Buka Puasa Bersama, Tradisi "Konshuluk" Muslim Bulgaria

Senin, 22/09/2008 14:25 WIB Cetak |  Kirim |  RSS Ramadhan, menjadi bulan yang dinanti-nanti Muslim di Bulgaria. Karena pada bulan suci inilah, mereka bisa saling bertemu dan berkumpul lewat acara buka puasa bersama, yang kadang juga mengundang sahabat-sahabat mereka yang non-Muslim.

Ramadhan, menjadi bulan yang dinanti-nanti Muslim di Bulgaria. Karena pada bulan suci inilah, mereka bisa saling bertemu dan berkumpul lewat acara buka puasa bersama, yang kadang juga mengundang sahabat-sahabat mereka yang non-Muslim.

Warga Muslim yang tinggal di desa-desa di Bulgaria, setiap hari membuat masakan untuk berbuka puasa bersama. Keluarga-keluarga Muslim di selatan desa Chepintsi, adalah salah satu komunitas Muslim yang selalu menggelar acara berbuka puasa bersama yang diselenggarakan di masjid desa itu.

"Ini adalah salah tradisi Ramadhan kami yang indah. Keluarga-keluarga Muslim berlomba-lomba memberikan makanan terbaiknya untuk berbuka puasa bagi saudara-saudara mereka yang berpuasa," kata Mufti Bulgaria, Mustafa Haci.

"Kami dengan senang hari memberikan bantuan dana untuk menyediakan makanan berbuka, baik dari anggaran kami maupun dari donasi-donasi negara lain," sambung Haci.

Hampir sama denga mayoritas Muslim dunia lainnya, Muslim Bulgaria memulai hari pertama Ramadhan pada tanggal 1 September kemarin dan hampir setiap hari komunitas Muslim di negara itu menggelar acara buka puasa bersama.

"Banyak keluarga Muslim yang mengundang kerabat dan tetangga-tetangga mereka untuk berbuka puasa bersama. Ini menunjukkan adanya kehidupan sosial yang harmonis di kalangan Muslim Bulgaria, terutama di bulan suci Ramadhan," kata Sami Fazliiski, seorang mahasiswa dari kota Rudozem, salah satu kota yang banyak warga Muslimnya.

Menurut Fazliiski, tak jarang keluarga-keluarga Muslim itu juga mengundang tetangga dan sahabat mereka yang non-Muslim dalam acara berbuka puasa bersama dan mereka yang non-Muslim biasanya sangat antusias jika diundang berbuka puasa bersama. Hubungan baik antara warga Muslim dan penganut Kristen di Bulgaria, dikenal dengan istilah "konshuluk".

Para tamu berdatangan sebelum waktu adzan Maghrib tiba. Mereka saling bertukar cerita tentang aktivitas masing-masing selama bulan Ramadhan. Menjelang berbuka, biasanya ada ceramah pendek yang temanya bervariasi mulai dari pentingnya puasa dan ajaran-ajaran Islam lainnya.

 "Setelah berbuka puasa dan salat Maghrib, kami semua menuju masjid untuk Salat Tarawih," jelas Fazliiski.

Data resmi negara Bulgaria menyebutkan warga Muslim Bulgaria jumlahnya sekitar 12 persen dari 7,8 juta total penduduk negeri itu. Sedangkan menurut perkiraan Rumah Fatwa Bulgaria, jumlah warga Muslim saat ini sudah mencapai 25 persen dari total jumlah penduduk. (ln/iol)

 


(Arsip Ramadhan Di Mancanegara)

Pembaca Eramuslim di Mancanegara bisa ikut berparsisipasi dalam rubrik Ramadhan Di Mancanegara, dengan mengririmkan artikel kegiatan ramadhan di negara masing-masing disertai foto kegiatan ke redaksi@eramuslim.com dengan judul/subjek Ramadhan Di Mancanegara

Menggagas Bank Pertanian Syariah

Kebijakan perbankan mulai memihak petani Indonesia. Tahun lalu, Bank Indonesia sudah mengajukan usulan kepada pemerintah untuk mendirikan Bank Pertanian. Saat ini, kita sedang menunggu political will dari pemerintah untuk segera menyusun perlengkapan perundang.undangan. Hal senada juga diungkapkan oleh Menteri Pertanian RI Kabinet Indonesia Bersatu II, Suswono.

Apa itu At-Tawarruq?

At-Tawarruq adalah jika seseorang membeli barang dari seorang penjual dengan harga kredit lalu ia menjual barang tersebut secara kontan kepada pihak ketiga selain dari penjual. Dinamakan dengan nama At-Tawarruq dari kalimat waraqoh yaitu lembaran uang, sebab pembeli yang merupakan pihak pertama sebenarnya tidak menginginkan barang tapi yang ia inginkan hanyalah mendapatkan uang

BPRS Harta Insan Karimah, Bersama dalam Usaha dan Ibadah

Tak banyak bank syariah seperti BPRS Harta Insan Karimah. Meski tak sebesar bank umum syariah, BPRS HIK mampu menerapkan manajemen perbankan yang baik dan akuntabel serta mampu memelihara ruh syariah dalam diri para pegawai. Satu poin yang patut ditiru oleh bank berlabel syariah lainnya.

Meredam Keraguan Demi Selamat Dunia Akhirat

0leh: Khoiriyati Kusumaningtyas. Saya termasuk golongan masyarakat yang sejak awal mendukung 100% perbankan syariah. Keraguan itu justru muncul di saat Bank Syariah booming bagaikan jamur di musim hujan, kira-kira tahun 2006-an. Saat itu saya bertanya.tanya, mengapa semua bank konvensional mengadakan program syariah

Laba yang Adil, Margin tiap Bank dan Rumus Umum KPR iB

Tanya : Berapakah margin yang ditentukan oleh KPR Syariah untuk pinjaman sebesar 100 jt dengan angsuran selama 6 tahun ? apakah masig-masig daerah penetapan margin tersebut berbeda, bagaimana dengan margin untuk lokasi di daerah Depok dan DKI, kalau tidak salah dalam Al .Quran atau Hadist disebutkan untuk besaran nilai keuntungan seseoramg dari penjualan adalah maksimal 10%

 

Bersekolah SD dan MI Sekaligus

Di Propinsi Banten ada peraturan dimana siswa lulusan setingkat SD yang mau melanjutkan pendidikan setingkat SLTP harus memiliki izasah Madarasah Ibtidaiyah (MI), hal ini membuat kami menyekolahkan anak kami di 2 sekolah sekaligus.

PELUANG