Ramadhan di Gaza: Berbuka Puasa dan Tarawih Tanpa Listrik

Selasa, 25/08/2009 13:06 WIB Cetak |  Kirim |  RSS Ramadhan di Gaza benar-benar menyisahkan kisah dan kesan tersendiri. Jika di beberapa negara Muslim lainnya, umat Muslim dan kota-kotanya menyambut serta memeriahkan malam-malam Ramadhan dengan gegap-gempita cahaya lampu, maka di Gaza lain lagi ceritanya.

Bayangkan: umat Muslim di wilayah pesisir yang juga jalur perbatasan antara Palestina dan Palestina itu menjalani malam-malam Ramadhan dengan tanpa listrik. Mereka berbuka puasa, shalat tarawih berjama'ah, dan sahur dengan keadaan gelap gulita.

Sejak diboikot Israel pasca menangnya sayap Hamas di wilayah tersebut, Gaza seolah kota yang terisolasi: kota yang susah air, susah listrik, susah BBM, bahan pangan, dan seterusnya. Kondisi ini kian parah pasca penyerbuan Israel terhadap wilayah yang luasnya tak lebih dari kota Depok itu awal tahun lalu.

Di senja hari pertama bulan Ramadhan, Abu Mahmud, salah seorang kepala keluarga yang tinggal di bilangan as-Shabrah yang sederhana, telah menyalakan lilin dan lampu minyak.

"Hari ini tak ada listrik, juga sampai malam nanti. Kami harus menyalakan lilin dan lampu minyak untuk pencahayaan di malam hari," katanya.

Dan petang itu, Abu mahmud beserta delapan orang anggota keluarganya, berbuka puasa di tengah remang cahaya lilin dan lampu minyak.

"Apakah masuk akal kita berbuka puasa di tengah gelap gulita?" tanyanya.

Di hari pertama bulan Ramadhan itu, arus listrik di rumahnya dan di bilangannya harus terputus selama delapan jam, karena mendapatkan giliran pemadaman. Maklum, pasca boikot dan serbuan Israel ke Gaza, listrik menjadi barang langka dan mahal.

"Boikot dan serbuan Israel ke wilayah kecil ini telah menghancurkan segalanya," tambah Abu Mahmud.

Meski demikian, Abu Mahmud dan muslim Gaza lainnya tetap merasa berbahagia dan bersuka cita menyambut datangnya bulan ramadhan yang penuh berkah ini. (L2/mi)


(Arsip Ramadhan Di Mancanegara)

Pembaca Eramuslim di Mancanegara bisa ikut berparsisipasi dalam rubrik Ramadhan Di Mancanegara, dengan mengririmkan artikel kegiatan ramadhan di negara masing-masing disertai foto kegiatan ke redaksi@eramuslim.com dengan judul/subjek Ramadhan Di Mancanegara

BPRS Harta Insan Karimah, Bersama dalam Usaha dan Ibadah

Tak banyak bank syariah seperti BPRS Harta Insan Karimah. Meski tak sebesar bank umum syariah, BPRS HIK mampu menerapkan manajemen perbankan yang baik dan akuntabel serta mampu memelihara ruh syariah dalam diri para pegawai. Satu poin yang patut ditiru oleh bank berlabel syariah lainnya.

Meredam Keraguan Demi Selamat Dunia Akhirat

0leh: Khoiriyati Kusumaningtyas. Saya termasuk golongan masyarakat yang sejak awal mendukung 100% perbankan syariah. Keraguan itu justru muncul di saat Bank Syariah booming bagaikan jamur di musim hujan, kira-kira tahun 2006-an. Saat itu saya bertanya.tanya, mengapa semua bank konvensional mengadakan program syariah

Laba yang Adil, Margin tiap Bank dan Rumus Umum KPR iB

Tanya : Berapakah margin yang ditentukan oleh KPR Syariah untuk pinjaman sebesar 100 jt dengan angsuran selama 6 tahun ? apakah masig-masig daerah penetapan margin tersebut berbeda, bagaimana dengan margin untuk lokasi di daerah Depok dan DKI, kalau tidak salah dalam Al .Quran atau Hadist disebutkan untuk besaran nilai keuntungan seseoramg dari penjualan adalah maksimal 10%

Bank Syariah di Minimarket

uchiemasdar.blogspot.com Ide ini muncul saat saya berkunjung ke kota Metro di provinsi Lampung. Siapa nyana, ternyata di kota kecil tersebut, jaringan Indomaret dan Alfamart bertebaran di mana-mana. Sebagaimana transaksi di minimarket, masyarakat sekitar sudah akrab dengan alat pembayaran seperti Debit Card BCA, BNI, dan Mandiri.

BNI iB OTO, Pembiayaan untuk Pembelian Kendaraan

BNI iB Oto merupakan pembiayaan untuk pembelian kendaraan dengan proses yang mudah dan cepat berdasarkan syariah. Uang muka relatif ringan dan pembayaran dapat dilakukan secara debet otomatis. Keunggulan: 1. Rasa tenteram dan tenang karena dengan pembiayaan syariah terhindar dari transaksi yang ribawi. 2. Selama masa pembiayaan besarnya angsuran tetap dan tidak berubah sampai lunas.

 

Anak Ngambek Tidak Mau Sekolah

Bagaimana menghadapi sikap anak saya yang saat ini berusia 6 tahun 2 bulan, baru 2 minggu masuk SD yang jam belajarnya full day (pulang sekolah pukul 14.30). Pekan ke-2 ini dia malah ngambek (menangis dengan keras dan tidak mau ditinggal)

PELUANG