Pimpinan Hamas Jawab Soal Keberadaan Shalit

Jumat, 04/12/2009 11:22 WIB | Arsip | Cetak

Pimpinan Hamas di Libanon, Osama Hamdan menjawab kesimpangsiuran berita seputar keberadaan prajurit Israel Gilad Shalit, yang menjadi kunci negosiasi pertukaran tahanan Palestina antara Hamas dengan Israel. Hamdan membantah pemberitaan yang menyebutkan bahwa Hamas sudah menyerahkan dan memindahkah Shalit ke Mesir terkait rencana pertukaran tahanan itu.

Sebelumnya, surat kabar Kuwait al-Jareeda menulis bahwa Shalit, yang sejak tahun 2006 menjadi tawanan pejuang Hamas, sudah dipindahkan dan diserahkan ke aparat Mesir dan pertukaran tahanan dengan Palestina tinggal menghitung hari saja.

Dalam wawancara dengan Al-Jazeera, Hamdan mengatakan bahwa berita itu merupakan upaya untuk menekan Hamas ditengah masih berlangsungnya negosiasi pertukaran tahanan dengan Israel. Menurutnya, negosiasi masih berlangsung lewat mediator Jerman dan masih terfokus pada tuntutan Hamas agar Israel membebaskan 1.000 tahanan Palestina untuk ditukar dengan pembebasan Shalit.

Kantor Kejaksaan Israel menyatakan bahwa pemerintahnya kemungkinan bersedia membebaskan 980 tahanan Palestina, termasuk 450 tahanan yang terdapat dalam daftar tahanan yang dituntut Hamas untuk segera dibebaskan. Namun yang menjadi persoalan, Israel menolak membebaskan lima tahanan "penting" karena dianggap membahayakan keamanan Israel. Kelima tahanan Palestina itu adalah Marwan Barghouthi, tokoh gerakan Fatah; Ahmad Saadat dan Amna Mona, sekjen Front Popular Pembebasan Palestina; sisanya dua tahanan perempuan dan pemimpin senior Brigade Izzudin Al-Qassam, sayap militer Hamas.

Sementara itu, sejumlah media Israel menyebutkan bahwa Pengadilan Tinggi Israel sudah merespon petisi yang diajukan oleh organisasi Amagor dan tiga kelurga Israel yang menentang pertukaran tahanan itu. Mereka meminta pengadilan untuk memberitahukan kriteria pembebasan tahanan Palestina pada publik.

Saat ini, jumlah warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel mencapai 11.500 orang termasuk kaum perempuan dan anak-anak. Mereka hidup dalam kondisi yang menyedihkan dan terancam jiwanya dalam sel-sel penjara Zionis. (ln/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Palestina

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang