Selamat Datang, Rabbi Militer Yahudi!

Selasa, 08/09/2009 13:43 WIB | Arsip | Cetak

Rabbi—pemuka agama dalam Yahudi—menjadi elemen penting dalam militer. Bagaimana tidak? Mereka dilatih sama baiknya dengan latihan keyakinan mereka terhadap agama. Rabbi-Rabbi Yahudi merupakan lulusan sekolah tinggi dan beroperasi rahasia dengan para komandan militer Israel. Salah satu tugas utama mereka adalah membangkitkan moral para prajuritnya, terutama ketika berada di garis depan.

Israel sendiri tengah mempersoalkan hal ini. Gal Einav, seorang tentara non-religi mengatakan itu semua hanya retorika. Secepat seorang tentara menarik pelatuk senapannya, maka secepat itu pulalah mereka dikhotbahi. Ia menjelaskan kejadian di Gaza, pada Januari silam, bahwa semua tentara Israel didampingi oleh rabbi sipil di satu sisi, dan satu sisinya rabbi militer. “Rasanya jadi seperti perang agama. Seperti perang suci. Itu mengganggu saya. Agama dan militer harus dipisahkan.” keluhnya.

Letnan Shmuel Kaufman, seorang rabbi militer, mendukung. “Kami mendampingi para tentara di Gaza. Ini membuat perang menjadi lebih suci.” Para rabbi menyebut tentara-tentara Israel sebagai “putra cahaya” dan orang-orang Palestina sebagai “putra kegelapan.”

Saat ini di Hebron, Tepi Barat, banyak sekali diadakan seminari Yahudi. Ini meningkatkan jumlah statistik pemuda Yahudi yang berminat masuk ke dinas tentara. Mereka menjadi percaya bahwa menjadi tentara sama artinya dengan menjaga Israel, dan itu adalah tugas yang mulia dan suci.

Brigadir Jenderal Eli Shermeister, kepala pejabat edukasi militer, mengatakan bahwa ia tidak setuju. “Yang bertanggung jawab atas moral prajurit itu, jelas dan nyata, militer. Bukan rabbi. "

Namun Jenderal Nehemia Dagan mengatakan, jika melakukan hal itu, maka tentara Yahudi akan merasa bertempur dalam perang suci. “Jika sudah menyangkut perang suci, tak ada batasnya!” tegasnya.

Dati hari ke hari, tentara Israel makin bebas di wilayah sipil Palestina. Para Rabbi itu memberanikan mereka yang takut mati agar selalu menekan dan menindas warga Palestina, tak peduli tua muda, lelaki atau pun perempuan! (sa/bbc)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Palestina

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang