Syaikh Salhab: Rencana Zionis Lakukan Yahudisasi Al-Quds Berlangsung Cepat

Syaikh Abdul Azim Salhab, Presiden Dewan Wakaf Islam Yerusalem, mengkonfirmasikan bahwa rencana Israel untuk melaksanakan Yahudisasi kota Yerusalem sedang dilaksanakan dengan cepat.
Syaikh Salhab mengatakan hal itu dalam sebuah pernyataan pers pada hari Ahad kemarin (13/6), mengomentari skema Zionis untuk Yahudisasi lapangan Buraq, "Setiap hari kami mendengar pemerintah pendudukan zionis Israel mendeklarasi rencana mereka yang ditujukan untuk melakukan Yahudinisasi Al-Quds, mereka mencoba mengusir sejumlah besar warga keluar dari kota mereka dengan mengeluarkan perintah pembongkaran, mencegah para jamaah dari akses masuk ke Masjid Al-Aqsha, dan sengaja membunuh jamaah sewaktu mereka kembali dari menunaikan ibadah shalat seperti apa yang terjadi dengan Asy Syahid Ziyad Joulani Jumat lalu."
Syaikh Salhab menekankan bahwa tindakan Israel itu memastikan bahwa mereka akan melanjutkan kebijakan rasisme, dengan mengganti populasi warga Palestina di Yerusalem dan ini tindakan tegas adanya Yahudinisasi terhadap kota Al-Quds, kata Syaikh Salhab. SyAikh Salhab menganggap deklarasi baru dari rencana Israel di sekitar Masjid Al-Aqsha sebagai upaya untuk mengambil kendali daerah tersebut, dengan mencegah umat Islam dari akses masuk ke Masjid Al-Aqsha, dan mengambil kendali terhadap masjid itu.
Syaikh Salhab mengatakan bahwa pemerintah pendudukan Zionis telah menghambat restorasi terhadap masjid tua Islam, yang membutuhkan pekerjaan restorasi secara konstan, dan melarang upaya departemen Wakaf Islam dari mengelola, menjag, mempertahankan, dan memulihkan masjid.
Presiden Wakaf memperingatkan adanya konspirasi Israel melawan Yerusalem dan Masjid Al-Aqsha, dan ia menuntut penderitaan penduduk kota harus segara diringankan dan pendudukan Israel harus segera berakhir.
Mengomentari keputusan pemerintah pendudukan Zionis untuk menempatkan batasan usia pada jamaah yang boleh shalat di masjid Al-Aqsha, Syaikh Salhab berkata, "Ini merupakan tindakan Zionis yang tidak dapat diterima dan tidak adil, pemerintah pendudukan Zionis gagal dalam klaim mereka untuk menjamin kebebasan beragama."
Dia menekankan, " Kami berada di wilayah yang diduduki, dan norma-norma dan konvensi internasional mengharuskan pemerintah pendudukan zionis untuk mengamankan akses ke tempat-tempat ibadah." (fq/pic)
Lainnya (Arsip)
- Nasib Tembok Pemisah Israel Selama Piala Dunia
Senin, 14/06/2010 07:47 WIB - Hamas: Kami Tidak Akan Sentuh Bantuan AS Untuk Palestina
Sabtu, 12/06/2010 15:10 WIB - Knesset Israel Akan Tiru Prancis, Larang Wanita Gunakan Cadar
Jumat, 11/06/2010 14:33 WIB - Hamas: Obama Hanya Tawarkan Publisitas Murahan
Jumat, 11/06/2010 09:01 WIB - Warga Gaza Desak Umat Islam Dunia Lindungi Masjid Al-Aqsha
Kamis, 10/06/2010 16:21 WIB
Berita Palestina
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




