Tentara Wanita Israel Akui Penyiksaan Terhadap Rakyat Palestina

Rabu, 03/02/2010 08:08 WIB | Arsip | Cetak

Tentara Wanita Israel dalam pernyataannya, dengan bangga mengakui aksi kejahatan yang mereka lakukan terhadap rakyat Palestina. Mereka melakukan beragam tindak kejahatan terhadap penduduk Palestina yang tak berdosa, dengan cara melakukan penyiksaan, pencurian dan penindasan terhadap rakyat Palestina yang tak berdaya.

Mereka kerap dikirim ke kamp pengungsian Palestina untuk membentuk mental mereka menjadi berani menghadapi para penduduk Palestina. Mereka belajar untuk berani memukul penduduk, hal itu juga sebagai ajang bagi mereka untuk melepaskan kebosanan selama bertugas.

Sebuah laporan baru oleh organisasi “Silent Kasro”, mereka mendokumentasikan pelanggaran dan penodaan yang dilakukan tentara Israel terhadap rakyat Palestina. Mereka menyebutkan bahwa tentara Israel melakukan kejahatan berupa penyiksaan hingga pembunuhan terhadap warga sipil, khususnya yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Sebuah laporan menyebutkan, adanya pengakuan dari seorang tentara wanita Israel, dirinya mengatakan bahwa penyiksaan terhadap rakyat Palestina merupakan hal yang lumrah bagi mereka, dan itu mereka lakukan setiap hari. Ia juga membenarkan bahwa dirinya bersama rekan-rekan tentara perempuan lainnya memaksa rakyat Palestina untuk bernyanyi, melompat, lalu memerintahkan mereka untuk saling menampar wajah satu sama lain hingga memukul bagian-bagian yang sensitif. Perlakuan ini bisa berlanjut hingga berjam-jam, bergantung dari keinginan mereka, biasanya sampai mereka bosan atau sekitar 8 jam lamanya.

Aturan Serangan Rutin

Laporan dari tentara wanita itu kemudian menyebutkan, bahwa tentara yang bertugas di pos pintu masuk Beit Hanoun, Gaza, setiap harinya melakuakan pemeriksaan terhadap warga Palestina, di sana ada sebuah peraturan tetap yang memberlakukan pemukulan ke warga Palestina, yaitu mereka dimasukkan ke dalam tenda khusus, di dalamnya mereka melewati berbagai intimidasi dan setelah itu baru dibebaskan dan disuruh kembali ke rumahnya.

Tentara wanita lainnya menambahkan, bahwa peraturan militer Israel yang mengharuskan mereka melakukan semua jenis kekerasan, dari penyiksaan, penghinaan hingga pelecehan, bahkan terhadap orang Palestina yang renta sekali pun.

Ia kemudian menjelaskan, di tempat dirinya bertugas, terdapat sebuah kesatuan bernama "Orchis" polisi militer Israel di Hebron, yang tugasnya adalah menghukum anak-anak Palestina dengan melempari batu ke arah mereka hingga tulang mereka patah.

Tentara yang berada di daerah perbatasan dengan wilayah Palestina yang diduduki sejak tahun 1948, melakukan serangan-serangan yang ditujukan khususnya terhadap anak-anak Palestina. Perempuan Palestina pun kerap mendapatkan tindak kejahatan serupa dari tentara Israel, hal seperti ini seakan sudah menjadi biasa bagi mereka. (sn/imo)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Palestina

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang