Cerita Jusuf Kalla tentang Bank Century

Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) mengucurkan dana Rp 2,7 triliun (dari total keseluruhan Rp 6,7 tiliun) ke Bank Century pada 22 November. Tanggal itu merupakan tanggal merah karena hari Minggu. Sepertinya ada yang begitu mendesak sehingga LPS mengucurkan dana pada hari libur

Komentar Masuk:

hajime — Kamis, 26/11/2009 11:28 WIB

Dalam Pemilu Presiden kemarin, saya sangat kecewa kepada PKS (meski pun dalam pemilihan parlemen masih mendukung), karena tidak mendukung Jusuf Kalla dalam pemilihan Presiden. Banyak sekali retorika tidak logis (lebih dalam bentuk serangan politik) kepada JK, mulai hanya karena alsan beliau seorang dari Golkar, (padahal sangat jelas pemikiran politik Jusuf Kalla tdk terpengaruh dgn ciri ORBA dlm bertindak, yang ini pula menjadi penyebab dia terjungkal dari Pilpres & tidak diakomodir dalam Munas Golkar) sampai-sampai ada ikhwah yang mengatakan keluarga JK lebih tidak Islami dibanding Boediono. Saya ingin mengatakan bahwa apa yang nampak di pelupuk mata terhadap seseorang, itu jangan jadi penilaian kita terhadap tindakan-tindakan nyata dalam kehidupannya. Kenapa demikian ? banyak kok orang yg katanya berjilbab misalnya, tampil layaknya santri, ustadz, namun berkelakuan buruk, misalnya menipu, berbohong, bahkan sampai berdagang software bajakan, sampai berdagang parfum palsu.
Sangat kecewa saya, karena JK dgn sejumlah potensi yg dimilikinya tidak diakomodir dengan alasan "it's not vested interest".....namun dari banyak arus bawah PKS, JK sebenarnya tida dipilih karena dia bukan dari Jawa, semoga arus bawah itu salah, karena Majelis Syuro-lah yg lebih tahu,...

Di tahun 1999, saat itu saya masih menjadi sekretaris Dpra PK di Makassar, saya mendapati dari sejumlah donatur dalam pelaksanaan Muswil pertama PK Sulawesi Selatan, itu yang paling banyak memberikan sumbangsihnya adalah perusahaan-perusahaan yang bernaung di bawah Kalla group yang dimiliki Pak Jusuf Kalla. Ini sekedar mengingatkan. dan dalam banyak kesempatan even-even kader PK di Makassar banyak sekali diakomodir untuk dilaksanakan di Al-Markaz Al - Islami yang merupakan yayasan milik JK.

Ketahuilah PKS, dalam banyak kesempatan, anda tidak melihat, seperti yang disiarkan di Metro TV, JK mengungkapkan visi kepemimpinan yang dikagumi beliau adalah visi kepemimpinan Umar bin Khattab. Keras & tegas, cepat menindaki segala sesuatu. Dan selalu berada di sisi rakyat.

Paling tidak, saya telah belajar, demokrasi yang diterapkan PKS tidak lebih daripada sebuah logika oportunistik yang berpihak kepada golongan dan kepentingan orang-orang tertentu, dan tidak merupakan representasi logis ketidakberdayaan masyarakat muslim di tengah himpitan penguasa yang zalim & ketidakberdayaan dalam segala lini kehidupan. Di mana akhlak Islaminya ?


Inge — Kamis, 26/11/2009 11:33 WIB

Saya cuma rakyat kecil biasa,, yang tidak tau apa2... Tapi saat saya baca tentang cerita Pa Jusuf Kalla,, saya cuma mo bertanya,, gimana cara nya berita ini masuk ke fb saya??.. Supaya sebagian kecil teman2 saya (yang juga rakyat kecil..) bisa tau dan bisa ikut merasakan sedih bersama-sama,, saat membaca artikel mengenai cerita tentang "Dibalik heboh nya Bank Century..".. Terima Kasih sebelum nya..


ibnu_rachman — Kamis, 26/11/2009 11:36 WIB

untung kagak pilih lanjutkan pas pemilu kemarin


days slank — Kamis, 26/11/2009 11:37 WIB

Ternyata dan ternyata terbukti bahwa sannya Ada pihak asing dibelakang semua ini pak bud, neolib ya.

ayo ngaku siapa pendukung S & B, SAYA merindukan so2k pak jk


andi harun — Kamis, 26/11/2009 11:40 WIB

ALLOHUMMA YAA ALLOH MAZZIQ KULLA MUMAZZIQ..ANZILIL ADZAABA ILAIHIM...WA SALLIMNAA MIN FITNATID DUNYAA WA ADZAABIL AAKHIROTI WA MIN SYARRI FITNATIL MASIEHID DAJJAL...AAMIEN


guspram — Kamis, 26/11/2009 11:46 WIB

Ya Rabb tunjukan pada kami yang benar itu benar dan yg salah itu salah karena kami bosan dengan tingkah laku para bedebah


days slank — Kamis, 26/11/2009 11:48 WIB

dari awal memang sudah terlihat bau2 usa partainya juga,mulai dari kampanye bergaya mewah jauh dari kesan indonesia,kaya ajang pemilihan idol usa,tidak mencerminkan sosok budaya asli.............

jangan2 uang hasil century???????????????


budiyanto — Kamis, 26/11/2009 11:50 WIB

sistem ini harus di ganti , sayang sebagian rakyat masih tidak mau mencari keridhoan ALLAH SWT tapi lebih ke arah banyak suara , padahal sangat beda orang yang berilmu dan orang yang tidak berilmu

bagaimana mendapat pemimpin yang adil dan tegas serta jujur kalau sebagian besar rakyat lebih kearah rupa , uang dan rasa hati , tapi tidak melihat kebenaran yang didepan
itu saja uneg-uneg saya atas terpilihnya dari sebagian rakyat terhadap pilihannya


acy — Kamis, 26/11/2009 12:06 WIB

setiap permasalahn yg trjadi di indonesia sulit untuk diselesaikan apakah kerna ekonomi yg dterapkan dan kebijakan kan yg dipkai???


Dwijonoto — Kamis, 26/11/2009 12:06 WIB

Aku salah ya ! Kenapa bisa milih pemimpin yang merampok uang rakyat ?


Djoko — Kamis, 26/11/2009 12:06 WIB

Saya setuju dengan pendapat para pakar perbankan bahwa bankCentury yang sangat keccil ini tidak akan menimbulkan efek sistemik kalau ditutup, lain halnya kalau bank Century ini sekelas BCA, Mandiri atau BNI baru bisa menimbulkan efek sistemik secara nasional. Maju terus Pansus Hak Angket dan Usut Tuntas Skandal Bank Century tsb.


Ahmad Naufal — Kamis, 26/11/2009 12:09 WIB

Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) mengucurkan dana Rp 2,7 triliun (dari total keseluruhan Rp 6,7 tiliun) ke Bank Century pada 22 November. Tanggal itu merupakan tanggal merah karena hari Minggu.

Koreksi: Tanggal 22 November 2008 itu hari Sabtu, bukan hari Minggu.


Ahmad Naufal — Kamis, 26/11/2009 12:13 WIB

Jurnalis Dandhy Dwi Laksono menulis tentang 10 keganjilan Bank Century. Silakan baca ulasan argumentatifnya, dimulai dari link ini.

http://cicak.or.id/baca/2009/11/12/sekali-lagi-10-keganjilan-di-bank-century-1-2.html

Baca juga

http://cicak.or.id/baca/2009/11/25/aliran-dana-bank-century-1.html


tifa — Kamis, 26/11/2009 12:18 WIB

alhamd saya pilih pa Kalla waktu itu


pecinta indonesia — Kamis, 26/11/2009 12:25 WIB

Yang bersalah harus dihukum,
tapi heran juga kenapa kok masih banyak yang
memilih mereka.

Semoga segera terkuak kebenaran di negeriku tercinta ini.


LUCKENT — Kamis, 26/11/2009 12:29 WIB

Aslm...Pak JK yg budiman, ane turut sedih karena merasa bukan tuan rumah di negeri sendiri...Indonesia hanya banyak teori bukan tindakan makanya sering di uji oleh ALLAH AWJ....untuk itu kita harus menegakkan kebenaran agar negeri yg apa saja jadi tanaman bisa bangkit sebagai mercu suar buat negara lain....!
Tangkap & adili para penjahat berdasi....kasian rakyat sudah lama di dzalimi...ingat ALLAH AWJ tidak tidur ...& tak ada yg luput dari pandangan-NYA....

ALLAHU AKBAR......


adi — Kamis, 26/11/2009 12:33 WIB

pemimpin bangsa ini sudah banyak berkarakter seperti bangsa Toguth...


