Hidup Ini Harus Memilih

Senin, 06/04/2009 16:55 WIB | Arsip | Cetak


Setiap individu ini harus melakukan pilihan. Pilihan itulah yang nantinya akan mendasari seluruh proses kehidupannya. Tidak seorang muslim atau mukminpun yang dalam posisi tidak memilih.Ia harus menentukan pilihannya. Dan, atas pilihannya itulah, yang akan menentukan nasib manusia, kelak ketika ia sudah meninggalkan dunia yang fana ini. Manusia akan mendapatkan ‘reward’ dan ‘funishment’ oleh Allah Azza Wa Jalla berdasarkan keputusan dalam menentukan pilihannya itu.

Kehidupan ini sudah memberikan pelajaran yang konkrit dan jelas, terutama bagi manusia, yang senantiasa mau berfikir, dan memikirkan, khususnya atas fenomena alam semesta. Seperti pergantian waktu. Ada waktu siang yang terang, dan ada waktu malam yang gelap. Ada terang karena sinar matahari, dan ada gelap ketika matahari sirna oleh datangnya malam. Maka, ketika datangnya fajar di pagi hari itulah, yang dinamakan datangnya kehidupan. Dan, selalu dimulai dengan mengingat Allah Ta’ala melalui takbir, tahlil dan tahmid. Manusia melangsungkan kehidupan dan beraktifitas, ketika ada sinar (cahaya), dan adanya sinar ini,  alam  menjadi terang. Manusia di malam yang gelap dapat melakukan berbagai aktifitas, tapi itu sifatnya sangat terbatas, dan tetap saja membutuhkan sinar cahaya.

Dalam kehidupan ini ada pilihan-pilihan. Ada al-haq dan al-bathil. Ada kafir ada mukmin. Ada amanah dan khianat. Ada sidiq ada kadzib (dusta). Ada halal dan haram. Ada baik ada buruk. Ada hisbullah dan hisbussyaithon. Ada lagi sejumlah karakter di dalam kehidupan yang dapat diambil sebagai ibroh (pelajaran) bagi manusia. Ada kikir, tamak, dan orientasi hidupnya hanya berdasarkan syahwat, dan kenikmatan dunia. Tapi, ada jenis manusia tidak tamak, dan zuhud terhadap kehidupan dunia, serta bersikap hati-hati. Maka, manusia harus memilih diantara yang ada dalam kehidupan.

Allah Ta’la berfirman : “Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barangsiapa ingkar kepada Toghut, dan beriman kepada Allah, maka sungguh, di telah berpegang teguh tali yang sangat kuat yang tidak akan putus “. (al-Baqarah).

Jadi manusia diberi kebebasan oleh Allah Ta’ala untuk memilih sesuai dengan pemahaman atas realitas kehidupan ini, dan menentukan pilihannya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Tapi, setiap pilihan akan mempunyai implikasi bagi kehidupannya. Tak ada pilihan yang sifatnya netral bagi manusia. Ia harus menegaskan posisinya selama di dunia ini. Karena, ketika manusia sudah menentukan pilihan dan menetapkan posisinya, maka keputusannya menentukan pilihan itu akan menyebabkan manusia mendapatkan ‘jaza’ (balasan) di akhirat nanti.

Lebih ekplisit lagi, bagi orang-orang yang dengan pilihan itu, menjadikan  Allah itu sebagai tujuan hidupnya. Seperti dikatakan oleh Allah Ta’ala : “Allah pelindung orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka adlah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya”. (al-Baqarah). Jadi ayat itu, menunjukkan pada posisi masing-masing atas pilihan manusia, yang mukmin dan  kafir,sekaligus, apa yang nantinya akan didapatkan atas pilihan yang mereka lakukan itu.

Seperti halnya, Nabiullah Ibrahim Alaihissalam, melakukan pilihan yang sangat fundamental dalam kehidupannya. Apakah ia tetap bersama para penyembah patung? Atau meninggalkan para penyembah patung, dan hanya beribadah kepada Allah Ta’ala. Nabiullah Ibrahim Alaihissalam, juga harus memilih bersama ayahnya (Azhar) yang masih menyembah patung, atau meninggalkan ayahnya. Ibrahim Alaihissalam memilih meninggalkan ayahnya yang mencintai patung, sebagi bentuk kemusyrikan, dan mendurhakai Allah Ta’ala. Patung tidak dapat meninggikan derajat manusia, dan tidak layak lagi mendapatkan peribadahan dari manusia.

Manusia harus meninggalkan ‘ilah-ilah’ (tuhan-tuhan), dan hanya memiliih Allah Azza Wa Jalla, sebagai Tuhannya, dan meniadakan seluruh eksistensi ‘ilah-ilah’ yang akan menjadi padanan dari Allah Rabbul Alamin. Pengakuan la ilaha illa-llah, pasti akan membuat manusia memiliki posisi yang jelas bagi kehidupannya. Bukan mengabdi kepada ‘ilah-ilah’ yang sesungguhnya sangatlah lemah, dan tidak memiliki kemampuan apa-apa bagi manusia. Maka, memilih dan hanya mengabdi kepada Allah Ta’ala itu, akhirnya dapat membebaskan manusia dari penghambaan manusia lainnya.

Manusia yang sudah memilih Allah Azza Wa Jalla itu, sebagai tujuan akhir  kehidupannya, maka ia akan terbebas dari segala bentuk perbudakan, dan akan mendapatkan kebahagiaan, kebebasan dalam arti yang sungguhnya. Tidak lagi kehidupan mereka diekploitasi oleh ‘ilah-ilah’ yang menggunakan atribut duniawi, yang sangat tidak berarti. Seharusnyalah orientasi kehidupan manusia itu, diarahkan untuk memilih kepada al-haq, bukan kepada al-bathil. Bukan memilih atribut-atribut yang menyesatkan dan menjerumuskan manusia ke dalam kehidupan yang celaka dan hina.

Jadi, kewajiban kita bukan memilih bikinan-bikinan manusia, yang nisbi, yang relative, yang terbatas oleh ruang dan waktu, dan penuh dengan kepalsuan, kekotoran, kebohongan, dan hanya berorientasi kepada hawa nafsu. Manusia harus memilih segala kehidupan yang didasari oleh nilai-nilai Ilahiyah, yang dapat menyelamatkan hari depan umat manusia. Jangan pilihan yang kita lakukan justru membuat diri kita menjadi hina dihadapan Allah Azza Wa Jalla. Kita menginginkan kemuliaan disisi-Nya, kelak sesudah meninggalkan dunia yang fana ini. Wallahu ‘alam

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Editorial

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang