Matahari yang mendekat ke Kepala Manusia Di Padang Masyar Sebabkan Banjir Keringat

Redaksi – Kamis, 25 Syawwal 1435 H / 21 Agustus 2014 15:00 WIB

matahariMatahari yang amat besar – bukanlah matahari dunia yang telah digulung, pudar cahayanya dan telah hilang-  yang diperintahkan Allah SWT untuk mendekat dan berada di atas kepala hamba-hamba Allah di padang mahsyar.

Padang mahsyar tidak diketahui volume dan luasnya kecuali oleh Allah SWT. Itulah yang mampu menampung semua makhluk mulai dari yang awal hingga yang akhir, baik dari bangsa manusia, jin, binatang liar, dan burung-burung ditambah dengan bangsa malaikat yang dimuliakan Allah SWT.

Begitu juga dengan matahari yang berada di atas kepala hamba-hamba Allah yang tidak diketahui volume dan kekuatan lidah api dan panasnya kecuali Allah SWT.

Manusia tiba di tempat yang telah ditentukan oleh Allah SWT dengan digiring sangat cermat dan teratur, seperti terlihat dalam Firman Allah SWT:

50:21

“Setiap  orang akan datang, bersama (malaikat) penggiring dan (malaikat) saksi.” (QS Qaf: 21)

Manusia-manusia akan digiring oleh malaikat yang bertugas menggiring mereka ke tempat yang telah ditentukan di padang mahsyar dan malaikat yang memberi kesaksian atas semua amal perbuatannya pada hari kiamat. Kemudian, Allah SWT segera memerintahkan kepada matahari untuk datang dan mendekat dan terus mendekat sampai tempat yang telah ditentukan, yaitu diatas mereka dengan jarak satu mil dari permukaan bumi (padang mahsyar). Matahari- yang dapat mendidihkan otak manusia karena suhunya yang sangat tinggi- akan bereaksi dengan tubuh-tubuh manusia yang telah ditetapkan oleh Allah SWT atasnya untuk tidak mati.

Di sinilah hakikat siksa yang sebenarnya dan benar-benar menyiksa. Meskipun kita menafsirkan, menteliti, atau menjelaskan sejauh mana siksaan tersebut dirasakan, akal kita tidak akan sampai pada hakikat siksaan yang akan diperoleh jiwa dan tubuh manusia karena kedekatan manusia dengan matahari di atas kepala mereka dalam jarak yang sangat dekat ini.

Manusia mendapatkan banyak tempat berteduh dan menjalani kehidupan nyaman dan menyenangkan di dunia. Tetapi, ketika terkena sengatan sinar matahari yang jaraknya dengan bumi mencapai 94 juta mil (bukan satu mil seperti di padang mahsyar), mereka bisa merasakan pusing kepala atau pingsan dan demam hingga kehilangan keseimbangan.

Terkadang, Anda dapat melihat bagaimana seseorang menutupi dan melindungi diri mereka dari sengatan sinar matahari dengan tangannya, lalu berlarian menuju tempat berteduh yang dapat melindunginya dari sengatan panas matahari tersebut. Dengan begitu ia telah terlindungi dari sengatan sinar matahari yang sangat panas. Tapi apa yang dilakukan makhluk-makhluk tersebut dengan matahari yang hanya berjarak satu mil di atas kepala mereka?

Jika Allah menghendaki, tentunya Dia akan menyiksa mereka dengan melelehkan tubuh mereka kemudian menghidupkan mereka kembali, lalu melelehkan tubuh mereka kembali. Akan tetapi, Allah SWT memfokuskan siksaan panas yang mengakibatkan makhluk-makhluk-Nya mengeluarkan keringat berbau busuk dari tubuh mereka yang berdiri di padang mahsyar. Banyaknya keringat yang keluar berdasarkan amal perbuatan mereka seperti kekufuran, kemusyrikan, dan perbuatan durhaka. Ada yang keringat tersebut sampai tumit, ada yang sampai pada lutut, ada yang sampai pada perut, ada pula yang sampai pada kedua telinga dan mulut sehingga membenamkan mereka seperti orang yang tenggelam dan hampir mati dalam luapan air.

Dalam mengilustrasikan karakter manusia dalam situasi dan kondisi yang sangat menakutkan, menyakitkan, dan mengerikan di padang mahsyar tersebut, Al-Miqdad r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Pada hari kiamat nanti matahari akan didekatkan pada makhluk hingga jaraknya mencapai satu mil.” Sulaim bin Amir yang meriwayatkan hadis ini dari Al-Miqdad mengatakan, “Demi Allah, aku tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan satu mil tersebut. Apakah satu mil tersebut ukuran bumi atau sejauh pandangan mata, sehingga manusia kan tenggelam dalam keringat berdasarkan amal perbuatan mereka: ada yang sampai kedua tumitnya, ada yang sampai pada kedua lututnya, dan ada yang benar-benar tenggelam oleh keringat.”

Perawi mengatakan, “Dan Rasulullah SAW menunjuk mulutnya dengan tangannya.” (HR Muslim)

Beginilah kondisi mereka yang akan tenggelam dalam peluh dan keringat hingga peluh dan keringat tersebut membanjir di padang mahsyar sehingga tujuh puluh hasta.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a Rasulullah SAW bersabda, “Pada hari kiamat nanti manusia akan mengeluarkan keringat hingga keringat tersebut mengalir di bumi (padang mahsyar) sehingga tujuh puluh hasta, dan keringat tersebut mengekang (membenamkan) mereka hingga mencapai telinga mereka.” (HR Bukhari dan Muslim)

Disebutkan bahwa dalam kondisi seperti ini dan sakit yang sangat dirasak oleh manusia, mereka mengharapkan untuk dapat mengindar meskipun harus ke neraka.

Berikut riwayat yang disebutkan Ibnu Jarir Ath-Thabari dalam tafsirnya.

Diriwayatkan dari Al-A’masy dari Khaitsumah dari Ibnu Mas’ud r.a, ia berkata, “Pada hari kiamat nanti bumi akan berubah menjadi api, dan surga yang berada di belakangnya dapat dilihat keseluruhan dengan bintang-bintangnya, dan manusia akan terbenam dalam keringat atau sampai pada mereka dan mereka tidak sampai pada hisab.” (HR Ibnu Jarir) Al- Mundziri mengatakan, “Hadis ini diriwayatkan Thabrani dengan sanad jayyid (baik).”

- Mahir Ash Shufiy-

Hadits Terbaru

blog comments powered by Disqus