Pidato Politik Hamas: Tak Ada Toleransi Buat Israel

Jumat, 26/06/2009 16:08 WIB | Arsip | Cetak

Kepala Biro Politik Hamas, Khaleed Meshaal menyatakan bahwa Hamas menerima ide solusi dua negara tapi tetap menolak mengakui Israel sebagai negara Yahudi. Ia juga menegaskan, negara Palestina yang dibentuk harus berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem sebagai ibukotanya.

Penegasan itu disampaikan Meshaal dalam pidato politiknya di hadapan para pendukung Hamas di Damaskus, ibukota Suriah, Kamis (26/6). "Kami menolak apa yang disebut negara Yahudi Israel. Seruan para pemimpin Israel soal negara Yahudi adalah seruan yang rasial, tidak ada bedanya dengan Nazi dan seruan-seruan lainnya yang sudah dikecam dunia internasional," kata Meshaal.

Ia mengecam ide negara Palestina yang dilontarkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Dalam pidatonya beberapa waktu lalu, Netanyahu menyatakan Israel-lah yang akan mengontrol wilayah darat, lau dan udara negara Palestina, jika negara Palestina terbentuk.

Menurut Meshaal, negara yang wilayahnya dikontrol oleh pihak lain, bukanlah sebuah negara, tapi sebuah penjara besar dan bukan negara untuk bangsa besar seperti Palestina. Untuk itu, jika Israel tidak juga menarik diri dari wilayah Palestina dan tidak juga mematuhi resolusi-resolusi internasional, "Tak ada pilihan lain bagi Hamas selain melanjutkan perlawanan senjata untuk membebaskan tanah Palestina," tandas Meshaal.

Dalam pidatonya, Meshaal menyatakan optimis dengan negosiasi antara Hamas dan Fatah untuk menentukan masa depan Palestina dan hubungan kedua faksi itu. Pembicaraan antara Hamas-Fatah, ujar Meshaal, akan dilanjutkan hari Minggu di ibukota Mesir, Kairo.

Meshaal juga menyinggung kehadiran Letnan Jenderal Keith Dayton yang ditunjuk pemerintah AS sebagai kordinator kemanan di kawasan. Atas persetujuan Israel, Dayton melatih pasukan keamanan otorita Palestina di Tepi Barat. Meshaal menuntut Presiden AS Barack Obama untuk segera menarik Dayton dari Palestina.

Israel mengijinkan Dayton melatih pasukan otorita Palestina-yang notabene pasukan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dari Fatah-agar pasukan otorita Palestina bisa membantu Israel menjaga empat kota utama di Tepi Barat. Menurut sumber-sumber di Palestina dan Israel, Israel akan menyerahkan otonomi empat kota yaitu Bethlehem, Ramallah, Jericho dan Qalqilya pada otoritas Palestina. Tapi untuk masalah keamanan, Israel tetap akan menempatkan pasukannya di keempat kota Palestina itu dengan alasan untuk mencegah munculnya "aksi-aksi teroris".

Sementara itu, mengomentari pidato politik Meshaal, analis senior di stasiun televisi Al Jazeera, Lamis Andoni mengatakan, Meshaal menyampaikan dua pesan utama dalam piatonya. Pertama, tentang reposisi Hamas sebagai negosiator dalam pembicaraan-pembicaraan perdamaian dan kedua, posisinya sebagai wakil yang lebih bisa dipercaya bagi rakyat Palestina, dibandingkan otoritas Palestina.

"Pesan pertama ditujukan ke Barat. Dia (Meshaal) memberi sinyal bahwa Hamas adalah gerakan pragmatis dan secara resmi menerima solusi dua negara, asalkan negara Palestina merdeka dideklarasikan berdasarkan perbatasan tahun 1967. Dan pesan kedua, ditujukan untuk seluruh rakyat Palestina," papar Amdoni.

Terkait tuntutan Meshaal agar presiden AS menarik Jenderal Dayton, menurut Amdoni, secara tidak langsung menunjukkan bahwa Meshaal menuding otorita Palestina telah berupaya memberangus Hamas demi Amerika dan Israel.

Analis politik lainnya dari Universita Birzeit di Ramallah, Ghassan Khatib berpendapat, Meshaal berusaha menyampaikan sinyal positif pada Amerika, agar AS bersikap seperti yang diinginkan Hamas. AS harus memberikan jaminan bahwa AS akan mengubah sikap politiknya yang selama ini lebih memihak Israel, untuk menciptakan situasi yang lebih kondusif bagi upaya perdamaian di kawasan. (ln/aljz)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Palestina

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang