Syaikh Salhab: Rencana Zionis Lakukan Yahudisasi Al-Quds Berlangsung Cepat

Senin, 14/06/2010 10:51 WIB | Arsip | Cetak

Syaikh Abdul Azim Salhab, Presiden Dewan Wakaf Islam Yerusalem, mengkonfirmasikan bahwa rencana Israel untuk melaksanakan Yahudisasi kota Yerusalem sedang dilaksanakan dengan cepat.

Syaikh Salhab mengatakan hal itu dalam sebuah pernyataan pers pada hari Ahad kemarin (13/6), mengomentari skema Zionis untuk Yahudisasi lapangan Buraq, "Setiap hari kami mendengar pemerintah pendudukan zionis Israel mendeklarasi rencana mereka yang ditujukan untuk melakukan Yahudinisasi Al-Quds, mereka mencoba mengusir sejumlah besar warga keluar dari kota mereka dengan mengeluarkan perintah pembongkaran, mencegah para jamaah dari akses masuk ke Masjid Al-Aqsha, dan sengaja membunuh jamaah sewaktu mereka kembali dari menunaikan ibadah shalat seperti apa yang terjadi dengan Asy Syahid Ziyad Joulani Jumat lalu."

Syaikh Salhab menekankan bahwa tindakan Israel itu memastikan bahwa mereka akan melanjutkan kebijakan rasisme, dengan mengganti populasi warga Palestina di Yerusalem dan ini tindakan tegas adanya Yahudinisasi terhadap kota Al-Quds, kata Syaikh Salhab. SyAikh Salhab menganggap deklarasi baru dari rencana Israel di sekitar Masjid Al-Aqsha sebagai upaya untuk mengambil kendali daerah tersebut, dengan mencegah umat Islam dari akses masuk ke Masjid Al-Aqsha, dan mengambil kendali terhadap masjid itu.

Syaikh Salhab mengatakan bahwa pemerintah pendudukan Zionis telah menghambat restorasi terhadap masjid tua Islam, yang membutuhkan pekerjaan restorasi secara konstan, dan melarang upaya departemen Wakaf Islam dari mengelola, menjag, mempertahankan, dan memulihkan masjid.

Presiden Wakaf memperingatkan adanya konspirasi Israel melawan Yerusalem dan Masjid Al-Aqsha, dan ia menuntut penderitaan penduduk kota harus segara diringankan dan pendudukan Israel harus segera berakhir.

Mengomentari keputusan pemerintah pendudukan Zionis untuk menempatkan batasan usia pada jamaah yang boleh shalat di masjid Al-Aqsha, Syaikh Salhab berkata, "Ini merupakan tindakan Zionis yang tidak dapat diterima dan tidak adil, pemerintah pendudukan Zionis gagal dalam klaim mereka untuk menjamin kebebasan beragama."

Dia menekankan, " Kami berada di wilayah yang diduduki, dan norma-norma dan konvensi internasional mengharuskan pemerintah pendudukan zionis untuk mengamankan akses ke tempat-tempat ibadah." (fq/pic)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Palestina

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang