Ramadan di Palestina, Rabu, 11 Agustus 2010
Proyek Observasi Bulan Islam menyatakan bulan Ramadan di Palestina kemungkinan akan jatuh pada tanggal hari Rabu, 11 Agustus 2010.
Pimpinan Proyek, Mohammad Shawkat Odeh mengatakan, di beberapa belahan dunia, penampakan bulan kemungkinan sudah bisa terlihat pada hari Selasa sehingga di sejumlah negara-negara Islam awal bulan Ramadan akan jatuh pada Rabu (11/8). Tapi di wilayah lainnya yang harus melihat penampakan bulan dari wilayahnya sendiri, kemungkinan belum melihat penampakan itu pada hari Selasa, sehingga awal bulan Ramadan jatuh pada Kamis (12/8), contohnya adalah negara Oman.
Negara lainnya yang kemungkinan akan memulai bulan Ramadan pada Kamis (12/8), kata Shawkat Odeh, adalah negara Maroko dan Pakistan. Menurutnya, daratan di wilayah barat daya Amerika Selatan adalah satu-satunya tempat yang kemungkinan bisa melihat penampakan bulan dengan mata telanjang pada hari Selasa, untuk menentukan awal bulan Ramadan.
Sementara di kawasa Asia dan Eropa serta mayoritas wilayah Afrika, kemungkinan tidak akan melihat penampakan bulan pada hari Selasa baik secara visual maupun dengan bantuan teleskop, kecuali di kawasan Afrika Selatan dan Amerika Selatan bagian Tengah.
Kedatangan Tim Medis Malaysia
Sementara itu, konvoi relawan Malaysia dijadwalkan akan tiba di Jalur Gaza pada bulan Ramadan. Relawan asal Negeri Jiran itu berjumlah 55 orang, 30 orang diantaranya adalah dokter umum dan dokter spesialis.
Datin Mansour--isteri dari Perdana Menteri Malaysia--mengatakan bahwa para relawan, dokter dan wartawan akan bertugas di Gaza selama 13 hari, dengan dukungan Bulan Sabit Merah Malaysia. Mereka akan memberikan layanan kemanusiaan bagi warga Gaza.
"Tim Malaysia mengikutsertakan 10 dokter orang Melayu, 10 dokter orang India dan 10 dokter Cina dengan latar belakang beragam spesialisasi dan berasal dari berbagai rumah sakit. Mereka akan ditugaskan ke berbagai rumah sakit di Gaza, termasuk di Rumah Sakit Yerusalem," kata Datuk Abdul Rahim Abdul Aziz yang memimpin delegasi dari Malaysia itu.
Untuk keberangkatan ke Gaza, Datuk Abdul Aziz mengatakan bahwa mereka harus menyeleksi 173 dokter yang bersedia menjadi relawan, tapi yang dipilih hanya 30 dokter saja. Tim relawan Malaysia ini, selain memberikan layanan kesehatan juga akan membagikan makanan serta pakaian bagi 1,5 juta penduduk Gaza. (ln/PalTel)
Lainnya (Arsip)
- Senin Pagi ini, Pesawat Tempur Israel Kembali Serang Gaza
Senin, 26/07/2010 13:06 WIB - Syaikh Shalah Kembali Dipenjara, Dengan Tuduhan Meludah Polisi Israel
Senin, 26/07/2010 07:46 WIB - Hamas: PBB Berkolaborasi dengan Israel
Minggu, 25/07/2010 08:18 WIB - Kecerdasan Asy-Syahid Yahya Ayyash Menular ke Anak Laki-lakinya
Jumat, 23/07/2010 17:45 WIB - Ribuan Anak Gaza Berupaya Pecahkan Rekor dengan 'Mendribel' Bola Basket
Jumat, 23/07/2010 15:29 WIB
Berita Palestina
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




