eramuslim

Idul Fitri Yang Hambar Bangsa Uighur

Eramuslim.com - Bertahun-tahun Idul Fitri kami jalani dengan hambar

Kami dipersulit beribadah

Mendekatnya diri dengan Sang Pencipta.

Kami dilarang berdoa dan bersujud di masjid

Kami dilarang menggunakan burka

Kami tidak boleh memanjangkan jenggot

Di saat peringatan hari besar Idul Fitri yang sangat mulia

Kami hanya merayakan hari yang tiada kami rasakan ghirahnya

Sudah berpuluh tahun kami melewati ramadhan

Tapi tanpa puasa dan bertaraweh di rumahNya

Apa artinya idul Fitri ini bagi kami

Makanan yang disajikan terasa tidak enak

Minuman yang disuguhkan hilang berkah

Hari-hari tanpa gaung takbir, tahlil dan tahmid

Kami dipaksa menjauh dariMu

Sunyi, tiada nada puja-puji

Bagi Allah dan Muhammad junjungan kami

Pedih, jiwa kami memendam luka

Darah bangsa kami mengalir ke sungai-sungai yang mampet

Di dalam jiwa

Penyakit-penyakit ruhani yang kami derita

Tidak akan tersembuhkan tanpa menyerahkan diri

Yang total kepadaMu’

Serta menggemakan shalawat kepada junjungan kami

Kami dilarang mengamalkan ajaran-ajaran agama kami

Untuk melawan radikalisme dan ekstremisme, kata mereka

Sedih, jiwa kami yang terus mengering

Bagai gurun pasir yang tiada tersentuh hujan

Putra – putri terbaik kami dijebloskan ke penjara

Sementara istri putra-putra kami

Dikawini tentara komunis cina

O dikemanakan airmata luka kami dialirkan

Semakin nyata terlihat

Kafir penguasa bagaikan fir’aun ini

Terus melunturkan identitas Islam kami

Kami semakin dahaga, lemah tidak berdaya

Terasa jauh dariMu ya Allah

Sementara mereka kuat, berkuasa dengan tak percaya

kepadaMu

Ya Allah, tolonglah kami

Wahai Engkau yang menjawab segala doa, segala harapan

Lepaskan kami dari ketertindasan yang menyesakkan ini

Turunkanlah syafaat Rasulullah Muhammad kekasihMu

Untuk membuka rantai-rantai yang membelenggu kemerdekaan kami

Kami menahan derita yang sangat berat ini

Bersabar menunggu pertolonganMu

Itulah satu-satunya upaya dan harapan kami

Tangerang, 21 Mei 2020

------------------------------

Juftazani, penyair, penulis novel "De Atjeh Oorlog", alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Akan terbit novel keduanya: "De Atjeh-oorlog : Djihad en Koloniaal Machtsvertoon"Juftazani