Yahudisasi Palestina : Pelajar Arab Wajib Nyanyikan Lagu Kebangsaan Israel

Rabu, 02/09/2009 08:13 WIB | Arsip | Cetak

Israel kembali membuat marah warga Arab Palestina dan mereka menuduh Israel mencoba untuk menghapus identitas warga Palestina dengan mengambil beberapa langkah untuk melakukan "Yahudisasi" dalam silabus pelajaran di sekolah-sekolah Arab.

Menteri pendidikan Israel Gideon Saar mengumumkan bahwa kata "Nakba" akan dilarang dari buku-buku sekolah di seluruh wilayah pendudukan. Saar mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil karena sistem pendidikan Israel tidak mengijinkan adanya gagasan yang menyatakan berdirinya negara Israel sebagai "Nakba" (bencana) dan hal tersebut ditakutkan akan menjadi bibit-bibit ekstrimisme di kalangan Arab Israel.

Ada sekitar setengah juta pelajar Arab di Israel yang menurut pejabat Israel material kelas dan bahan pelajaran umumnya sangat kurang.

Selain itu, keputusan lain yang dibuat oleh menteri pendidikan Israel menyatakan bahwa seluruh pelajar Palestina akan dipaksa untuk menyanyikan lagu-lagu kebangsaan Israel di sekolah-sekolah.

Warga Arab Israel menuduh keputusan baru yang dibuat oleh menteri pendidikan Israel tersebut sebagai upaya Yahudisasi Palestina dan berusaha merubah sejarah.

Pada sebuah konferensi pers - anggota Komite untuk Warga Arab Israel, organisasi yang mewakili Arab Israel, keberatan dengan kebijakan ekstremis pemerintah Likud dan rencana mereka untuk menghapus identitas Arab.

"Menjadi komunitas imigran, Israel telah mencoba untuk mencari faktor-faktor umum yang menghubungkan mereka bersama-sama dan membentuk identitas mereka," direktur komite Moadiah Atef mengatakan kepada Al Arabiya . "Kami berbeda. Kami lahir dengan ikatan yang kuat dengan tempat ini Karena ini adalah tanah air kami."

"Kami terus-menerus menghadapi upaya sistematis dari Israel untuk menghapus identitas nasional kami," katanya.

"Itu sebabnya kami melakukan yang terbaik untuk mempertahankan identitas kami sebagai minoritas di Israel," katanya.(fq/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Palestina

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang