Ramadhan di Mesir: Musaharti, Makanan Gratis, Fanous dan Idul Fitri yang Ceria

Selasa, 25/08/2009 11:21 WIB Cetak |  Kirim |  RSS Ramadhan, tentu saja selalu berbeda dari satu negara ke negara lain. Bahkan dari satu kota ke kota, dan dari satu desa ke desa lain. Di beberapa negara, puasa Ramadhan berlangsung lebih lama daripada di Indonesia. Di Mesir misalnya. Di negara ini, bulan Ramadhan selalu istimewa setiap tahunnya. Pepatah mengatakan, “Jika Anda belum pernah melihat Ramadhan di Mesir, maka Anda belum pernah meilhat Ramadhan sesungguhnya!” Ada apa gerangan dengan Mesir selama bulan puasa?

Sahur = Musaharti Drum

Menjelang sahur, di Mesir kita akan dibangunkan oleh tetabuhan drum yang dilakukan oleh Musaharti. Musaharti adalah orang yang membunyikan drum untuk membangunkan orang-orang dengan menggunakan drum kecil. Kadang-kadang diiringi dengan nyanyian dan teriakan kecil. Tugas Musaharti jelas meyakinkan orang bangun untuk makan sahur. Mungkin hampir tiada beda dengan Indonesia di beberapa kota dan pedesaan. Bedanya, di Negara kita masih menggunakan bedug.

Jelang Ramadhan = Makanan Gratis di Mana Saja

Betul, beberapa hari menjelang Ramadhan, kita akan menemukan makanan gratis di Mesir di berbagai tempat. Ini pemandangan dan tradisi khas yang hanya ada di Mesir. Jalanan begitu ramai dan padat. Orang menyambut Ramadhan dengan berbagai cara: spanduk, poster, billboard, kue dan penganan, jus, dan yoghurt semacam Konafah, Basboushah, dan Katayef bisa ditemukan di mana saja.

Di Kairo, ibukota Mesir, orang terlihat bersedekah dan berzakat atau menyediakan makanan untuk orang-orang miskin. Di setiap sudut jalan rata-rata hampir ada meja dan kursi yang telah disediakan makanan gratis untuk siapapun yang lewat dan membutuhkan.

Pada waktu Ramadhan berlangsung, kita akan mendengar Alquran berdengung di seluruh negeri. Di halte, di sekolah, di rumah, di pasar, kita akan mendengar orang bertilawah Alquran sedemikian rupa

Iftar = Berbuka di Masjid

Ketika tiba waktu berbuka, beberapa menit sebelumnya, Mesir akan menjadi sangat sunyi sesunyi-sunyinya. Tiba waktu azan Maghrib, sebuah sirene akan mengguncang. Di Kairo terkenal sirene dari empat benteng Saladin. Kemudian setelah berbuka sekadarnya, masjid-masjid di Mesir akan penuh para jamaah, terutama di saat salat Taraweh. Anda akan mendengar suara merdu melantunkan “Allahu akbar” di mana saja Anda berada.

Fanous = Lentera Ramadhan Ada sebuah pemandangan yang syahdu di malam-malam Ramadhan di Mesir. Di semua tempat: rumah, masjid, jalanan, gedung dan halter atau terminal, akan diterangi oleh lentera dari lilin, sepanjang malam. Tradisi lentera Ramadhan ini dikenal dengan nama Fanous. Di Mesir, yang melakukan Fanous bukan hanya umat Muslim, tapi juga umat Kristen Koptik pada waktu Natal. Tapi tetap, Fanous Ramadhan yang paling menarik perhatian.

Idul Fitri = Tak Beda dengan Indonesia

Ini yang paling mempunyai kesamaan dengan Indonesia. Yaitu, lebaran Idul Fitri. Kembang api di mana, dan orang-orang memakai baju baru selama tiga hari. Mereka saling mengunjungi antar-kerabat, dan teman-temannya. (sa/ramadhanzne)


(Arsip Ramadhan Di Mancanegara)

Pembaca Eramuslim di Mancanegara bisa ikut berparsisipasi dalam rubrik Ramadhan Di Mancanegara, dengan mengririmkan artikel kegiatan ramadhan di negara masing-masing disertai foto kegiatan ke redaksi@eramuslim.com dengan judul/subjek Ramadhan Di Mancanegara

Menggagas Bank Pertanian Syariah

Kebijakan perbankan mulai memihak petani Indonesia. Tahun lalu, Bank Indonesia sudah mengajukan usulan kepada pemerintah untuk mendirikan Bank Pertanian. Saat ini, kita sedang menunggu political will dari pemerintah untuk segera menyusun perlengkapan perundang.undangan. Hal senada juga diungkapkan oleh Menteri Pertanian RI Kabinet Indonesia Bersatu II, Suswono.

Apa itu At-Tawarruq?

At-Tawarruq adalah jika seseorang membeli barang dari seorang penjual dengan harga kredit lalu ia menjual barang tersebut secara kontan kepada pihak ketiga selain dari penjual. Dinamakan dengan nama At-Tawarruq dari kalimat waraqoh yaitu lembaran uang, sebab pembeli yang merupakan pihak pertama sebenarnya tidak menginginkan barang tapi yang ia inginkan hanyalah mendapatkan uang

BPRS Harta Insan Karimah, Bersama dalam Usaha dan Ibadah

Tak banyak bank syariah seperti BPRS Harta Insan Karimah. Meski tak sebesar bank umum syariah, BPRS HIK mampu menerapkan manajemen perbankan yang baik dan akuntabel serta mampu memelihara ruh syariah dalam diri para pegawai. Satu poin yang patut ditiru oleh bank berlabel syariah lainnya.

Meredam Keraguan Demi Selamat Dunia Akhirat

0leh: Khoiriyati Kusumaningtyas. Saya termasuk golongan masyarakat yang sejak awal mendukung 100% perbankan syariah. Keraguan itu justru muncul di saat Bank Syariah booming bagaikan jamur di musim hujan, kira-kira tahun 2006-an. Saat itu saya bertanya.tanya, mengapa semua bank konvensional mengadakan program syariah

Laba yang Adil, Margin tiap Bank dan Rumus Umum KPR iB

Tanya : Berapakah margin yang ditentukan oleh KPR Syariah untuk pinjaman sebesar 100 jt dengan angsuran selama 6 tahun ? apakah masig-masig daerah penetapan margin tersebut berbeda, bagaimana dengan margin untuk lokasi di daerah Depok dan DKI, kalau tidak salah dalam Al .Quran atau Hadist disebutkan untuk besaran nilai keuntungan seseoramg dari penjualan adalah maksimal 10%

 

Bersekolah SD dan MI Sekaligus

Di Propinsi Banten ada peraturan dimana siswa lulusan setingkat SD yang mau melanjutkan pendidikan setingkat SLTP harus memiliki izasah Madarasah Ibtidaiyah (MI), hal ini membuat kami menyekolahkan anak kami di 2 sekolah sekaligus.

PELUANG