Jamu Jilbab

Senin, 03/11/2008 15:32 WIB | Arsip | Cetak

Begitu banyak aktivitas ekonomi dhuafa di sekitar kita. Tapi terbayangkah jika seorang wanita harus berjalan kaki selama sekitar empat jam seorang diri, setiap hari. Belum lagi dengan ancaman pelecehan seksual yang mungkin terjadi.

Seperti itulah seorang penjual jamu gendong keliling di kawasan Jakarta Selatan. Berikut penuturannya kepada Eramuslim, termasuk kenapa ia mengenakan jilbab.

Nama Mbak?
Lestari

Sudah berapa lama Mbak berjualan jamu gendong?
Sejak saya lulus SMP

Usia Mbak sekarang berapa?
Sembilan belas tahun.

Kenapa memilih dagang jamu daripada nerusin sekolah?
Ya nggak ada biaya. Sebenarnya sih saya pingin sekolah lagi. Karena nggak ada biaya, biar adik saya saja yang terus sekolah.

Adik Mbak ada berapa?
Satu

Sekarang sekolah di mana?
SMP di kampung.

Kampungnya di mana?
Boyolali.

Di Jakarta Mbak tinggal di mana?
Di Tanah Kusir sama Mas (kakak, red).

Tiap hari Mbak dagang jamu?
Ya. Kecuali Minggu, dagangnya sore.

Dari jam berapa Mbak keluar rumah?
Dari jam tujuh pagi sampai jam sebelas siang.

Dari Tanah Kusir sampai ke Pondok Indah sini naik apa?
Jalan kaki. Saya biasa keliling ke pelanggan ya dengan jalan kaki.

Berapa penghasilan per harinya Mbak?
Lima puluh ribu.

Anak Mbak berapa?
Saya belum menikah.

Sejak kapan Mbak pakai jilbab?
Baru. Sejak bulan Ramadhan kemarin.

Kenapa Mbak pakai jilbab?
Karena dalam Surah Al-Ahzab, Allah memerintahkan wanita muslimah untuk memakai jilbab supaya tidak diganggu.

Memangnya sering diganggu, Mbak?
Waduh, sering. Tapi alhamdulillah, sejak pakai jilbab sudah tidak lagi. Paling-paling, mereka menggoda saya dengan salamu'alaikum.(mnh)


Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dhuafa

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang