“Apa Agama Kamu?” Pemuda/i Amerika: “I Don’t Know”

Redaksi – Sabtu, 14 Jumadil Awwal 1435 H / 15 Maret 2014 09:59 WIB

Ustadz Syamsi Ali, kelahiran Sulawesi selatan, sudah 18 tahun berkelana berdakwah di Luar negeri, dan kini beliau sebagai Imam Masjid New York, pada kesempatan berkunjung ke Indonesia,  beliau sempat memberikan oleh oleh pengalamannya sepanjang beliau menjadi imam Masjid di sana, berikut cerita beliau kepada para jamaah Subuh ahad pagi kemarin dibilangan Bogor.

“Bila seseorang di Amerika ditanyakan apa agama mereka, biasanya mereka menjawab I don’t know (saya tidak tahu), yang jelas orang tua saya beragama Kristen …” Kisah Beliau mengawali tausiahnya.

“Ada sebuah kisah , saya memiliki seorang teman berasal dari Bangladesh, namanya Ahmad, beliau  bekerja di suatu rumah keluarga Amerika berkulit putih, nah suatu hari seorang bapak kulit putih pemilik rumah tadi berkunjung ke Masjid dan datang menghampiri saya, dia jelaskan dia dapat rekomendasi dari ahmad , dan bapak tadi langsung bertanya kepada saya dan dia ceritakan .

“Pak Imam, saya punya pegawai yang bekerja dirumah saya , bernama Ahmad, beliau katanya  seorang Muslim, saya mau bertanya kenapa pak ahmad tersebut selalu terlihat bergembira  seolah tidak ada masalah atas dia, saya tanyakan kepada Ahmad apa alasannya, dan dia bilang karena dia Muslim. Nah saya tanyakan kepada dia apa dan bagaimana Islam itu dan dia merekomendasikan saya untuk bertanya kepada anda. Terus terang saja dahulu agama saya adalah katolik, tapi saya tidak puas , dan saya berpindah ke agama protestan…beberapa lama kemudian saya pun tidak puas, kemudian saya pindah lagi ke evangelis, hanya sebentar saya pun tidak puas, setelahnya saya pindah ke budha, saya menyenangi ketenangan dalam meditasinya, tapi setelah keluar dari meditasi tersebut kok hati saya tidak tenang lagi…nah saatnya melalui sikap Ahmad , saya ingin tanyakan apa itu Islam kepada anda?”

“Saya katakan Islam hanya sederhana, masuk Islam hanya ditandai dengan pengucapan dua  kalimat syahadat, yang tersulit dalam Islam adalah proses peyakinan diri, kalau anda sudah siap untuk yakin berikutnya insyaAllah akan mudah,  entah kenapa kemudian dia langsung katakan, “ Rasanya saya sudah siap yakin terhadap Islam dan dia langsung ucapkan dua kalimat Syahadat”. Allahu Akbar.

“Lain lagi cerita masuknya Islam seorang gadis kulit putih, sebutlah namanya Amanda, setiap sabtu kami memang melakukan diskusi di masjid, banyak warga Amerika non muslim biasanya berdiri dan menunggu dipintu masjid New York, biasanya mereka hadir untuk mengkritisi atau mencari informasi apa yang dilakukan oleh umat Islam New york. Salah satu dari yang menunggu ada seorang gadis kulit putih bernama Amanda, pada saat itu dia menghampiri saya dengan sejumlah pertanyaan atau kritisi tentang Islam dengan 4 halaman pertanyaan, saya sampaikan saya tidak sempat jawab saat ini, silahkan kirim email saja agar kita bisa berdiskusi lewat email. Malamnya ternyata saya temukan dalam email, dia sudah mengirim dengan 70 puluh pertanyaan terkait Nabi Muhammad, dan fitnah fitnah tentang Beliau SAW dan pertanyaan kritisi lainnya itupun dengan seabrek referensi.  Alhamdulillah saya jawab dengan kemampuan yang ada.”

“2 minggu kemudian dia datang lagi dengan lebih sopan daripada kunjungan yang pertama, dan bertanya lagi seputar Islam yang lainnya.  Pekan pekan berikutnya dia lebih bertanya lagi dan jauh lebih sopan daripada sebelumnya hingga 8-9 bulan kemudian dia mengabarkan kepada saya bahwa Amanda ternyata sudah jatuh cinta dengan agama ini (Islam) dan siap bersyahadat , dan dia minta kesaksian pengucapan syahadatnya dilakukan di masjid dihari kerja didepan teman temannya yang masih menganut Kristen …Allahu Akbar. Beliau kini menjadi muslimah yang taat dan sudah menggunakan jilbab, walau tempat kerjanya sebuah universitas Yahudi terkenal di new york memaksa dia untuk melepaskan jilbabnya, dan dia memilih keluar dari tempat kerja yang ia dicintai dibanding melepas jilbabnya sebagai tanda cintanya terhadap agama ini.  Tetapi Karena ia cerdas, Universitas Yahudi itu akhirnya tidak mengeluarkannya dan ia tetap  diperbolehkan memakai jilbabnya walau dilingkungan Yahudi…”

“Sebelum kejadian 911, ada kesulitan kami berdakwah di amerika, karena penganut muslim di sana rata rata memang bukan buat berdakwah tetapi tujuan utamanya untuk meningkatkan taraf hidup, walaupun kisah masuknya Islam di amerika sebenarnya sudah sangat lama, bahkan ada kisah yang menjelaskan masuknya Islam di Amerika sebelum colombus tiba di benua tersebut.”

“Tapi Kejadian 911, situasi menjadi berubah drastic, sebuah situasi yang sangat berat untuk umat Islam Amerika, saat itu 80 % penganut Islam adalah imigran , yang berasal dari timur Tengah, Asia Selatan (India, Pakistan, Bangladesh) dan sebagian dari afrika. Sungguh saat saat itu sungguh mencekam. “

“Pada saat kejadian itu saya diundang di acara terkait WTC ground zero, sebagai perwakilan masjid New York, kami diberikan kesempatan berbicara , dan diberikan 3 pilihan, entah berikan sambutan, berikan doa atau membaca  Al Quran, akhirnya saya memilih untuk membaca ayat Quran saja.”

“Kemudian saya pilih 3 ayat, dan ayat yang ketiga saya pilih ayat An nash ayat 1-3 … “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan engkau melihat manusia berbondong bonding masuk agama Allah, maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan mohonlah ampun kepadaNya. Sungguh Dia maha penerima taubat.” (QS 110 :1-3) …karena saya yakin setelah kejadian ini akan banyak orang amerika akan mencari tahu apa itu Islam…dan benar, setelah kejadian yang pahit itu, banyak warga Amerika ingin mengetahui apa itu Islam, dari yang berkunjung kepada kami, 80 % yang bertanya tetantang Islam, 70% darinya memilih masuk ke dalam Islam dan serius menekuninya…Allahu Akbar…” (Ikh)

Dakwah Mancanegara Terbaru

blog comments powered by Disqus