Ungkapan Sayang
Sayang seorang isteri kadang seperti larutan gula dalam secangkir teh hangat. Harus pas sesuai takaran. Kalau kurang, teh akan terasa pahit. Dan kelebihan, teh hangat bisa merusak kesehatan.
Baca selengkapnya →
Sayang seorang isteri kadang seperti larutan gula dalam secangkir teh hangat. Harus pas sesuai takaran. Kalau kurang, teh akan terasa pahit. Dan kelebihan, teh hangat bisa merusak kesehatan.
Baca selengkapnya →
Keharmonisan keluarga tidak selalu lahir dalam satu atap. Beda rumah dan jarak pun keharmonisan bisa diraih. Cuma masalahnya, kadang 'angin' komunikasi bisa bertiup membingungkan.
Baca selengkapnya →
Keluarga tak ubahnya seperti negara. Ada pimpinan, menteri, rakyat, kebijakan, dan aturan. Layaknya negara, dinamika politik keluarga pun mesti dinamis. Karena dengan begitulah, keluarga menjadi hidup, hangat, dan produktif.
Baca selengkapnya →
Peran keluarga memang unik. Ia bisa mengecil menjadi dinamika satu atau dua orang saja. Dan, bisa melebar mencakup banyak orang.
Baca selengkapnya →
Berkeluarga kadang seperti menyelami dunia ghaib. Ada, tapi tak terlihat. Terlihat, tapi tak tersentuh. Tersentuh, tapi tak terasa.
Baca selengkapnya →
Nikah memang punya banyak makna. Ia bisa berarti menegakkan sunnah Rasul. Bisa juga sebagai pemenuhan tuntutan fitrah.
Baca selengkapnya →
Sebuah pepatah lama mengatakan, ‘Malu bertanya sesat di jalan.’ Pepatah baru pun mengatakan lain, ‘Malu bertanya sesat di kamar.’ Benarkah? Kenyataan bisa mengatakan sebaliknya.
Baca selengkapnya →
Ada gula ada semut. Ada yang menarik, selalu ada yang berminat. Tapi, berhati-hatilah buat sang semut. Karena mati semut bisa karena manisan.
Baca selengkapnya →
Cemburu dalam ruang-ruang keluarga kadang mirip seperti mecin dalam masakan. Tanpa mecin, masakan jadi hambar. Begitu pun sebaliknya.
Baca selengkapnya →
Pernikahan tak ubahnya seperti sebuah wadah buat tumbuhnya benih cinta. Jika benih cocok dengan suasana wadah, tanaman pun tumbuh.
Baca selengkapnya →