yati — Kamis, 26/11/2009 12:36 WIB

Wahai saudara-saudariku yg smg dimuliakan Alloh.... mari kita renungkan.... apa yg terjadi sekarang.... bukankah taqdir dan jg sepengetahuanNYA ??? mengapa kita hanya bisa berinternetria sj.... mengumpat.... menyesal. Bukankah apa yg terjadi sesungguhnya kita tdk tahu semuanya selain diberi pengetahuan sedikit olehNYA?..... jangan karena si A ngomong begini begitu atau si B begini begitu kita percaya....mereka manusia biasa dan punya keterbatasan baik dlm berpikir maupun bertindak. Siapa tahu dua-duanya hanya tipe pengumpul harta dan kekuasaan. Shg tidak ikhlas menerima kenyataan. Bukankah kita semua selama ini hanya atas dasar info media.... tak pernah tahu yg sesungguhnya niat mereka scr langsung. ingatlah..... kita hanya PENONTON !!!! yg penting kita lakukan adalah berapa jml orang yg sudah kita dakwahi dg perilaku kita dan menjadi orang baik...... jangan-jangan kita ini sdg diintip musuh nyata (yahudi -- memangnya tehnologi ini drmn hayo...) dan mereka senang krn pemuda-pemudi kita sibuk didepan internet trus saling menyesal dan mengumpat lagi..... tak ada kah kegiatan yg lebih baik dari pada seperti yg kita lakukan ini ????????????????


amar ma'ruf nahi munkar — Kamis, 26/11/2009 12:37 WIB

siapa yg bersalah akan dihukum Allah dunia akhirat


benz — Kamis, 26/11/2009 12:40 WIB

Apa yang sebenarnya terjadi pada indonesia ini, orang dengan ringan saja melakukan hal hal yang salah tanpa merasa bersalah, dan kemudian berbohong untuk menutupi kebohongannya, Negara ini merupakan negara dengan penduduk Islam terbesar didunia, Jangan sampai ALLAH murka dan menghukum dengan azab yang tak terbayangkan. Nauzubillah...


Neo — Kamis, 26/11/2009 12:43 WIB

Negri ini ga hanya ada "Buaya",tapi kolam yang penuh dengan "Buaya",tapi jangan lupa masih ada "Dinosaurus" mbah moyangnya....masih banyak tuh...ketutupan ama semak aja makanya g keliatan...dah dr pada bnyk teori & bicara di berbagai media..dah PEOPLE POWER "ON"


zainul arifin — Kamis, 26/11/2009 12:44 WIB

Semoga kasus ini benar-benar bisa terbuka dengan tuntas tidak seperti kasus BLBI atau Edy Tanzil


bromo — Kamis, 26/11/2009 12:49 WIB

saya ingin tahu : dilihat dari sisi mana para pejabat/penguasa bekerja dengan baik ? Listrik kadang mati kadang hidup.... Jalan disana-sini lubang... pendidikan : Mahal, hanya orang tolol yang bilang gratis....! Rumah Sakit : mahal. orang miskin dilarang sakit....! Hasil Laut dicuri sama negara lain.... Bikin KTP keluar duit.... bikin SIM dipalak sama polisi...kalau ngga ngasih ngga bakalan lulus..... Negeri ini memang sangat rusak dan sudah saatnya revolusi.... Wahai pemuda... bangun dan bergeraklah....Lawan kerusakan yang sudah kelewat batas ini....!


suhe — Kamis, 26/11/2009 12:56 WIB

Pak Jk sepertinya sudah mengabarkan hal ini semenjak pileg deh tapi memang saat itu rakyat masih terbius dengan isu "Lanjutkan"...Jadi baru bangun pada bangun sekarang nih..he he he


andika — Kamis, 26/11/2009 13:01 WIB

Teman-teman, Kira-kira memungkinkan tidak negeri ini terjadi Revolusi besar-besaran ???


wildan — Kamis, 26/11/2009 13:05 WIB

coba ditelusuri apakah pemimpin indonesia anggota, partisan freemasonry atau bukan,


asmien — Kamis, 26/11/2009 13:05 WIB

Insya Allah sebentar lagi Indonesia hancur, karena para pemimpinnya penghianat rela menjual rakyatnya demi kelangsungan kekuasaannya....

Astagfirullah.....


rakyat kecil — Kamis, 26/11/2009 13:07 WIB

mudah2an semuanya akan terungkap....
i miss u JK :)


Vito abdurahman — Kamis, 26/11/2009 13:10 WIB

Kekalahan dalam apapun selalu membuat pihak yang kalah kurang bisa legowo, banyak sekali tindakan-tindakan balasan yang punya tujuan untuk menggembosi sang pemenang.

Bagaimanapun, tetap lanjutkan.

Kita terus doakan dan dukung Bapak SBY dan Bapak Budiono. Untuk terus menumpas mafia peradilan dan menangkap para pengusaha busuk, yang sudah memanfaatkan kekuasaan demi kelangsungan bisnis keluarganya.


