Muslim di Wollongong (1)

Sabtu, 20/03/2010 10:50 WIB | Arsip | Cetak

Dimana bumi dipijak, disitu langit kan dijunjung, dan disitu pula Alloh SWT akan melihat, menjaga dan melindungi diri saya. Deretan kata inilah yang mendorong saya untuk meneruskan studi keluar negeri. Dengan memohon restu dari orang-orang terdekat dan terkasih dihati saya dan berbekal keyakinan akan sukses, semangat menambah ilmu, memperbaiki diri, dan beribadah kepada Alloh SWT, maka tekad untuk menuntut ilmu itupun pun saya teguhkan.

Langkah demi langkah telah membawa saya menuju ke negeri seberang. Negeri dimana saya belum pernah menapakkan kaki sebelumnya. Tetapi saya sangat yakin, bahwa dimanapun saya berada, saya masih tetap berada dibumi dan lindungan Alloh SWT. Keyakinan yang telah terpahat di hati dan fikiran saya itulah yang memberi semangat diri saya untuk berangkat melanjutkan studi ke salah satu kota di Australia.

Wollongong, itulah nama kota tujuan saya. Kota yang terletak di negara bagian New South Wales ini dapat dijangkau dalam waktu 90 menit dari kota Sydney dengan menggunakan kereta ataupun bis. Kota Wollongong adalah kota yang indah. Banyak obyek wisata yang bisa dikunjungi disana. Wollongong menjadi semakin dikenal karena letaknya yang dekat dengan kota Sydney. Keberadaan kota Sydney sebagai tempat tujuan wisata telah berpengaruh pada dikembangkannya obyek-obyek wisata di sekitar Wollongong.

Wollongong beach, salah satu tempat tujuan wisata di Wollongong.

Selain mempunyai beberapa tempat wisata yang indah, Wollongong juga mempunyai sebuah universitas yang dikenal dengan UoW atau University of Wollongong. Keberadaan universitas ini telah mengundang banyak mahasiswa baik dari dalam maupun luar Australia (termasuk dari Indonesia) untuk menimba Ilmu dikampus ini. Keterbukaan UoW dalam menerima International Students telah menarik minat negara-negara yang berpenduduk muslim untuk mengirimkan mahasiswanya ke Wollongong guna melanjutkan studi di kampus ini.

Semakin bertambahnya jumlah mahasiswa muslim yang belajar di kampus ini menyebabkan pihak universitas harus menyediakan fasilitas beribadah bagi umat Islam. Oleh karena itu, dibangunlah sebuah bangunan (mirip ruang kuliah) didalam kampus yang digunakan menjadi sebuah masjid. Abubakar Mosque, itulah nama masjid yang berada didalam kampus UoW. Masjid ini tidak hanya digunakan untuk sholat, tetapi juga digunakan untuk melaksanakan pengajian, mempelajari Al-quran, dan bertukar fikiran tentang Islam antar mahasiswa dari seluruh bangsa didunia yang sedang menempuh studi di UoW. Seluruh kegiatan tersebut diatur dan dilaksanakan oleh MAWU, yang merupakan kependekan dari Muslim Association of Wollongong University. MAWU adalah perkumpulan mahasiswa dan mahasiswi muslim dari berbagai negara yang sedang kuliah maupun melakukan riset di UoW.

Lambang persaudaraan mahasiswa muslim
University of Wollongong.

Khusus untuk muslim yang berasal dari Indonesia, ada kelompok pengajian yang terkenal dengan nama JPI atau Jamaah Pengajian Illawara. Jamaah ini beranggotakan para mahasiswa dan alumni UoW, serta masyarakat Indonesia yang tinggal di sekitar Wollongong. Illawara sendiri adalah nama tempat atau wilayah (seperti karesidenan) yang wilayahnya meliputi Wollongong dan sekitarnya. Jamaah ini didirikan dalam rangka untuk memperkuat iman dan mempererat tali sillaturrahmi antar sesama masyarakat muslim Indonesia di Illawara.

Pengajian dan buka bersama Jamaah Pengajian Illawara

Banyak kegiatan yang telah diadakan oleh jamaah pengajian ini, mulai dari pengajian, family gathering, buka bersama, halal bihalal dan banyak lagi kegiatan lainnya. Bahkan pada saat bulan Ramadhan hampir setiap hari ada saja kegiatan yang dilakukan untuk mempertebal iman. Apabila Abubakar Mosque sedang kosong (tidak digunakan untuk kegiatan oleh MAWU), maka kegiatan JPI dilakukan didalam masjid tersebut. Tetapi apabila masjid sedang dipakai kegiatan oleh MAWU, maka ruang kuliah adalah tempat yang cocok untuk digunakan sebagai tempat dilangsungkannya acara.(Bersambung)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Kisah

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang