Koalisi Permanen HNW-Diana
Di tengah ramainya bursa pencalonan capres-cawapres 2009, berita gembira datang dari pasangan Hidayat Nur Wahid (HNW) dan dr. Diana Abbas Thalib. Pertengahan bulan lalu, mereka semakin mengokohkan koalisi mereka dengan istilah koalisi permanen. Seperti apa?
Saling Mendukung Meski Sama-sama Sibuk
Pasangan HNW-Diana rupanya sedang berbahagia setelah dikaruniai dua jagoan cilik, Daffa Muhammad Hidayat dan Daffi Muhammad Hidayat. Sesaat setelah si kembar melihat dunia, Hidayat langsung membisikkan adzan di telinga mereka.
Ketika menjalani pemeriksaan janin pada minggu ke-32 di RSPI, diketahui bahwa kondisi kehamilan dr. Diana kurang baik. Dokter pun lantas memutuskan melakukan terminasi (pengakhiran kehamilan). Tim dokter memutuskan agar Diana segera menjalani operasi caesar. Selama proses melahirkan, Hidayat dengan setia terus mendampingi sang istri. Sementara kelima anak dan keluarga menunggu di luar kamar operasi. Lahirlah dua bayi kembar itu pada Rabu (15/4) lalu pukul 22.17. Hidayat-Diana merasa amat bersyukur karena kedua anaknya selamat.
Menurut Hidayat, peristiwa ini adalah suatu perjuangan, baginya dan istri. Hidayat masih harus mengurus masalah umat dan di sisi lain juga tak henti memberi dorongan kepada sang istri. Beliau menyempatkan diri untuk datang tiap hari ke rumah sakit. Dokter Diana pun merasakan hal yang sama. Saat aktivitasnya harus dikurangi karena kehamilan, beliau hanya mampu mendukung Hidayat dengan doa dan meng-update berita terkini. Untuk sementara, tugasnya menemani Hidayat menghadiri acara-acara tidak dapat dilakukannya.
Selama masa kehamilan, dr. Diana juga berjuang mengatasi efek hormonial. Beliau menuturkan, begitu banyak gangguan kesehatan yang dialaminya. Diana mengalami flek atau semacam pendarahan pada rahim. Jika tidak dijaga, amat rentan keguguran. Asam lambungnya juga kerap meningkat hingga ke tenggorok. Tak urung Diana kerap batuk. Tekanan darahnya juga naik. Begitu pula penimbunan cairan tubuhnya. Juga gatal-gatal hebat di tubuhnya.
''Pokoknya, saya mengalami gangguan yang jarang dialami wanita saat hamil. Mungkin karena faktor usia,'' ungkap wanita campuran Pasuruan-Pekalongan itu. Dia bersyukur karena tidak sempat ngidam macam-macam. ''Cuma pengin rujak sama es serut aja. Nggak ngidam aneh-aneh,'' imbuhnya. Alhamdulillah, semua keluhan selama masa kehamilan tersebut hilang setelah melahirkan.
Koalisi Permanen karena Cinta
Diana begitu takjub sekaligus merasa bersyukur bisa dikaruniai dua anak lagi. Hidayat dan Diana menikah pada 10 Mei 2008 lalu. Sebelumnya, pasangan Hidayat-Diana sudah memiliki lima anak. Hidayat memiliki empat anak dari perkawinan pertama. Diana mempunyai satu anak dari perkawinan pertamanya juga. Karena itu, begitu tahu dirinya positif hamil ketika Idul Fitri 2008 lalu, Diana begitu terkejut. ''Saya dan Bapak (Hidayat, Red) terkejut. Lalu, kami sujud syukur,'' ujarnya.
Dari tujuh anak yang mereka miliki sekarang, setiap anak memiliki level aktivitas yang berbeda-beda. Hidayat-Diana harus pintar-pintar memanaje waktu dan rumah tangga untuk menyikapi perbedaan tersebut. Mereka mengaku bahwa semua masih dalam proses adaptasi. “Kami selalu berdoa semoga diberikan keberkahan rezeki, keberkahan waktu agar bisa digunakan semaksimal mungkin,” ujar Diana.
Mengenai ramainya pembicaraan koalisi antarpartai yang kini terjadi, Hidayat berkelakar, “Lebih baik koalisi yang ini, karena ini koalisi permanen. Tidak akan terpisah karena landasannya adalah cinta.”
(Indah, dari berbagai sumber)
Lainnya (Arsip)
- Kang Abik Tetap Bersahaja
Selasa, 28/04/2009 15:39 WIB - Nadia Mousa Abu Marzuk: Allah dan Al-Quran Sumber Kekuatan Kami
Senin, 09/02/2009 09:46 WIB - Erdogan dan Dakwah Islam di Turki
Kamis, 05/02/2009 13:00 WIB - Mengenal Lebih Dekat Khalid Misy'al
Kamis, 08/01/2009 16:50 WIB - IKADI: Memecah Kebuntuan Dakwah di Indonesia
Rabu, 10/12/2008 16:28 WIB
Silaturrahim
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




