Eramuslim http://www.eramuslim.com Media Islam Rujukan Tue, 07 Jul 2015 04:33:14 +0000 id-ID hourly 1 http://www.eramuslim.com/ Tauhid dan Rezeki http://www.eramuslim.com/oase-iman/tauhid-dan-rezeki.htm http://www.eramuslim.com/oase-iman/tauhid-dan-rezeki.htm#comments Tue, 07 Jul 2015 04:33:14 +0000 tauhidPukul lima sore sudah lama berlalu. Maghrib memang masih belum waktunya. Sang artis terkenal itu bergegas menunaikan sholat Ashar. Ada perasaan bersalah yang susah payah ditepisnya. Tapi mau bagaimana lagi? Jadualnya memang padat.

Usai sholat, dia berniat berdoa. Bukan karena ada permohonan khusus, melainkan karena kebiasaan atau refeks saja. Namun ada SMS masuk ke telepon selulernya. Dari managernya. Ada order gede, dan dia diminta segera menemui si Bos. Sekarang, karena tidak ada waktu lagi, dan si Bos sangat sibuk. Sang artis dengan cepat memutuskan untuk membatalkan doanya, menuju kendaraan, dan memacunya. Ia tahu maghrib sudah menjelang. Namun ia memutuskan untuk ‘lihat bagaimana nantilah!’

Di perjalanan, adzan berkumandang. Nuraninya pun menyapa lembut, namun gelisah. Begitu tinggikah penghargaannya kepada si Bos? Sebegitu tingginya sehingga mengalahkan penghargaannya kepada Sang Pemberi Rizki? Demikian gugat sang nurani. Perasaan bersalah mengaliri seluruh jiwanya. Ia tahu, ia harus berubah. Ia juga tahu, ia tidak boleh menunda. Akhirnya ia putuskan, jika bertemu Masjid terdekat ia akan berhenti. Bagaimana janji bertemu si Bos? Biarlah Allah yang mengurus rizkinya. Demikian pikir Sang Artis.

Sang Artis menuturkan pengalaman ini kepada saya, yang mendengarkan dengan ta’zim. Sebenarnya Saya jarang bertemu artis manapun, apalagi artis papan atas. Di sisi lain, Saya sendiri memang tidak pernah berkeinginan untuk bertemu artis manapun.

Namun artis yang satu ini memang berbeda. Ia memiliki semangat untuk membantu syiar keIslaman. Walaupun belum sepenuhnya lepas dari kehidupan glamour, namun keinginannya untuk berbuat sesuatu terhadap Islam memancing simpati Saya.

Akhirnya mereka bertemu. Sang artis bersedia memberikan sedikit tausyiah untuk remaja, dengan bayaran yang nyaris gratis untuk ukuran seorang artis. Dan Sang artis pun menceritakan salah satu pengalaman rohaninya, sebagaimana dikisahkan di awal tulisan ini.

* * * * *

“Sebenarnya kisah Artis tadi adalah salah satu pelajaran tentang ketauhidan”, demikian kata salah seorang Ustadz di Masjid tempat saya tinggal.

“Tauhid? Apakah benar sedalam itu, Ustadz?” tanya saya keheranan.

“Ya, cerita tadi memang kecil dan sederhana, namun hakikatnya sungguh dalam. Cerita tadi adalah salah satu fragment tentang ketauhidan. Betapa tidak. Teori tauhid memang mengajarkan kita untuk meyakini bahwa hanya Allah Yang Maha Pemberi Rizki. Namun implementasi tauhid kita sering kali jauh dari itu.

“Kita masih lebih sering ‘memohon’ kepada atasan atau manusia-manusia lain yang kita anggap dapat mengalirkan rizki kepada kita. Kita juga lebih takut kepada mereka. Juga lebih berharap. Di mata kita, mereka sangat berwibawa dan sangat patut dihormati.

“Untuk itu, kadang-kadang kita rela mengorbankan hal-hal yang sebenarnya prinsip. Menggeser-geser, bahkan meninggalkan sholat, hanya karena harus mengejar deadline tugas yang diberikan oleh si Bos, adalah contoh sederhana namun sering kita temui sehari-hari”, demikian urai Sang Ustadz.

“Gejala lainnya adalah kita jadi sering malas berdoa, karena rasanya ‘kurang konkret’. Jauh lebih konkret bekerja dan ‘memohon’ kepada orang-orang yang ‘memberi’ rizki kepada kita.

“Sholat kita pun jadi kering. Kita tidak sungguh-sungguh merasakan kehadiran Allah di hadapan kita. Karena sebelum sholat kita tidak mempersiapkan jiwa untuk memohon dan meminta. Kita tidak menyiapkan proposal apapun ketika menghadap kepadaNya. Kenapa? Karena kita memang tidak sungguh-sungguh merasa menghadap kepadaNya.

“Bandingkan ketika kita membuat proposal fund raising atau pengumpulan dana kepada donatur atau sponsor. Kita menyiapkan segalanya dengan begitu rapih dan detail. Juga apik dan indah. Itu semua kita lakukan karena besarnya harapan kita terhadap pertolongan calon donatur atau sponsor tersebut. ” Sang Usatdz menjelaskan panjang lebar.

“Kadang-kadang, ketika kantor kita melakukan praktek kecurangan, loyalitas kita kepada kantor atau perusahaan tempat kita bekerja lebih kuat dari pada kepada Allah. ” Tandas Sang Ustadz.

Saya dan beberapa jama’ah lainnya manggut-manggut.

“Tapi bukankah Islam mengajarkan kita untuk bekerja profesional dan sungguh-sungguh?” Salah seorang jamaah mencoba mengklarifikasi.

“Betul sekali. Profesional berarti bekerja sesuai standar dan etika profesi yang bersangkutan. Jika profesinya dokter, bekerjalah sesuai standar dan etika kedokteran. Demikian pula arsitek, teknisi, IT, guru, bahkan mungkin da’i. Dan setahu saya, tak satu profesi pun yang mengajarkan kecurangan dan ketidaketisan”, demikian penjelasan Sang Ustadz.

“Kadang-kadang, saya sengaja menunda waktu sholat, karena pekerjaan belum selesai. Saya merasa lebih profesional jika pekerjaan sudah selesai, baru mengerjakan sholat”, orang tadi masih mencoba menjelaskan argumentasinya.

Sang Ustadz tersenyum. Kemudian menjawab dengan tenang, “Sebenarnya memang tergantung profesinya. Kalau profesi Anda adalah seorang dokter, apalagi dokter bedah, memang tidak bijaksana meninggalkan pasien dengan luka menganga. Walaupun sedapat mungkin kita menjadualkan pembedahan dengan perkiraan tidak melampaui waktu sholat. Namun terkadang hal itu memang sulit dilakukan.

“Ada pula profesi pemadam kebakaran, juga polisi yang sedang dalam operasi menangkap pelaku tindak kriminal. Namun itu semua adalah profesi khusus, sehingga memang perlu perlakuan khusus. Sedangkan yang saya maksud dalam penjelasan di atas adalah profesi yang umum, yaitu orang-orang dengan jadual kerja yang teratur. Jam masuk kantornya jelas, jam istirahatnya pasti, begitu pula jam pulangnya. ”

“Ustadz, adakah contoh lain selain menunda-nunda sholat?” Tanya jama’ah yang lain.

“Ada. Misalnya, enggan membayar zakat, apalagi infaq. Kita tahu, zakat itu sudah jelas ukurannya. Sedangkan infaq itu bebas besarnya. Nah, karena begitu takutnya kita akan kekurangan rizki, kita malas mengeluarkan zakat dan infaq. Tanda bahwa kita malas adalah kita ketika kita tidak menyediakan anggaran khusus atau rutin untuk kedua pos itu.

“Kita tidak begitu yakin dengan janji Allah, bahwa DIA akan mencukupi seluruh kebutuhan kita. Kita takut miskin karena berinfaq.

“Jadi, semuanya kembali berakar kepada ketauhidan”, jelas Sang Ustadz.

“Nah, mulai sekarang, bersegeralah setiap kali ada SMS atau calling dari Allah, ” demikian Sang Ustadz mengakhiri penjelasannya, sambil tersenyum.

]]>
http://www.eramuslim.com/oase-iman/tauhid-dan-rezeki.htm/feed 0
Penghianatan Syiah di Baghdad http://www.eramuslim.com/peradaban/bercermin-salaf/penghianatan-syiah-di-baghdad.htm http://www.eramuslim.com/peradaban/bercermin-salaf/penghianatan-syiah-di-baghdad.htm#comments Tue, 07 Jul 2015 04:13:29 +0000 http://www3.eramuslim.com/?p=43653 Kejatuhan Baghdad dan Khalifah Abbasiyah pada abad ke 13 (1238), saat itu Khalifah Al Musta’shim sebagai Khalifah Abbasiyah, berbeda keyakinan dengan perdana menterinya sendiri, Wazir Al Alqamiy.

Khalifah seorang Sunni bermazhab Syafi’i, sedang Wazir seorang penganut Syiah. Si Wazir telah tahu bahwa pasukan tentara Mongol akan menyerang bagai topan atas kota Bagdad, yang didiami oleh jutaan kaum muslimin. Karena keculasan Wazir terhadap kekuasaan Khalifah, lalu ia bersiasat untuk berkhianat terhadap Islam, kekhalifahan dan rakyatnya , lalu ia tergesa gesa memberikan komando dan memberikan cuti kepada seluruh  prajurit yang mempertahankan Baghdad.

Pada saat daulah Baghdad lengah di segala pertahanan di seluruh penjuru, serbuan Tartar datang dengan dashatnya , tidak ada satupun kekuatan yang membendung pasukan Tartar.

Khalifah dan seluruh keluarganya ditangkap dan dibunuh. Mulanya Wazir Al Alqamiy dibiarkan hidup, tetapi setelah negeri dihancurkan oleh prajurit Mongol dan Tartar yang menang itu, kota Baghdad hancur menjadi puing dan lebih dari satu juta orang tewas terbunuh, bergelimpangan bangkai jenazah, dan air sungai Dajlah yang mengalir ditengah kota menjadi hitam akibat bekas tinta yang mengalir dari hancurnya jutaan buku buku ilmu pengetahuan Islam yang dihanyutkan ke sungai itu.

Akhirnya penghianat Al qamiy sendiripun dibunuh oleh Houlako Khan. Dengan terus terang Houlako mengatakan bahwa orang semacam Wazir itu tidak ada gunanya buat hidup. Khalifahnya sendiri dijualnya dan pintu kotanya dibukanya dan musuh dipersilahkan masuk dengan harapan dia akan “terpakai” oleh penguasa yang baru. Houlako Khan mengatakan bahwa orang semacam Wazir ini tidak ada gunanya dilindungi.

Begitulah jiwa penghianat ini yang lebih menghormati dan bangga dengan kedekatan terhadap musuhnya di banding Kaum Muslim yang beriman, mereka rela korbankan Islam demi kejayaan program musuhnya asalkan keduniaan mereka tercukupi oleh kekuatan musuh yang juga hanya kekuatan makhluk. Dan begitulah akhir dari penghianat, di dunia tak dapat apa apa dan di akherat akan mendapatkan azab yang luar biasa dari Allah SWT, wallahu Alam

]]>
http://www.eramuslim.com/peradaban/bercermin-salaf/penghianatan-syiah-di-baghdad.htm/feed 0
Eramuslim Wakaf 2 Wasiat Nabi : Al Quran dan Al Hadits http://www.eramuslim.com/wakaf/eramuslim-wakaf-2-wasiat-nabi-al-quran-dan-al-hadits.htm http://www.eramuslim.com/wakaf/eramuslim-wakaf-2-wasiat-nabi-al-quran-dan-al-hadits.htm#comments Tue, 07 Jul 2015 02:45:29 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=85153 DSC_0271Assalamu Alaikum Para Netters yang kami cintai…

Ada beberapa pembaca setia eramuslim dan mereka  sering memesan beberapa buku pilihan dari kami, dan ternyata buku buku tersebut tidaklah dikirim kepada dirinya, tetapi mereka  titipkan kepada eramuslim untuk mengirimkan buku buku tersebut kepada beberapa Ustadz yang memang membutuhkan materi referensi buat dakwahnya…

Kami takjub cara mereka mengumpulkan   amal saleh yang kelihatannya ringan tetapi sangat berarti buat dakwah islam ini, dan insyaAllah sangat berat timbangan amalnya, karena amal itu terus berlanjut hingga penerima ilmu yang terakhir dari jalur amal saleh ini hingga akhir zaman kelak…

Contoh kebaikan ini adalah contoh sunnah yang baik persis seperti apa yang disampaikan oleh rasulullah Muhammad SAW di bawah ini :

سنن ابن ماجه ١٩٩: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي الشَّوَارِبِ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عُمَيْرٍ عَنْ

الْمُنْذِرِ بْنِ جَرِيرٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ

 

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَنَّ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا كَانَ لَهُ أَجْرُهَا وَمِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا لَا يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ سَنَّ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْئًا

 

Sunan Ibnu Majah no 199: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdul Malik bin Abu Syawarib berkata, telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Umair dari Al Mundzir bin Jarir dari Bapaknya ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa membuat satu sunnah yang baik, kemudian sunnah tersebut dikerjakan, maka ia akan mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa membuat satu sunnah yang buruk kemudian sunnah tersebut dikerjakan, maka ia akan mendapatkan dosanya dan dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dari dosa mereka sedikitpun.”

Berdasarkan hadis tersebut, Kami eramuslim divisi wakaf dan amal jariah, mengundang dan mengajak para netters tercinta untuk melakukan sunnah hasanah tersebut, dan diniatkan sebagai amal jariah karena Allah SWT dan meyakini hadis sahih di bawah ini adalah sebuah kebenaran :

 

سنن الترمذي ١٢٩٧: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ

 

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ وَعِلْمٌ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُو لَهُ

 

قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

 

Sunan Tirmidzi no 1297: Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hujr, telah mengabarkan kepada kami Isma’il bin Ja’far dari Al ‘Ala` bin Abdurrahman dari ayahnya dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika seseorang meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal; Sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, dan anak shalih yang mendoakannya.” Abu Isa berkata; Hadits ini hasan shahih.

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan mengusahakan amal-amal shaleh tersebut karena di samping keutamaannya sendiri yang besar, juga pahalanya yang terus mengalir meskipun kita semua yang mengusahakannya telah meninggal dunia. Dan Imam an-Nawawi mencantumkan hadits ini dalam bab: Pahala yang (terus) didapatkan oleh seorang manusia (meskipun) dia telah meninggal dunia.

Hadits ini juga merupakan penjabaran dari firman Allah:

{إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآَثَارَهُمْ}

“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami mencatat amal yang telah mereka kerjakan (di dunia) serta bekas-bekas (yang) mereka (tinggalkan)” (QS Yaasiin: 12).

Dengan kata lain , Allah akan mencatat  amal-amal yang mereka kerjakan sendiri dan jejak-jejak yang mereka tinggalkan, karena mereka yang mengusahakan sebab terwujudnya amal-amal tersebut, baik amal yang shaleh maupun amal yang buruk.

Berdasarkan semangat itu kami mengajak dan menyajikan sebuah amal jariah yang insyaAllah kami akan sampaikan kepada para dai , ustadz, mubaligh , pondok pesantren, sekolah Al Quran, yang tersebar di nusantara yang sangat membutuhkan literatur ini untuk dakwah maupun pendidikan Islam yang akan mereka sampaikan kembali ilmunya bagi para objek dakwahnya , adapun paket amal jariahnya sebagai berikut :

ibnukatsirPaket 1 :

Tafsir Ibnu Katsir, set  lengkap 10 Jilid, Pustaka Imam Syafii,

berat total 13 kg

Nilai Wakaf  paket 1 ini  : Rp 1,000,000,-

Paket 2 :

Tafsir Ibnu Katsir lengkap 10 Jilid, Pustaka Imam Syafii, dan 

Fathul Bari, Kumpulan dan penjelasan Hadits riwayat Imam Bukhari , Karya Imam Ibnu Hajar Asqalani , set lengkap , 36 Jilid, Pustaka Azzam,

berat total +/- 50 kg

Nilai Wakaf paket 2  ini : Rp 5,000,000,-

fatuCara Pemesanan :

Opsi 1 : Paket wakaf di salurkan sendiri oleh pemesan, kami akan kirimkan paketnya kepada pemesan,  bila wilayahnya berada di Jadebotabek, kerawang dan Bandung  ongkos kirim gratis. bila diluar wilayah tersebut akan dikenakan ongkos kirimnya.

Opsi 2 : Paket wakaf pemesan diamanahkan  kepada pihak eramuslim untuk menyalurkannya , tanpa adanya biaya ongkos kirim kepada penerima wakafnya.

Untuk  berminat partisipasinya , silahkan sms atau hubungi eramuslim di no HP : 085695070099 dengan menyebutkan nama, paket wakaf dan opsi pengirimannya.

Bank Penerima Wakaf ini :

Bank Syariah Mandiri, KCP Pondok Indah

Kode bank 451

Rekening : 0040139003

a/n Eramuslim Global Media

Demikian disampaikan, atas perhatiannya diucapkan terimakasih.

Wassalamu alaikum Wr Wb

Eramuslim

]]>
http://www.eramuslim.com/wakaf/eramuslim-wakaf-2-wasiat-nabi-al-quran-dan-al-hadits.htm/feed 0
Resensi Buku : Ensiklopedia Akhir Zaman, Patut Dimiliki http://www.eramuslim.com/resensi-buku/resensi-buku-buku-fenomenal-ensiklopedia-akhir-zaman-patut-dimiliki.htm http://www.eramuslim.com/resensi-buku/resensi-buku-buku-fenomenal-ensiklopedia-akhir-zaman-patut-dimiliki.htm#comments Tue, 07 Jul 2015 02:30:56 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=73955 ensik akhirEra 2000 hingga 2009 menjadi musim ‘panas’ bagi tema-tema futuristik. Banyakbuku yang mengupas tentang tanda-tanda kiamat, akhir zaman, Imam Mahdi, Dajjal dan topik semisal yang diterbitkan dan beredar luas di masyarakat. Mungkin lebih dari 70 judul buku-buku bertemakan akhir zaman yang telah terbit. Lalu memasuki tahun 2010 tema-tema tersebut mulai berkurang kuantitasnya. Namun tak lama setelah itu kita dikejutkan dengan apa yang tengah terjadi di Timur Tengah. Arab Spring atau angin revolusi Arab berhembus sedemikian kencangnya menerpa negara-negara teluk. Beragam analisa dan spekulasi tentang makin dekatnya tanda-tanda akhir zaman semakin ramai dibicarakan. Dan buku-buku dengan tema akhir zaman mulai membanjiri kembali ranah publik dengan berbagai corak dan ragam. Semua seakan berlomba untuk menyuguhkan yang menarik kepada pembaca.

Berbeda dengan buku-buku akhir zaman yang telah beredar luas, ada banyak hal menarik tentang akhir zaman yang sangat luar biasa yang dikupas dalam buku ini. Tidak seperti para penulis dan pemerhati tentang tema-tema futuristik yang ada, Dr. Ahmad Al-Mubayyadh telah melakukan pengkajian yang sangat mendalam dengan manhaj yang lurus, sehingga mengantarkan para pembaca pada pemahaman yang shahih. Setidaknya, inilah di antara keunggulan karya Dr. Al Mubayyadh ini dibanding karya lainnya adalah:

 

  1. Penulis telah menjelaskan manhaj / metodologi penulisan buku ini dalam mukadimahnya. Yang paling mendasar adalah penjelasan tentang status hadits/ atsar yang termuat, penjelasan makna dari kosakata hadits dan penjelasan kontekstual hadits tersebut secara realita kekinian.
  2. Penulis membagi tanda-tanda akhir zaman dengan metode yang juga belum dilakukan oleh para penulis sebelumnya. Bukan hanya menjelaskan mana yang masuk dalam tanda kiamat kecil dan mana yang masuk tanda kiamat besar—sebagaimana yang banyak dilakukan oleh penulis tema semisal, namun lebih kompleks dari itu. Penulis menyebutkan tanda kiamat kecil di masa nabi, tanda kiamat di era sahabat, tanda kiamat kecil yang terjadi pada salaf yang masih terus berlangsung hingga zaman sekarang, tanda kiamat kecil yang telah jelas maknanya, tanda kiamat kecil yang belum jelas maknanya, pra kondisi menuju tanda-tanda kiamat kubra, dan lainnya. Ini akan memudahkan para pembaca untuk memahami kandungan hadits-hadits fitnah yang masih musykil.
  3. Penulis juga sangat piawai dalam melakukan aktualisasi dan kontekstualisasi hadits-hadits fitnah yang masih musykil. Tidak membiarkan kebingungan atas makna dan hakikat nubuwat tersebut, namun juga tidak liar dalam interpretasinya.
  4. Penulis sangat berhati-hati terhadap hadits-hadits yang mengandung banyak kemungkinan makna dan berhasil mengompromikan banyak riwayat yang terlihat musykil dengan metode yang sangat baik. Misalnya ketika menjelaskan tentang ikhtilaf para ulama tentang hadits Dajjal versi ibnu Shayyad dan Dajjal versi Tamim Ad-Dari. Juga hadits tentang masa menetapnya nabi Isa di dunia, apakah 7 tahun atau 40 tahun, lantaran kedua riwayat tersebut sama-sama shahih, ternyata penulis mampu memadukan riwayat-riwayat tersebut dengan sangat piawai.
  5. Penulis banyak sekali memaparkan hadits-hadits yang jarang ditemukan dalam pembahasan tentang fitnah dan petaka akhir zaman. Hadits tentang munculnya kendaraan setan (mobil), hadits tentang An-Nafsu Zakiyah yang terbunuh sebelum datangnya Al-Mahdi, hadits tentang hujan meteor sebelum keluarnya Dajjal, dan riwayat-riwayat lain yang membuat kita takjub, tentunya karena penulis juga menjelaskan keshahihan riwayat tersebut.
  6. Di samping menyebutkan hadits-hadits tentang petaka dan huru-hara menjelang akhir zaman yang sering kali membuat para pembaca ketakutan secara berlebihan, penulis juga memaparkan dan menjelaskan janji-janji kemenangan Islam yang bukan cuma utopia atau ilusi. Bukan cuma karena yakin akan kebenaran nubuwat, namun penjelasan tentang realitas kekinian yang diisyaratkan hadits tersebut benar-benar membuat para pembaca tidak punya pilihan lain kecuali benar-benar mengimani nubuwat tersebut dengan haqqul yakin.
  7. Dan yang terpenting, penulis juga banyak memaparkan solusi dan langkah yang harus diambil oleh kaum muslimin dalam menghadapi berbagai persoalan fitnah yang menimpa mereka.

Masih banyak lagi kelebihan pembahasan dalam buku ini. Boleh jadi, ini merupakan buku terlengkap yang mengupas secara detil dan rinci tentang hakikat fitnah  akhir zaman. Selamat membaca !!!!

Judul : Ensiklopedi Akhir Zaman

Harga : Rp 190,000 (Belum termasuk ongkos kirim)

Bagi yang berminat memesannya, silahkan sms ke 085811922988 ataupun email ke marketing@eramuslim.com , dengan menyebutkan judul buku, nama , dan alamat yang lengkap, selamat berkunjung dan memesannya…

]]>
http://www.eramuslim.com/resensi-buku/resensi-buku-buku-fenomenal-ensiklopedia-akhir-zaman-patut-dimiliki.htm/feed 0
Sukses Petisikan JHT BPPJS, Kaum Buruh Kini Adakan Petisi Untuk Fahri Hamzah http://www.eramuslim.com/berita/nasional/sukses-petisikan-jht-bppjs-kaum-buruh-kini-adakan-petisi-untuk-fahri-hamzah.htm http://www.eramuslim.com/berita/nasional/sukses-petisikan-jht-bppjs-kaum-buruh-kini-adakan-petisi-untuk-fahri-hamzah.htm#comments Tue, 07 Jul 2015 02:26:56 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=108049 fahri-hamzahEramuslim.com – Gerakan petisi yang dilakukan kalangan buruh beberapa hari lalu sukses membuat revisi jaminan hari tua BPJS Ketenagakerjaan yang mengakibatkan Jokowi harus menganulir kebijakan tersebut. Kini kalangan buruh kembali bergerak. Sasarannya kali ini adalah Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

Di laman change.org, Selasa (7/7/2015) sudah ada lebih dari 5 ribu orang yang meminta agar Fahri Hamzah meminta maaf atas ucapannya. Petisi ini dibuat oleh seseorang bernama Nur Hayati.

Dia menyoal ucapan Fahri di sebuah stasiun televisi yang membedakan buruh dan anggota DPR perihal urusan rapat.  Judul petisi itu ‘Fahri Hamzah, Tarik penyataan anda dan Minta maaf atas pernyataan anda tentang buruh pabrik yang hanya menerima upah’.

“Fahri Hamzah sebagai Wakil ketua DPR yang sangat menyingung ketika dia ditanya reporter televisi swasta tersebut kosongnya ruang sidang paripurna dan anggota DPR menghadiri sidang hanya dengan tanda tangan. Pernyataan Fahri Hamzah Teori kehadiran di parlemen berbeda  dengan di pabrik, Kehadiran di parlemen adalah voting right, hadir untuk mengambil keputusan, bukan seperti buruh pabrik yang hadir untuk menerima gaji,” tulis Nur Hayati

“Bagi teman-teman buruh se-Indonesia dan yang peduli buruh, mari kita tuntut Fahri Hamzah untuk menarik penyataan dan minta maaf kepada buruh-buruh Indonesia yang sudah merendahkan pekerjaaan buruh,  yang seolah-olah buruh adalah pengemis, dan kita tanpa bekerja kita hanya datang  ke pabrik untuk menerima upah dari Pengusaha,” ajak Nur Hayati dalam petisinya. Hingga berita ini diturunkan belum ada respons dari Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah atas petisi ini.(rz)

]]>
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/sukses-petisikan-jht-bppjs-kaum-buruh-kini-adakan-petisi-untuk-fahri-hamzah.htm/feed 0
Wahai Muhammad Rasulullah, Pemimpin Penghuni Surga http://www.eramuslim.com/hadits/siapakah-pemimpin-penghuni-surga.htm http://www.eramuslim.com/hadits/siapakah-pemimpin-penghuni-surga.htm#comments Tue, 07 Jul 2015 02:10:04 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=55485 surgaaaDari Abu Sa’id Al Khudri bahwa Rasulullah SAW bersabda , Abu Bakar dan Umar adalah dua orang pemimpin golongan paruh baya penghuni surga, dari orang orang yang terdahulu dan yang datang kemudian.”

Dari Abu Said Al Khudri ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Hasan dan Husain adalah dua pemimpin pemuda penghuni surga.”

Pemimpin yang benar adalah yang memuji Tuhannya dan bersaksi kepadaNya. Sedangkan , pemimpin perempuan yang mulia adalah yang ridha dengan TuhanNya dan menerimaNya dengan baik. Dan, perempuan yang paling utama adalah mereka yang menghuni surga na’im karena para perempuan penghuni surga tetap lebih utama. Adapun para pemimpin perempuan penghuni surga adalah Khadijah, Fatimah, Maryam, dan Asiyah.

Dalam Musnad karya Ahmad, Musykilul Atsar karya Ath Thahawiy, dan Mustadrak karya Hakim, disebutkan dengan sanad yang shahih dari Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah SAW menggaris di atas tanah dengan empat garis, kemudian bersabda, “Tahukah kalian apa ini.” Para sahabat menjawab,”Allah dan RasulNya lebih mengetahui.” Kemudian, beliau bersabda lagi, “ Perempuan penghuni surga yang paling utama adalah Khadijah binti Khuwalid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, dan Asiyah binti Muzahim, isteri Firaun.”

Maryam dan Khadijah adalah yang lebih utama di antara mereka. Dalam Shahih Bukhari dari Ali bin Abi Thalib bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Sebaik baik perempuan adalah Maryam dan sebaik baik perempuan adalah Khadijah.”

Sumber : Na’imuha wa Qushuruha wa Huruha, Mahir Ahmad Ash-Shufiy)

]]>
http://www.eramuslim.com/hadits/siapakah-pemimpin-penghuni-surga.htm/feed 0
Pihak Yang Kalah Selalu Meniru Pihak Yang Menang http://www.eramuslim.com/islamic-quotes/pihak-yang-kalah-selalu-meniru-pihak-yang-menang.htm http://www.eramuslim.com/islamic-quotes/pihak-yang-kalah-selalu-meniru-pihak-yang-menang.htm#comments Tue, 07 Jul 2015 01:45:18 +0000 http://www3.eramuslim.com/?p=44191 hamkaOrang yang kalah selalu meniru orang yang menang, baik dalam lambangnya maupun cara berpakaiannya, atau kebiasaannya dan sekalian gerak gerik dan budayanya.

Sebabnya ialah karena jiwa itu selalu percaya bahwa kesempurnaan hanya pada orang yang telah mengalahkannya itu, lalu dia menjadi peniru dan penurut; baik oleh karena telah sangat tertanam rasa pemujaan, atau karena kesalahan berfikir, bahwa keputusan bukanlah karena kekalahan yang wajar, melainkan karena tekanan rasa rendah diri dan beranggapan yang menang selalu benar.

Walau mereka masih mengakui beragama Islam dan  kadang kadang ibadahnyapun masih mereka kerjakan, tetapi hakikat Islam telah hilang dari jiwa mereka.

Saking tertariknya dan tergadainya jiwa mereka kepada bangsa lain yang memimpinnya , tidaklah mereka keberatan lagi menjual agama dan bangsanya dengan murah kepada pihak yang mengalahkannya.- HAMKA-

]]>
http://www.eramuslim.com/islamic-quotes/pihak-yang-kalah-selalu-meniru-pihak-yang-menang.htm/feed 0
Pengalaman Ramadan Membuat Natasha "Bangun dari Tidur" http://www.eramuslim.com/dakwah-mancanegara/pengalaman-di-ramadan-membuat-natasha-bangun-dari-tidur.htm http://www.eramuslim.com/dakwah-mancanegara/pengalaman-di-ramadan-membuat-natasha-bangun-dari-tidur.htm#comments Tue, 07 Jul 2015 01:25:21 +0000 http://www.eramuslim.com/dakwah-mancanegara/pengalaman-di-ramadan-membuat-natasha-bangun-dari-tidur.htm Natasha baru masuk Islam pada Januari 2011 lalu. Awalnya, perempuan asal Slovakia itu tidak merasa penting untuk berbagi cerita tentang keputusannya memeluk Islam. Tapi ia menyadari, bahwa ia sendiri mendapatkan banyak manfaat dari para mualaf lainnya yang mau berbagi pengalaman dan cerita tentang keislaman mereka. Natasha berharap, pengalaman yang akan ia bagi ini akan memberikan manfaat juga bagi orang lain, dan memberi inspirasi bagi mereka yang belum memeluk Islam, agar menemukan jalan kebenaran seperti jalan yang telah Natasha temukan sekarang, yaitu jalan Islam.

Natasha berasal dari keluarga Katolik di Slovakia, sebuah negara di Eropa Tengah yang penduduknya mayoritas memeluk agama Kristen, baik Kristen Protestan, Katolik, Kristen Ortodoks dan beberapa aliran dalam Kristen lainnya, sedangkan agama Islam tidak populer dan tidak begitu dikenal oleh masyarakat negaranya.

Namun Natasha mengakui bahwa ia memeluk agama Katolik, karena kedua orang tuanya Katolik. Ia memang rajin ke gereja setiap minggu dan belajar agama Katolik di sekolahnya, tapi ia tidak pernah benar-benar menghayati ajaran agamanya.

Ketika menginjak usia 16 tahun, Natasha baru berpikir tentang dirinya sendiri dan mempertanyakan tentang keyakinan agamanya. Ia tidak lagi bisa menerima doktrin “Begitulah semuanya terjadi, terima saja!” seperti yang ditekankan oleh ajaran Kristen Katolik yang dianutnya.

Ia ingat, sering menanyakan pada ibunya tentang banyak hal yang disampaikan para pendeta dalam khutbahnya seusai misa yang dihadirinya. Dalam banyak kesempatan, memang ada khutbah yang isinya bagus dan si pendeta berusaha memberikan arah kehidupan bagi para jamaahnya. Tapi Natasha merasa seperti seorang budak yang tidak punya keinginan sendiri. Ia menyadari, tak ada manusia yang sempurna dan manusia membutuhkan bimbingan. Tapi yang tidak dimengerti Natasha, mengapa seorang pendeta, yang juga manusia seperti dirinya dan bisa berbuat salah, bisa mendapatkan banyak otoritas.

“Waktu itu, tentu saja saya menghormati para pendeta dan ajaran Katolik dengan tradisinya yang sudah ada sejak lama, dan yang pasti karena keluarga saya Katolik. Tapi saya merasa itu saja tidak cukup. Saya melihat agama katolik hanya sebagai obyek tak berharga yang dibungkus dengan pembungkus yang indah. Saya mohon maaf pada umat Kristiani yang mungkin tersinggung oleh pernyataan ini, saya juga mengungkapkan apa yang saya rasalah. Ajaran Kristen mungkin memperkaya orang lain secara spiritual, tapi buat saya tidak,” tutur Natasha.

Perlahan-lahan ia mulai menjaga jarak dari agama Katolik. Natasha tidak lagi ke gereja, tidak lagi berdoa dengan cara orang Kristen berdoa, meski ia masih tetap “bicara” pada Tuhan. “Ayah saya bukan seorang lelaki yang religius, tapi ia menyerap beragam ideologi, agama dan opini pribadinya sendiri. Maka saya pun mulai melakukan pencarian sendiri, pencarian tentang tujuan hidup ini dan prinsip-prinsip yang membawa manfaat buat saya dalam menjalani kehidupan ini,” ujar Natasha.

Menurutnya, setiap orang mendengar panggilan dari lubuk hatinya yang terdalam pas sesuatu yang lebih tinggi dan lebih spiritual. Manusia, kata Natasha, dianugerahi intelijensia yang besar dan hawa nafsu yang bisa membuat manusia melupakan hal-hal penting. Misalnya bahwa “manusia akan pergi ke dunia yang lain” dan mereka akan tahu bahwa harta kekayaan tidak penting, dibandingkan teman-teman yang baik dan hubungan yang baik dengan mereka.

“Saya merasakan kehidupan saya sebelumnya sangat kosong, tanpa arah. Ketika Anda berkunjung ke negara lain, Anda melihat peta untuk mengetahui tempat-tempat menarik yang bisa didatangi. Jarang dari kita yang pergi tanpa tahu ke mana arah yang akan dituju. Hal yang sama berlaku pada hidup kita. Jika hidup kita aalah sebuah perjalanan besar, kita membutuhkan petunjuk arah dan kita harus tahu apa yang akan kita jumpai di akhir perjalanan nanti,” kata Natasha.

“Saya merasa bahagia merasakan hal ini, karena membuat hati saya terbuka. Saya jadi terbuka pada opini dan ide-ide baru. Saya ingin mencoba apa saja yang menurut saya masuk akal. Saya pergi ke India, dan saya tahu tentang Hindu dan Islam,” sambungnya.

Sampai akhirnya Natasha berkesempatan datang ke Indonesia dan banyak berdiskusi dengan beberapa muslimah yang menjadi teman sekamarnya. Sebagai non-Muslim dari Eropa, Natasha mengakui bahwa ia sedikit terpengaruh dengan propaganda anti-Islam. Ia masih mengingat cerita tentang perempuan-perempuan muslim yang diperlakukan dengan tidak baik oleh suami mereka, para teroris yang oleh media seringkali diidentikkan dengan musim, dan ia berpikir bahwa rata-rata muslim sangat gampang dicuci otak agar mau membunuh orang lain atas nama agama mereka.

Tapi sikap Natasha yang terbuka, membuatnya mudah untuk menerima pengetahuan yang baru. Ia mulai merasa mendapat pencerahan tentang Islam dan Muslim pada saat bulan Ramadan. Natasha tinggal bersama sebuah keluarga muslim, ia ikut berpuasa dan mulai belajar tentang dirinya sendiri. Ia pun menyadari betapa pentingnya sikap disiplin untuk mencapai apa yang ia inginkan dalam hidup ini.

“Saya juga menyadari, betapa pentingnya untuk tidak menjadi budak dari hal-hal yang sifatnya materialistis. Saat berpuasa, saya harus mengendalikan hawa nafsu dan emosi, yang ternyata jauh lebih berat dibandingkan menahan lapar dan haus. Saya mulai melihat dunia ini dari perspektif yang berbeda. Tiba-tiba saja, hal-hal yang berhubungan dengan kebendaan jadi terlihat tidak begitu penting. Tapi yang penting adalah hubungan antara manusia, memperlakukan orang lain dengan baik dan saling tolong menolong,” tutur Natasha.

Masa-masa itulah yang membuat Natasha seperti “bangun dari tidur”. Ia merasa senang dan bahagia meski ia lapar dan haus. Apalagi sebulan sebelum datangnya bulan Ramadan, Natasha berpikir bahwa tidak makan dan minum adalah sesuatu yang gila. Tapi selama menjalani Ramadan, Natasha melakukan pencarian jiwa untuk menemukan agama yang benar. Pada titik ini, ia membaca kembali Alkitab yang sudah lama ditinggalkannya.

“Dalam kekritenan, kami tidak membaca Alkitab. Yang saya maksud tidak membaca, kami hanya membaca beberapa bagian saja di gereja atau dalam kelas mata pelajaran agama, tapi tidak pernah secara sungguh-sungguh duduk dan membaca maknanya. Di saat saya mulai membaca Alkitab lagi, saya jadi tahu mengapa para pendeta tidak mendorong kami untuk membacanya. Isinya banyak yang bertentangan dengan apa yang saya pahami. Saya tidak akan menceritakannya dengan detil, karena sudah banyak cerita tentang kontradiksi ini, Anda bisa menemukan penjelasannya di mana-mana, termasuk dari internet,” papar Natasha.

Itulah momen ketika Natasha akhirnya memutuskan untuk pindah ke agama Islam. “Tepatnya ketika saya menemukan banyak pernyataan dari para ilmuwan yang ternyata sudah ada dalam Al-Quran. Jadi, sangat absurd berpikir bahwa Nabi Muhammad Saw. mengetahui semua hal tanpa campur tangan sebuah kekuatan yang Maha Mulia. Nabi Muhammad seorang yang buta huruf! Ilmu pengetahuan itu sendiri sebelumnya bahkan tidak akurat, jadi tidak bisa dibilang bahwa Nabi Muhammad Saw menjiplak apa yang ada di Quran dari perkembangan ilmu pengetahuan yang sekarang berkembang,” tukas Natasha.

Ia melanjutkan, “Jika Anda percaya bahwa dunia ini ada yang menciptakan, tidak susah buat Anda untuk menerima fakta bahwa hanya ada satu Tuhan, satu Sang Pencipta dan Dia menurunkan pengetahuannya itu pada utusan-Nya. Itulah yang kita kenal dengan kalimat syahadat, salah satu pilar Islam ”

“Maka, setelah saya menyadari itu semua, saya yakin bahwa saya tidak bisa mundur lagi ke belakang. Jika kita mencari sesuatu dan kita berdoa untuk pencarian itu, kita tidak bisa pergi begitu saja ketika sudah menemukan apa yang kita cari,” tukasnya.

Natasha bersyukur pada Allah Swt, yang telah membuka mata dan hatinya sehingga bisa menemuka jalan yang benar. Ia juga berharap orang lain yang belum menjadi muslim, juga akan menemukan jalan yang sama. “Menjadi seorang muslim penuh tantangan, tapi tantangan itu menyempurnakan kita. Saya tidak takut lagi dengan banyak hal yang dulu saya takuti. Saya menyandarkan kepercayaan saya pada Tuhan,” ujarnya.

Sejak masuk Islam, Natasha mengaku menjadi manusia yang lebih disiplin. Ia yakin, dirinya bukan satu-satunya yang merasakan kedamaian dan keindahan Islam. “Insya Allah lebih banyak lagi orang yang menemukan jalan kebenaran Islam dan mereka berani untuk hidup sesuai dengan tuntutan Islam,” tandasnya. (TROI)

]]>
http://www.eramuslim.com/dakwah-mancanegara/pengalaman-di-ramadan-membuat-natasha-bangun-dari-tidur.htm/feed 0
Jalan Para Mukmin Melaksanakan ‘Iyyaka Na’budu’ http://www.eramuslim.com/hikmah/tafakur/jalan-para-mukmin-melaksanakan-iyyaka-na-bubu.htm http://www.eramuslim.com/hikmah/tafakur/jalan-para-mukmin-melaksanakan-iyyaka-na-bubu.htm#comments Tue, 07 Jul 2015 00:50:40 +0000  

sujud-shalat-di-masjidOleh Mashadi

Semua Rasul menyerukan kalimat ‘Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in’. Karena mereka semua menyeru manusia untuk mentauhidkan Allah dan mengikhlaskan ibadah kepada-Nya semata, sejak Rasul yang pertama sampai Rasul yang terakhir. Nabi Nuh AS menyeru kaumnya :

لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ

“Beribadahlah kepada Allah, sekali kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia.” (QS. Al-A’raf [7] : 59)

Demikianlah pula yang diserukan oleh Nabi Hud AS, Nabi Shalih AS, Nabi Syu’aib AD, dan Nabi Ibrahim AS, sebagaimana firman-Nya :

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan) : Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thagut itu.” (QS. an-Nahl [16] : 36)

وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

“Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum kami , melainkan Kam wahyukan kepadanya : ‘Bahwasanya tiak ada Tuhan yang berhak diibadahi melainkan aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.” (QS. al-Anbiya [21] : 25)

يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا ۖ وَإِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ

“Hai Rasul-Rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanalha amal lyang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adlah Tuhanmu, maka bertaqwalah kepada-Ku.” (QS. al-Mu’muniun [23] : 51-52)

Maka, sesungguhnya ‘iyyaka na’budu’ dibangun di atas empat pilar untuk menyatakan yang dicintai dan diridhai Alah dan Rasul-Nya,yaitu dengan lisan dan pekataan hati, amalan hati dan amalan anggota badan.

Ubudiyah bagi mencapai tujuannya yang hakiki menuju tujuan mencapai Rabbnya, meliputi keempat hal, yang tidak boleh dibantah, dan harus dilaksanakan secara mutlak. Empat hal itu, antara lain, perkataan lisan, perkataan hati, amalan hati, dan amalan anggota badan.

Tidak mungkin seorang hamba yang menyatakan lisannya beribadah kepada Allah, sedangkan hati dan amalannya menolak. Keempat-empatnya harus selaras. Lisan, hati, amalan hati, dan amalan anggota badan, semuanya harus selaras dan sesuai, tidak ada yang bertentangan satu dengan lainnya.

Perkatataan hati adalah I’tiqad (keyakian) terhadap apa yang diberitahukan oleh Allah mengenai diri-Nya, nama-Nya, sifat-sifat-Nya, sbagaimana yang disampaikan melalui lisan Rasul-Rasul-Nya.

Sedangkan perkataan lisan, yaitu menginformasikan hal itu, menyeru orang lain kepadanya, membelanya, menjelaskan kebhtilah bid’ah-bid’ah yang bertentangan dengannya, selau menginagatnya, dan menyampaikan perintah-Nya. Tidak menentang dan bermaksiat terhada-Nya. Tidak berbuat durhaka kepada-Nya. Selalu tunduk dan patuh kepadanya.

Amalan hati, antara lain, seperti cinta kepada Allah, tawakkal kepada-Nya, bertaubat kepada-Nya, takut kepada-Nya, takut kepada-Nya, berharap kepada-Nya, mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya, sabr terhadap perintah-Nya, larangan-Nya dan taqdir-Nya, ridha menerimanya dan ridha kepada-Nya, setia kepada-Nya, merasa tenteram dengan-Nya, dan amalan-amalan hati lainnya yang difardhukan lainnya. Amalan anggota badan tanpa amalan hati boleh jadi tidak ada gunanya.

Amalan anggota badan seperti shalat, jihad, dan melangkah kaki untuk shalat jum’at dan jama’ah, menolong orangt yang lemah, berbuat kebajikan kepada makhluk merupakan bentuk amalan anggota badan, yangm erupakan bentuk refleksi dari amalan hati seorang mukmin.

‘Iyyaka na’budu’ memastikan dan menetapkan hukum keempat hal ini, sedangkan ‘iyyaka nasta’in’, merupakan permohonan pertolongan dan tuafiq (perkenan) untuk dapat menunaikan ‘iyyaka na’budu’ wa iyyaka nasta’in. Inilah jalan bagi orang-orang yang ingin mendapatkan jalan menuju Rabbnya. Wallahu’alam.

]]>
http://www.eramuslim.com/hikmah/tafakur/jalan-para-mukmin-melaksanakan-iyyaka-na-bubu.htm/feed 0
Resensi Buku : Malam Pertama di Alam Kubur, Sebuah Renungan Aidh AlQarni http://www.eramuslim.com/resensi-buku/resensi-buku-malam-pertama-di-alam-kubur-sebuah-renungan-aidh-alqarni.htm http://www.eramuslim.com/resensi-buku/resensi-buku-malam-pertama-di-alam-kubur-sebuah-renungan-aidh-alqarni.htm#comments Tue, 07 Jul 2015 00:45:35 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=72542 malamKematian, sesuatu yang selalu menjadi kata kunci, baik kata kunci yang mewakili akhir episode kehidupan manusia di dunia, maupun kata kunci berbagai nasehat yang menghunjam dalam hati.

Itulah sebab, leluhur umat Islam yang shalih menjadikan “mengingat kematian” sebagai salah satu obat penyakit hati yang paling mujarab.

Pun, kematian adalah sesuatu yang pasti. Ia tidak meleset meski hanya sedetik. Namun demikian, tidak ada seorang pun tahu kapan ia datang. Kematian seringkali menyergap tanpa pernah bisa diduga sebelumnya, kita mesti selalu siap, dan tentunya Husnul Khotimah menjadi pilihan.

Buku ini adalah kompilasi dari tiga tulisan ulama-ulama terkemuka dari dataran Najd (Arab Saudi). Di dalamnya, sarat dengan tadzkirah untuk mengingat kematian. Kita memang perlu nasehat, karena hiruk-pikuk dunia kadang melalaikan. Bukankah, sudah menjadi sunnatullah bagi setiap orang; Iman itu pasang surut? Kadang bertambah dan kadang berkurang? Karenanya kita perlu pupuk penyubur, terutama ketika kondisi keimanan kita dalam keadaan kritis.

Ditulis oleh para pakar spiritualis dan psikologi Islam, buku ini memiliki banyak kelebihan. Tidak sekadar setumpuk teori kaku, tapi lebih merupakan sebentuk nasehat dengan gaya bertutur, reflektif, penuh bahan renungan yang keluar dari bahasa hati, dikokohkan dengan ibrah dari kisah-kisah pilihan.
Karenanya buku ini tidak hanya enak dibaca, kita juga akan dibawa hanyut oleh perjalanan hati para penulis.

Penulis : DR. Aidh Al-Qarni, MA, DR. Muhammad bin Abdurrahman Al-Uraifi, Syaikh Muhammad bin Husain Ya`qub
Ukuran : 15 x 23 cm
Tebal : 144 hal
ISBN : 979-3653-01-9

Harga : Rp 35,000 (belum termasuk ongkos kirim)

Untuk pemesanan hubungi atau sms/email dengan dituliskan nama, alamat dan jumlah pemesanan ke: 085811922988 email : marketing@eramuslim.com

 

]]>
http://www.eramuslim.com/resensi-buku/resensi-buku-malam-pertama-di-alam-kubur-sebuah-renungan-aidh-alqarni.htm/feed 0