Anggora
Seekor kucing anggora memamerkan kegagahannya di depan kucing-kucing lain yang sama-sama tinggal di sebuah rumah. Bulunya yang lebat dan raut wajah yang angker kian menambah keperkasaannya di hadapan kucing-kucing lain.
Karena itulah, tak satu pun kucing-kucing kampung di sekitar rumah itu yang berani mendekat. Mereka sudah ngeri dengan penampilan si anggora yang kian menjadi kesayangan sang tuan rumah.
Suatu kali, dalam perjalanan jauh di sebuah pegunungan, sang pemilik kucing-kucing itu lengah kalau si anggora masih tertinggal di sebuah persinggahan. Karena tak tahu arah jalan, si anggora tersasar di sebuah tepian hutan.
Baru kali itu si anggora menapaki alam liar. Bulunya yang lebat dan bersih, kini mulai kusam oleh tanah merah bekas hujan. Ia mulai kedinginan, lapar, dan terus mengeong mencari sang tuan. Kegagahannya yang begitu ia banggakan tiba-tiba menciut seiring dengan suara-suara hewan lain yang saling bersahutan dari balik semak belukar.
“Hiii,” suara si anggora yang terus dikungkung ketakutan. Ia terus berlari, mengeong, dan mencari-cari sang tuan yang bisa memberinya segelas susu, sekerat daging, dan rumah hangat yang nyaman.
***
Ketika perjalanan hidup memaksa seseorang untuk menapaki dunia nyata, kungkungan lingkungan di mana ia tumbuh, kerap menjadi hambatan besar untuk menelusuri proses pembelajaran.
Seseorang harus menyadari bahwa menapaki kenyataan hidup di alam luas tidak selandai tangga-tangga lingkungan rumah di mana ia tinggal. Dan, menggeluti kerasnya persaingan di dunia bebas, tidak seempuk tumpukan bantal guling yang menemaninya saat ia bersantai.
Lingkungan yang memanjakan kerap menutup mata seseorang menemui prestasi-prestasi kehidupan yang membanggakan. ([email protected])
Lainnya (Arsip)
Tafakur
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




