kami ingin mengumumkan kepada dunia bahwa warga Gaza tetap menggelar berbagai kompetisi dan turnamen meski berada di bawah blokade dan tekanan."

Perwakilan Program Pembangunan resmi PBB di Gaza, Tamer Qurmawd, menekankan bahwa pembiayaan Piala Dunia di Gaza adalah bagian dari dukungan berlanjut UNDP untuk pemuda Gaza pada sektor olahraga, ia menyatakan bahwa organisasinya akan terus mendukung kegiatan dan klub olahraga dalam subyek peningkatan kapasitas kegiatan olahraga dan budaya untuk melayani di jalur Gaza.

Pemain Palestina Ashraf Hamad, yang turut ambil bagian dalam turnamen itu, menyatakan bahwa dirinya percaya olahraga merupakan jembatan perdamaian dan saling pengertian dan pertukaran budaya di antara masyarakat, ia menekankan bahwa olahraga adalah salah satu dari cara-cara damai untuk mengidentifikasi budaya masyarakat khususnya di Gaza yang telah hancur di serangoleh agresi militer Israel beberapa waktu yang lalu.(fq/aby/xinhua)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Palestina

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang