Usulan Fatwa Haram Golput

Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) berharap Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang haramnya golput dan wajibnya menggunakan hak pilih. Fatwa ini diyakini bakal menjadi fatwa yang populis dan mampu menyukseskan Pemilu 2009.

HNW mengungkapkan hal itu kepada wartawan usai menjalankan shalat Jumat (12/12/2008) di gedung DPR/MPR. HNW mengungkapkan hal itu ketika ditanya soal usulan koalisi partai Islam yang dilontarkan Din Syamsuddin.

Menurut HNW, tidak ada aturan perundangan yang mengharamkan koalisi–partai-partai Islam. Namun, HNW menilai yang lebih penting adalah bagaimana menyadarkan umat sebagai pemilik kedaulatan tertinggi untuk menggunakan hak pilihnya.

"Karena itu, penting bagi MUI untuk membuat fatwa tentang haramnya golput dan wajibnya menggunakan hak pilih," tegasnya.

Dalam konteks UU, lanjutnya, memilih memang bukan kewajiban. Tetapi dalam konteks kemaslahatan, wajar saja jika ada fatwa tersebut.

"Terserah mau memilih partai mana saja, tapi yang jelas umat memilih sesuai dengan hati nuraninya," tuturnya.

Apakah fatwa itu tidak berlebihan?

"Tidak juga, karena ada juga tokoh yang dengan tegas mengatakan menyuruh untuk golput. NU juga sudah memfatwakan tentang wajib memilih," tegasnya.

HNW juga meyakinkan bahwa fatwa ini tidak akan memicu konflik horizontal di masyarakat.
"Ini akan jadi fatwa yang populis," tandasnya.

Dalam kesempatan lain, beberapa pihak merasa keberatan dengan usulan fatwa haram golput oleh Hidayat Nur Wahid.

Ketua MUI sendiri, Amidhan, menyatakan keberatan dengan hal itu. "Jangan semua dibawa ke agama. Nabi bersabda, kamu itu lebih tahu soal duniawiyah. Soal agama itu dari Allah dan rasulnya, tetek bengek soal dunia, politik, diteliti dulu, dan nggak harus difatwakan. Nanti MUI memfatwakan angin," papar Ketua MUI Amidhan kepada detikcom, Jumat (12/12/2008).

Menurut dia, MUI tidak sembarang mengeluarkan fatwa dan ada prosedurnya. "MUI khawatir fatwa bisa menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal," ujar dia.

Dijelaskan dia, fatwa diproses, jika ada permintaan dari masyarakat, dan pejabat negara. Setelah itu, Komisi Fatwa mempelajari dan meneliti terlebih dahulu.

"Permintaan fatwa tidak boleh minta difatwakan supaya halal atau haram. Jadi, tergantung hasil penelitian. Apakah memang sudah sejauh ini rakyat apatis, dari mana hasil penelitian itu menyebutkan rakyat apatis," papar dia.

Begitu pun dari pihak LSM yang selama ini memantau kinerja pemilu. Dari Cetro, misalnya. "Tidak perlu fatwa haram golput dibuat. Itu akan menimbulkan kontroversi," kata Direktur Centre for Electoral Reform (Cetro) Hadar N Gumay kepada detikcom, Sabtu (13/12/2008).

Dikatakan dia, secara legal, dalam konstitusi disebutkan, bahwa memilih adalah hak dan bukan kewajiban.

Menurut Hadar, parpol dan caleg menata diri dan mengajak orang tidak bergolput dengan menunjukkan pemilu itu penting.

Selain itu, lanjut dia, kampanye parpol dan caleg harus penuh dengan gagasan yang realistis bukan kebohongan. "Kampanye jangan yang ngibul tetapi riil. Kalau ngibul nanti malas orang," cetus pria berkacamata ini.

***

Redaksi mengucapkan terima kasih atas kiriman komentar pada tema sebelumnya. Semoga bisa menjadi masukan kita semua.

Komentar Anda? ( Komentar Masuk : 309 )

Senin, 15/12/2008 16:36 WIB | email | print | share
 
 
Islamic Banking

Dengan Perbankan Syariah Transaksi Bisnis Dijamin Halal

Dengan adanya perbankkan syariah pertumbuhan ekonomi akan semakin terjamin dari kehalalnya. Karena produk-produk yang di tawarkan oleh perbankan syariah adalah sebuah produk yang mana berlandaskan dengan hukum-hukum syariah yang telah Allah berikan dan diolah sedemikian mungkin sehingga masyarakat luas menjadi tahu.

Adiwarman: Pertumbuhan Bank Syariah Akan Cepat pada 2010

Pengamat dan konsultan bisnis syariah terkemuka Indonesia, Adiwarman Karim, berani memproyeksi angka Rp101,1 triliun total aset perbankan syariah di 2010. Perhitungan itu hasil dari pertimbangan modal dan data historis pertumbuhan bank-bank syariah baru di 2010.

Kesejahteraan, Tujuan dari Perbankan Syariah

Ibarat rumah, perbankan syariah memiliki pondasi, pilar dan atap. Pondasi inilah yang menjadi dasar pembangunan bank syariah. Pembangunan pondasi harus kuat karena pondasi yang rapuh akan membuat bangunan perbankan syariah ikut rapuh.

Pendidikan dan Perbankan Syariah

Pendidikan, mencakup pengajaran, pembentukan moral, penelitian dan pengembangan, serta segala makna yang mungkin dikandung kata pendidikan, adalah isu yang sangat perlu diperhatikan di sektor perbankan syariah. Tidak bisa dipungkiri, teori dan praktek perbankan syariah saat ini banyak berangkat dari teori dan praktek perbankan konvensional.

Sekali Mendayung, Dua Manfaat di Dapat

Karena ingin mengajukan pinjaman untuk membeli kendaraan, akhirnya aku mendatangi bank-bank yang dekat dengan rumahku. Kebetulan di ruko dekat rumahku cukup lengkap banknya mulai dari yang konvensional sampai yang syariah.

 
 
 
 
 
Education Corner

Jika Terdesak Doraemon Baru Muncul

Bill menuai sukses di bisnisnya saat menjual program DOS kepada IBM. Ajaibnya saat Bill menawarkan program DOS ke IBM, BIll bersama rekannya, Paul dan Steve sama sekali belum memiliki program itu dan lebih gilanya lagi..

 
 
 
 
 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Akirman: ACT di Sini Nomor One

KANGEN sekali saya dengan suasana seperti ini. Rendy, Putri, Shalma Alexa, Ahad Rifaldo dan teman-teman sebayanya tampak duduk lesehan dengan tertib di lantai mushalla. Wajah mereka terlihat ceria.

 
 
 
 
Dialog
Arsip   RSS
 
 

PELUANG

 
 
 
Eramuslim Digest Video Mobile Webmail Index Search
Registrasi Login