Bocah Semir

Selasa, 07/10/2008 14:04 WIB Cetak |  Kirim |  RSS


Hampir selalu ada fenomena duka di belantara Jakarta. Tak terkecuali di kalangan anak-anak. Di usia yang mestinya sibuk belajar, bercengkrama dengan ayah ibu, kakak adik; justru mereka bercapek-capek mencari nafkah.

Inilah di antara kesibukan anak-anak di parkiran sebuah mal di kawasan Jl. Gajah Mada, Jakarta. Dengan menyemir sepatu, bocah ini mengambil peran orang tua dalam membiayai keluarga. Berikut penuturannya dengan Eramuslim.

Nama adik siapa?
Reza

Umurnya berapa?
13 tahun.

Masih sekolah?
Masih, kelas 1 SMP.

Bapak ibu kerja apa?
Jualan nasi uduk di rumah.

Rumahnya di mana?
Dekat sini.

Kakak kerja apa?
Kakak baru lulus SMK. Masih nganggur.

Adik-adik?
Semua masih sekolah.

Tiap hari di sini?
Ya, mulai pulang sekolah sampe malam.

Dapat berapa duit tiap hari?
Nggak tentu.

Per hari, paling banyak nyemir berapa sepatu?
20.

Per sepatu dibayar berapa?
Ada yang ngasih seribu, ada yang dua ribu.

Uangnya buat apa?
Buat emak, sama nabung.

Cita-cita mau jadi apa?
Hmm... (Cuma tersenyum, red)

Dhuafa Sebelumnya


(Arsip Dhuafa)

Grand Strategy Pasar Perbankan Syariah

Grand Strategy Pengembangan Pasar Perbankan Syariah dirumuskan oleh Bank Indonesia dalam kerangka program akselerasi pengembangan pasar perbankan syariah Indonesia.

PELUANG

ACT - ERAMUSLIM

ACT Bantu Korban Gizi Buruk dapatkan Perawatan Medis

"Selama tiga bulan ini kenaikan berat badan Ayu tidak begitu signifikan, karena saat tim MRP menemukan Ayu kondisinya sudah sangat parah seperti kulit berbalut tulang. Di tambah kondisi ekonomi keluarganya yang amat memprihatinkan sehingga keluarganya pun tidak fokus mengurus Ayu," jelas Rini Maryani koordinator program MRP ACT.

LKC - ERAMUSLIM

Kembali Fitri di Akhir Ramadhan dengan Menyantuni Dhuafa

Dengan menyisihkan Rp 100.000,- Anda telah membantu 1 keluarga miskin menkmati kesehatan selama 1 bulan

NURISLAMI - ERAMUSLIM