Depan > Dialog > Komentar

Komentar : Kepemimpinan Kaum Muda

sebenarnya nggak masalah kalau yang muda memimpin, tapi pertanyaannya adalah siapa orangnya...?
masa sih kita koar koar minta tampuk kepemimpinan tapi nggak ada calon muda yang berkualitas....?
tolong beri contoh calon calon pemimpin kita dan apakah mereka mau memimpin Indonesia ^_^
kalau yang nggak berkualitas sih banyak...

Wassalam
andri (0.0.0.0) — Selasa, 09/12/2008 00:36 WIB
Ass, Saudaraku untuk sebuah perubahan itu dimulai pada saat muda karena tidak ada yang langsung tua, oleh karena itu Rasullah SAW untuk merubah negeri Arab dan dunia diangkat nabi berusia 25 dan rasul berusia 40. Namun disaat pada usia tua masih berkarya untuk perkembangan generasi berikutnya(atau keturunannya) oleh karena itu ada waktu berjalan,sistem, manejemen,konsep, draff dan lain lain. Akhirnya saudaraku janganlah takut kalau ada orang tua masih berkarya tetapi yang harus ditakuti adalah bila anak muda tidak berkarya ataupun berpikir.
nurbeni (0.0.0.0) — Jumat, 05/12/2008 13:34 WIB
Anak muda lebih berfikir kreatif per hari dari pada yang tua. bukan berarti mendikotomi antara tua muda, namun inilah fakta. Muda lebih energik, yang tua jelas lebih kurang. kita melihat dari sisi major nya.
bener kan??
yang tua lebih kepada pengawas, pemberi nasihat, pengontrol yang muda. itu lebih arif kan?
seperti yang muda adalah dirut/presiden di sebuah perusahaan, nah yang tua komisarisnya.
lebih arif kan ?
yang tua yaa lebih kepada orang tua saja.. membimbing. biarlah pekerjaan yang "capek" ini diberikan kepada orang muda yang lebih tahan "angin". tentu saja orang muda yang tetap FIX di jalan Allah SWT. bukan kah anak muda yang sholeh lebih baik dari pada orang tua yang sholeh..? wallahualam bshowab..;)
Adam (0.0.0.0) — Jumat, 05/12/2008 12:37 WIB
Asww..

Saatnya.. Kaum muda beraksi. Kenapa kita,kaum muda dikatakan cuma bisa berteori?
Karena para tetua yang mengajarkan seperti itu..

Para kaum tua lah yang telah membuat otak para pemuda penuh dengan teori..

pendahulu2 saya (karena saya masih muda), telah membuat sistem yang telah membuat tupul pemikiran kami sebagai kaum muda..

saudara2 mungkin tidak merasakan dampaknya..
Tapi,saya.. sebagai aktivis merasa sangat sedih. Kenapa??
saya kasian sama2 adik2 saya.. hidup mereka adalah les,les,dan les... kalo gitu kapan mau maju bangsa ini??

Tinggal kini,bagaimana kaum tua mulai memikirkan nasib umat.. Memang ketakwaan itu penting.. tapi amunisi itu penting.. kalau bukan kaum muda siapa lagi yang bakalan ganti mereka??

ya ga?

Wass,,,
Imam Assyuhada (0.0.0.0) — Kamis, 04/12/2008 17:21 WIB
Saya rasa yg muda lebih kecil resiko trak2 jelek, dengan sendirinya akan tdk terbebani oleh masalah masa lalu. Namun demikian kadang yg muda itu lebih grusah grusuh dan memiliki emosional yg cukup tinggi. maka dari itu perlu adanya pendampingan dari orang tua, karena untuk masalah kebijakan saya rasa lebih unggul dimiliki orangtua. Majulah
pemuda...
cuis (0.0.0.0) — Kamis, 04/12/2008 13:03 WIB
Saya rasa yg muda lebih kecil resiko trak2 jelek, dengan sendirinya akan tdk terbebani oleh masalah masa lalu. Namun demikian kadang yg muda itu lebih grusah grusuh dan memiliki emosional yg cukup tinggi. maka dari itu perlu adanya pendampingan dari orang tua, karena untuk masalah kebijakan saya rasa lebih unggul dimiliki orangtua. Majulah
pemuda...
cuis (0.0.0.0) — Kamis, 04/12/2008 12:46 WIB
Tua maupun muda sama aja, yg penting islami, orang2 yg takut pada Allah Subhanallahu Wata'ala pasti akan amanah, baik tua maupun muda, jd kanlah alquran n sunnah sebagai panduan dlm memilih pemimpin
Abu Abyan (0.0.0.0) — Kamis, 04/12/2008 12:19 WIB
saya yakin banyak pemimpin muda yang siap tampil dengan karya nyata..sekarang mereka ada di profesi2 terbaik..cuma masalahnya saluran mereka utk tampil seringkali ditutup oleh para pengangguran berbaju aktifis..mereka aktif dipolitik (partai) karena tidak ada profesi lain yg mau menerima mereka..sebagai gantinya mereka menutup jalur politik utk org yg terbukti eksis di luar dengan profesionalismenya...bisa di cek..nama2 politisi yg disebutkan umumnya adalah pengangguran karena gak punya kompetensi..orang2 seperti inilah sebenarnya yang merusak dunia politik..
politik yang seharusnya menjadi jalan untuk melayani rakyat malah jadi sarana untuk memperkaya diri sendiri..
cinta (0.0.0.0) — Rabu, 03/12/2008 14:36 WIB
Pada revolusi tahun 1966 dulu juga banyak aktifis muda yg tampil ke depan, sebut saja Akbar Tanjung, mungkin pak harto dulu juga generasi muda kali ya. Tapi itu semua tidak menjamin kesejahteraan masyarakat. Hasilnya bisa kita lihat saat ini. Kita masih tidak sejahtera, timpang, kalau ada yg sejahtera itu cuma sedikit sekali di banding rakyat yang susah. Blom lagi mereka yg muda2 dulu itu juga terlibat kasus2 korupsi yg menyesakan dada, mungkin masih banyak kasus yg tidak ter ekpos. Kalau saat ini ada generasi muda yg bilang di tangan mereka Indonesia bisa jadi lebih baik, saya juga mengharapkan demikian. Tapi sejarah telah membuktikan orang2 yg dulu katanya menegakan keadilan ternyata malah berlaku tidak adil setelam berkuasa. Apalagi ada generasi muda saat ini yg sampai meminta agar yg tua mundur biar saja mereka yg maju, itu menunjukan kemalasan dan ketakutan yg jelas. Untuk membangun Indonesia ini tidak bisa dengan hanya teori2, jargon2 (yg tua mundur) tapi kerja nyata dari kaum muda dan tua juga dukungan masyarakat. Jadi kenapa kita tidak bersatu saja membangun Indonesia yg makmur baik muda, tua, laki2, perempuan tak perlu ada pemisahan. Untuk sesama kaum muda tak perlulah meminta kepada yang tua untuk mundur, tapi raih lah tapuk kepemimpinan itu dengan persaingan yang sehat.
tyro (0.0.0.0) — Rabu, 03/12/2008 11:50 WIB
menurut ana sama aja ,mau muda mau tua yang penting memperjuangkan islam.
kiai sodron (0.0.0.0) — Rabu, 03/12/2008 11:00 WIB
Senang atau tidak,mau atau tidak,terpaksa atau dipaksa, pemimpin tua pada akhirnya akan mundur jua, paling kurang yang memaksa mereka minggir adalah usia.oleh karenanya kepada siapa negara ini dimanahkan? tentu kepada generasi berikutnya.jika yang tampak sekarang semuanya belum ideal, wajar, karena mereka baru belajar, karena sebelumnya tiada celah bagi mereka dan memang belum diberi kesempatan untuk belajar, makanya kita harus berpikir logis, sekarang mereka ada dan belajar dgn segala kekuranganya itu lebih baik, atau kita berkomentar aja sedang usaha yang nyata dari kita malah belum kelihatan, any how mau tidak mau kepemimpinan akan juga bergeser ke yang muda, hidup yang muda Merdeka!
Sudir Napirus (0.0.0.0) — Selasa, 02/12/2008 20:36 WIB
Assalamualaikum wr.wb. Seorang pemimpin tidak diukur muda atau tua. Tapi bagaimana kejujuran hatinya yang selalu terpelihara bahwa menjadi pemimpin adalah sebuah amanat yang harus dipertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT. Terlalu banyak dagelan yang memuakan para politisi kita, termasuk yang berusia muda. Mereka hampir setiap hari "bekerja kata" bukan "bekerja nyata". Bagi saya, usia tidak penting, sejauh memiliki kejujuran hati untuk apa sebenarnya berkehendak jadi pemimpin. Wassalamualaikum wr.wb.
Enang R. Asura (0.0.0.0) — Senin, 01/12/2008 13:27 WIB
Kepemimpinan pemuda? Ana setuju.karena pemuda adalah pilar kebangkitan. masa dimana saat-saat itu adalah kekuatan puncak yang menggelora, semangat yang membara.pemuda juga penerus estafeta perjuangan bangsa. mau di bawa kemana bangsa ini tergantung dari bagaimana dengan komitmen pemudanya pada perubahan saat ini. Dan insyaallah banyak tuh para pemuda sekarang yang ide-idenya briliant.kalau yang kita rasakan pada kepemimpinan yang tua-tua dulu saja begitu kalau sakarang ada di kalangan kaum muda yang lebih baik....kenapa tidak.
nur aminah (0.0.0.0) — Sabtu, 29/11/2008 22:03 WIB
pemimpin muda memang sangat diharapkan, tapi muda saja tidak cukup kalau tidak disertai dengan wawasan ke-indonesiaan dan ilmu pengetahuan yang mumpuni.ilmu pengetahuan saja tidak cukup kalau tidak disertai dengan iman yang kuat. jangan sampai pemimpin muda yang darah mereka masih bergejolak bisa terjerumus ke hal-hal negatif.
Jendriadi (0.0.0.0) — Sabtu, 29/11/2008 21:36 WIB
menurut pendapat saya,
ada satu sisi baiknya, ada sisi lain yg kurang baiknya. dan itu wajar di dunia ini. ada merit dan demeritnya.
masalahnya bukan pada kaum muda atau tua.
yg lebih dikedepankan adalah integritasnya, keistiqamahannya, qualificationnya utk menjabat posisi itu. ide-idenya yg membawa perubahan ke yg lebih baik.
jaman pra dan pasca kemerdekaan juga yg mengisi orang-orang muda. krn jiwa muda mempunyai keistimewaan drpd yg tua. SEMANGAT. itulah yg menurut saya paling dominan. semangat utk merubah sesuatu.
cuman si pemuda itu harus diberi support dari kalangan tua jg.
jadi antara kaum muda dan tua ya maju aja lah.
ga usah bikin dikotomi muda dan tua.
yg penting hancurkan sistem kapitalis itu, ganti dgn sistem syariah yg membawa keberkahan dan kemakmuran rakyatnya.
mohon maaf kalau ada yg salah,
wassalamualaikum,
-- yg ga suka politik banget --
chiba, jpn
arie (0.0.0.0) — Sabtu, 29/11/2008 15:15 WIB
Assalamu'alaikum

Just wanna say :

Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim. (QS. AlHujurat: 10)

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.(QS. AlHujurat: 11)

Semoga Allah SWT menyatukan hati-hati umat Islam dan menghangatkan kemesraan dalam memperjuangkan agama-Nya...Amien

Bosen deh ribut mulu (biasanya level akar rumput...sih)...mendingan sekarang jalin ukhuwah..ok..?


yusri (0.0.0.0) — Sabtu, 29/11/2008 13:14 WIB
Sudah menjadi sunatullah pemimpin muda pada waktunya akan tampil. Hanya berharap kepada Allah Swt. lah yang tampil adalah generasi terpilih. Tentu saja, kita menjadi bagian aktif untuk menyiapkan generasi terbaik itu. Mulailah dari sekarang!

www.wajitsubang.blogspot.com
Adirahman (0.0.0.0) — Sabtu, 29/11/2008 13:00 WIB
Yg namanya pemimpin bukan cuma presiden kan? kalau presiden pasti rakyat akan mudah menilai dia competance atau ndak karena sering diliput media. jadi unsur tua atau muda bukan prioritas. rakyat menilai kinerjanya, bukan jumlah cucunya.
kalau mau lebih diprioritaskan, batasi usia Anggota LEGISLATIF agar diisi anak2 muda tapi yg cerdas (jgn yg cerdas korupsinya) karena di LEGISLATIF butuh stamina prima untuk membuat aturan yg solutif dinegeri yg krisis terus ini.
Emang ga semua, tapi cek deh.. ada orang tua diLEGISLATIF yg kehadiranya pas-pas an (mdh2an ga tidur juga waktu sidang) tapi tunjangnnya minta naik terus. Untuk anda YTH :kami nyari uang cape pak buat bayar pajak!! Jadi kerja yg benar....
jalal-adDin Ibn Hamzah (0.0.0.0) — Sabtu, 29/11/2008 10:56 WIB
well, we must consider the facts that indonesia needs new spirit in its struggling towards justice and prosperous country. if we always feel skeptic and yet cynical; who will we trust to be our leaders (which, in Islam, are practically ummah servants)? we live in this country. we know how bad indonesia is (its system). islamic system? not yet. khilafah? not yet. so?
fsiekonomi.multiply.com (0.0.0.0) — Sabtu, 29/11/2008 09:06 WIB
baik pemimpin muda atau tua, kalau tidak memiliki SKILL "probrem solver" tetap saja tidak akan bisa mengalami perubahan yang baik. Ada apa tidak ya, profesi "problem solver" ? Kalau profesi Arsitek, Ahli Ekonomi, Militer,perbankan, dll kan sudah banyak. Nampaknya kita harus buat sekolah khusus ilmu "problem solver" !
Rizki (0.0.0.0) — Jumat, 28/11/2008 22:07 WIB
Pemimpin muda memang tidak menjamin lebih baik. tp setidaknya punya 2 kemungkinan :
jadi lebih baik atau jadi lebih jelek.
Lumayan kan masih ada harapan untuk jadi lebih baik dibandingkan selama ini dipimpin oleh orang tua tua yang sudah terkontaminasi oleh sistem. Hasilnya ?
Selalu GAGALLLLLL
jien (0.0.0.0) — Jumat, 28/11/2008 21:30 WIB
jelaz banget, kaum muda itu lebih produktif, aktif, dinamis, dan sebagainya.. tentu yang dibutuhkan bukan hanya umur yang masih relatif muda. tetapi juga sebuah pemikiran konsep tentang kepemimpinan itu sendiri.. jelaz dong! hanya kepemimpinan yang mengikuti Rasulullah SAW lah yang akan mengantar umat yang dipimpin kepada kesejahteraan.bukan hanya semangat melengserkan kaum yang sudah "sepuh-sepuh" tak berkonsep atau asal praktek, tetapi juga kita harus lengserkan SISTEM DEMOKRASI-SEKULER yang sudah sangat TUA dan USANG yang memang tidak akan mampu menyelesaikan masalah bangsa ini dan diganti dengan SISTEM dan ATURAN yang berasal dari Pencipta manusia, ALLAH SWT.
Allahu akbar!!
rizka (0.0.0.0) — Jumat, 28/11/2008 20:39 WIB
Indonesia butuh pemimpin2 yang segar! yang muda dan bergairah! Kalau perlu indonesia potong satu generasi dan biarkan pemuda memimpin, indonesia pasti jaya!
Andi (0.0.0.0) — Jumat, 28/11/2008 16:52 WIB
Memang benar bahwa hanya sistem yang diridhoi Allah saja (Syariat) yang akan menjamin kebahagiaan kehidupan dunia dan akhirat. Tapi kalau dilihat dengan mata telanjang, dirasa dengan hati jernih, dipikir dengan logika obyektif untuk mencapai tujuan itu tidak bisa semudah membalik telapak tangan. Kalau mau revolosi, ketidak stabilan yang akan terjadi, sejarah telah membuktikan. Islam yang rahmat untuk sekalian alam akan jauh panggang dari api. Kalau hanya meneriakkan sekeras-kerasnya, maka musuh Allah akan dengan mudah menggilas, dan daulah yang diimpikan semakin jauh. Jalan-jalan ke arah sana harus diciptakan. sedikit demi sedikit. Berikan pembinaan fikrah, aqidah, dan ruhiyah umat tentang haqnya sistem islam mulai dari diri sendiri, keluarga, masarakat hingga negara. Berikan penghormatan dan dukungan pada setiap pejuang walau jalannya berbeda. Nahdliyin melakukan pembinaan di kampung2. Muhammadiyah di kalangan moderat dan medern. Juga yang berjuang diarena politik. jangan saling suudzon dan merasa diri paling benar dan menyalahkan orang lain karena merasa perjuangannya paling benar. Karena inilah pengahambat tujuan mulai tadi. Berikan dukungan kepada siapa saja yang membela islam. Patut disukuri Kaum nasionalis juga mendirikan baitul muslimin. Artinya jalan-jalan ke islam semakin terbuka.
Kalau tidak sabar ingin syariat segera terwujud. Dirikan saja daulah di bulan atau planet lain. Atau revolosi dan lihat akibatnya.
aryobroto (0.0.0.0) — Jumat, 28/11/2008 16:01 WIB
Akhi Fillah,

Harus difahami bahwa tidak ada jaminan bahwa yg muda akan lebih baik, dan gagasan ini mencerminkan pemikiran yg tidak mendasar dan idiologis.
Bukti nyata adalah sejarah panjang Ummat Islam yg tidak ditentukan oleh Muda atau Tua-nya. Tetapi ditentukan oleh Kafa'ah(kemampuan) , Ketaqwaan, dan System yg baik. Abu Bakar , Umar, Usman, dll nya tidak bisa dikatakan muda saat memimpin, tetapi bagaimana dg hasilnya? tidak akan ada yg menyamainya. Mengapa mereka berhasil? Sungguh karena ketaqwaan yg luar biasa dan dg system yg baik yaitu system yg turun dari zat yg maha baik yaitu Allahu Swt berupa Syari'at Islam.
Mana mungkin akan berhasil selama menggunakan Idiologi buatan manusia dan system yg rusak yaitu system kapitalis dan Demokrasi yg lahir dari rahim Sekulerisme.
Maka satu-satunya jalan keluar adalah kembali kepada satu system yaitu SYARI'AH DAN KHILAFAH.

Jafar Abutama.
Syabab Hiuzbut Tahrir. Malang.
Jafar Abu Tama (0.0.0.0) — Jumat, 28/11/2008 15:08 WIB
insya4JJ generasi muda bisa menjawab semua probematika yang sedang di hadapi oleh bangsa ini
dengan semangat dan keimanan nya

D-arman (0.0.0.0) — Jumat, 28/11/2008 12:57 WIB
kalo pemimpin mudanya seperti nama yang disebutkan diatas, menurut saya sama sekali tidak qualified buat memimpin bangsa .... mending cari pemimpin muda lain yang sudah teruji perjuangan dan komitmennya untuk membangun bangsa .... kalau nama-nama pemimpin muda diatas, opotunis semua tuh ...:)
shahnaz (0.0.0.0) — Jumat, 28/11/2008 11:44 WIB
setuju banget, sudah jamannya kaum muda memimpin negeri ini. Masak 4L (Lo Lagi Lo Lagi) bosen kan! yang penting tau etika bagaimana jadi pemimpin, moral dan akhlak yang baik. Tidak cuma KORUPSI dan KoRUPSI yang ada dibenak
Pras (0.0.0.0) — Jumat, 28/11/2008 09:09 WIB
pemimpin muda tidak menjamin perubahan, demikian juga dengan pemimpin tua. yang penting adalah komitmen dan bukti untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik!
Doni (0.0.0.0) — Jumat, 28/11/2008 06:18 WIB

Kirim Komentar

Komentar yang akan dimuat yang santun, argumentatif, dan tidak memancing permusuhan

India Kembangkan Perbankan Syariah

Sistem perbankan Islami yang berbasis pada system bagi hasil dan bukan system bunga, terbukti telah memberikan kontribusi besar bagi pembiayaan proyek-proyek infrastruktur berskala makro di berbagai belahan dunia.

PELUANG

NURISLAMI - ERAMUSLIM