Maria Esther, Mantan Model Puerto Rico: “Islam Mengajarkanku Rendah Hati”

maria-esther-romanEramuslim.com – Namanya Maria Esther Roman. Sejak berusia 14 tahun Maria telah dikenal sebagai seorang model remaja yang cantik dan berbakat dari Puerto Rico. Kehidupannya sebagai model yang selalu sibuk dan sarat dengan kemilau lampu blitz dan sorot kamera membuatnya tidak tenang. Ada yang kosong di hatinya, tetapi Maria tidak tahu apa itu.

Untuk mengisi waktu luangnya Maria sering membaca buku. Buku apa saja dia baca untuk memenuhi rasa keingintahuannya.

Selain bergiat di dunia model, Maria juga mengambil kuliah. Prestasinya di perguruan tinggi lumayan bagus. Maria juga dikelilingi oleh para sahabatnya. Namun di saat-saat tertentu Maria masih merasa ada yang kosong di jiwanya.

Di usia 20 tahun, Maria mulai tertarik akan Islam dan membaca buku-buku tentangnya. Kepada teman-teman muslimnya, Maria sering mengajukan pertanyaan dan mereka dengan senang hati menjawabnya. Semakin banyak dia bertanya, Maria semakin yakin akan kebenaran dalam Islam.

Dalam satu show, Maria termenung di ruang ganti. Dia tidak tahu apa langkah selanjutnya setelah dia lulus kuliah. Terlebih dia makin merasakan kekosongan di jiwanya. Dia tidak mau terjatuh ke lembah obat-obatan dan dunia malam yang banyak mendera remaja negerinya.

Maka, suatu hari, Maria pergi dari rumahnya untuk mengunjungi seorang teman dan menumpahkan kegalauan yang dirasakannya. Dengan bijak, sahabat dari Maria itu berkata, “Jangan khawatir Maria, berpikirlah ke mana dan di mana kamu seharusnya. Tuhan akan menuntunmu menuju hidayah.”

Usia berkata demikian, Maria pamit pulang. Dan ketika Maria membuka pintu dan hendak pulang, Maria merasakan udara begitu lembut dan menenangkan. Dia serasa disambut sebuah sinar yang terang. Maria menganggap kata-kata temannya itu sebagai jawaban. Maka dia memutuskan untuk memeluk Islam.

Orangtua Maria begitu terkejut dengan keputusannya. Mereka tidak mengerti kenapa Maria mengambil keputusan seperti itu.

Selama bertahun-tahun, orangtua Maria mulai belajar menerima keputusan putrinya. Ibunya akan memasak masakan khusus untuk Maria jika ada hidangan daging babi. Maria juga sering diingatkan untuk mengenakan kerudung tiap kali ada tamu.

Maria pun dengan sabar berusaha untuk meyakinkan kedua orangtuanya jika pilihannya ini adalah yang terbaik. Akhirnya Islam pun melelehkan hati kedua orangtuanya. Sebagai generasi muslim Puerto Rico pertama, Maria jadi paham dan menghormati kerja keras orangtuanya selama ini.

“Aku muak dengan kehidupan yang aku jalani sebelumnya. Dan sekarang aku akhirnya menemukan kedamaian. Alhamdulillah, aku punya pilihan dan aku telah mengambilnya. Islam mengajarkanku untuk tetap rendah hati. apa pun kita, kita adalah hamba Allah swt, sama seperti yang lainnya..” kata Maria. (rz/Arab News)