Yamin — Kamis, 26/11/2009 13:30 WIB

JK lebih dipercaya dalam masalah Bank Century, karena dia yang tahu persis permasalahannya, yaitu sebuah perampokan uang nasabah, yang anehnya sebuah perampokan didukung oleh pejabat BI & Keu waktu itu dengan mengucurkan dana talangan dengan melanggar kelaziman jam kerja suatu lembaga yaitu hari libur (minggu), apakah ini bukan korupsi ? jawabnya mari kita tunggu proses selanjutnya, semoga JK bisa jadi saksi hidup, selamat buat pak JK.... rakyat menunggu siapa kekuatan besar dibalik itu ??....


deen — Kamis, 26/11/2009 13:37 WIB

Jalan terbaik, mendingan Mbak Sri dan Pak Ono-Budi ngomong jujur deh. Siapa invisble-hand di balik pengucuran dana triliunan di hari minggu itu. Jangan muter-muter dengan alibi Bank Gagal Berdampak Sistemik, yang gak jelas ukurannya itu. Jujur aja. Gak usah takut. Rakyat malah salut pada Anda berdua, kalau Anda berani mengatakan siapa "sutradara" yang mengarahkan Anda (yang pinter-pinter ini) untuk melakukan tindakan "bodoh" macam itu.


ahmad ilhami — Kamis, 26/11/2009 14:07 WIB

dialognya berbau politik melulu..ga ada tema lain apa ya??!'afwan.
Pusing dengan politik yang di sandingkan dengan hal2 penegakan hukum...

hitam2, putih ya putih..
Udahlah ganti yang lain aj tema dialognya...


eya — Kamis, 26/11/2009 14:11 WIB

saya rasa tanggapan umum dari Menkeu atas hasil pemeriksaan BPK cukup bisa diterima.

yg penting sekarang transparansi aliran dana talangan itu.

jgn buru2 menilai orang ini buruk orang itu baik, belum tentu... mgkn kita juga tidak lebih baik dari mereka.

hanya Alloh yang tau.... Dia Maha Pengatur Segalanya.


Kirim Komentar

Komentar yang akan dimuat yang santun, argumentatif, dan tidak memancing permusuhan

Nama


Email


Website (opsional)


Komentar



 
 
Islamic Banking

Dengan Perbankan Syariah Transaksi Bisnis Dijamin Halal

Dengan adanya perbankkan syariah pertumbuhan ekonomi akan semakin terjamin dari kehalalnya. Karena produk-produk yang di tawarkan oleh perbankan syariah adalah sebuah produk yang mana berlandaskan dengan hukum-hukum syariah yang telah Allah berikan dan diolah sedemikian mungkin sehingga masyarakat luas menjadi tahu.

Adiwarman: Pertumbuhan Bank Syariah Akan Cepat pada 2010

Pengamat dan konsultan bisnis syariah terkemuka Indonesia, Adiwarman Karim, berani memproyeksi angka Rp101,1 triliun total aset perbankan syariah di 2010. Perhitungan itu hasil dari pertimbangan modal dan data historis pertumbuhan bank-bank syariah baru di 2010.

Kesejahteraan, Tujuan dari Perbankan Syariah

Ibarat rumah, perbankan syariah memiliki pondasi, pilar dan atap. Pondasi inilah yang menjadi dasar pembangunan bank syariah. Pembangunan pondasi harus kuat karena pondasi yang rapuh akan membuat bangunan perbankan syariah ikut rapuh.

Pendidikan dan Perbankan Syariah

Pendidikan, mencakup pengajaran, pembentukan moral, penelitian dan pengembangan, serta segala makna yang mungkin dikandung kata pendidikan, adalah isu yang sangat perlu diperhatikan di sektor perbankan syariah. Tidak bisa dipungkiri, teori dan praktek perbankan syariah saat ini banyak berangkat dari teori dan praktek perbankan konvensional.

Sekali Mendayung, Dua Manfaat di Dapat

Karena ingin mengajukan pinjaman untuk membeli kendaraan, akhirnya aku mendatangi bank-bank yang dekat dengan rumahku. Kebetulan di ruko dekat rumahku cukup lengkap banknya mulai dari yang konvensional sampai yang syariah.

 
 
 
 
 
Education Corner

Jika Terdesak Doraemon Baru Muncul

Bill menuai sukses di bisnisnya saat menjual program DOS kepada IBM. Ajaibnya saat Bill menawarkan program DOS ke IBM, BIll bersama rekannya, Paul dan Steve sama sekali belum memiliki program itu dan lebih gilanya lagi..

 
 
 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Akirman: ACT di Sini Nomor One

KANGEN sekali saya dengan suasana seperti ini. Rendy, Putri, Shalma Alexa, Ahad Rifaldo dan teman-teman sebayanya tampak duduk lesehan dengan tertib di lantai mushalla. Wajah mereka terlihat ceria.

 
 
 
 
Dialog
Arsip   RSS
 
 

PELUANG

 
 
 
Eramuslim Digest Video Mobile Webmail Index Search
Registrasi Login