Sapu Jalan

Warga Jakarta mungkin tidak tahu siapa di balik bersihnya jalan-jalan utama. Tak kenal panas dan hujan, mereka seperti terjebak menjadi tulang punggung kebersihan jalan. Ketika warga Jakarta masih terbuai dengan dinginnya pagi, mereka sudah bergumul dengan sampah-sampah jalan.
Eramuslim mengunjungi salah seorang dari mereka. Berikut penuturannya.
Nama Ibu?
Neni
Sudah berapa lama Ibu jadi penyapu jalan?
Baru enam bulan.
Sebelumnya?
Tukang cuci rumahan. Sepuluh tahun lebih saya jadi tukang cuci. Dari pagi sampai sore.
Kenapa Ibu pindah kerja?
Gajinya kecil, cuma dua ratus ribu. Minta naik, nggak dikasih.
Sekarang gaji Ibu berapa?
Tiga ratus ribu.
Apa cukup gaji sekarang?
Ya nggak lah. Apa-apa sekarang sudah mahal. Biasanya ngutang dulu di warung. Habis bulan baru bayar.
Suami kerja apa?
Pemulung. Nyari barang-barang bekas.
Berapa penghasilan suami?
Nggak tentu. Paling seminggu dapat seratus ribu.
Anak ada berapa?
Dua.
Anak-anak sekolah?
Pernah di SD. Sekarang sudah nggak.
Mereka ngapain?
Ikut jadi pemulung.
Ibu tinggal di mana?
Di bedeng dekat sini.
Bayar sewa?
Nggak. Cuma bayar listrik. Per bulan 25 ribu.
Ibu asli Jakarta?
Bukan. Kampung di Rangkas Bitung.
Dari jam berapa Ibu kerja?
Mulai jam setengah lima pagi. Setelah shalat Subuh langsung berangkat.
Shalat Zuhur gimana?
Saya pulang jam setengah dua. Shalatnya bisa di rumah.
Sabtu Minggu libur?
Nggak. Nggak ada libur.
Usia sekarang berapa?
48 tahun.
Lainnya (Arsip)
- Bocah Semir
Selasa, 07/10/2008 14:04 WIB - Sepatu Masjid
Kamis, 25/09/2008 10:09 WIB - Koran Sajadah
Kamis, 18/09/2008 15:36 WIB
Dhuafa
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




