Di Somalia, Anak-Anak Pun Menjadi Tentara

Selasa, 16/06/2009 08:57 WIB | Arsip | Cetak

Dengan iming-iming makanan dan beberapa penghargaan lainnya yang tak seberapa, anak-anak kecil di Somalia resmi menjadi tentara. Usia mereka sekitar 10 tahun. Mereka dipersiapkan untuk menghadapi kondisi Somalia yang semakin hari semakin buruk.

Seperti kita ketahui, Somalia tertimpa konflik dan kericuhan tiada akhir. Konflik yang juga banyak direcoki oleh kekuatan asing, terutama AS. Dengan dalil seperti biasa “memerangi teroris Al Qaidah” AS banyak berperan dalam peta kekinian Somalia—yang kemungkinan besar bisa berubah menjadi Iraq berikutnya. Tidak heran, karena hal itu, banyak sekali anak-anak kecil yang terpaksa beralih ‘profesi’ menjadi tentara.

Menurut Isabella Castrogiovanni, penggunaan anak-anak sebagai tentara di Somalia bukan suatu fenomena yang baru. “Ini adalah rekrutmen sistemik dan alamu yang yang sudah terjadi dan bersifat menyeluruh (di seluruh negeri).” Ujarnya kepada AFP. Isabella adalah petugas senior UNICEF dan menurut badan khusus PBB itu, saat ini diperkirakan ada ribuan anak-anak yang menjadi tentara.

Menurut UNICEF, anak-anak itu bahkan direkrut langsung dari sekolah dan kamp pengungsian mereka. Artinya, hal ini sudah menjadi sesuatu yang legal. Somalia sudah tak bertahun-tahun lamanya terjerat konflik yang kronis semejak lengsernya presiden Mohamed Siad Barre tahun 1991.

Selain imbalan sedikit uang dan makanan, motif balas dendam juga menjadi salah satu yang mendasari banyak anak Somalia untuk mengangkat senjata. Hussein Abdi, 13, mengatakan bahwa ia sudah bergabung dengan militer sejak tahun 2007 karena ingin membalas kematian keluarganya.

Mohamed Abdulkadir Mursal, 15, mengatakan bahwa menjadi tentara mungkin terlalu berat untuk anak seusianya. “Saya tak peduli. Saya pikir, ini karena saya memang harus menjalaninya seperti ini.” ujarnya.

Bukan hanya anak laki-laki saja, anak perempuan sama halnya. Bedanya, anak-anak perempuan ini ditempatkan di barak logistik.

“Kami tidak mendapatkan bayaran tetap dari pemerintah. Tapi jika kami berperang, maka kami akan selalu mendapatkan uang.” terang Ali Yare, 13 tahun, yang mengharapkan imbalan sepeda sebagai jasanya di dunia militer. Menurut anak yang lain, “Jadi tidak heran, jika kami bisa begitu saja menembak yang kami anggap sebagai lawan.” 

Anak-anak itu tidak sadar, dengan tanpa alasan yang jelas, mereka demikian mudah membunuh saudara sebangsanya sendiri, bahkan juga sesama orang Islam. (sa/afp)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Tahukah Anda

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang