Psikologi Anak

Imam Taufik – Rabu, 22 Jumadil Awwal 1431 H / 5 Mei 2010 05:33 WIB

Assalamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokatuh

Konsultan yang dimuliakan Alloh…..

Anak saya berumur 19 bulan, alhamdulillah sehat, cerdas dan lincah atas rahmat Alloh swt, namun kondisi psikologinya agak terkontaminasi karena istri yang kurang faham dengan ajaran Islam, kering secara ajaran agama, sehingga sangat temperamental, mudah marah, seenaknya sama suami, (maaf ini aib istri saya dari faktor keturunan, saya tidak ta’aruf dengan calon istri dulu), dengan kondisi seperti itu apa yang sebaiknya saya sikapi? kalau saya di rumah 99% saya yang ngurus tapi jika saya kerja gimana?

Demikian, Terima kasih.

Wassalamu alaikum wr. wb.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb,

Ayah Zahie yang dirahmati Allah SWT………….

Saya berharap anda tetap bersabar dan senantiasa berdo’a untuk kebaikan ananda dan bundanya. "Anak terlahir fitrah, orang tuanya lah yang akan menjadikan nashrani, yahudi atau pun majusi". (Al-Hadits).

Allah SWT Yang Maha Rahmaan dan Maha Rahiim telah menjadikan anak dan keluarga sebagai perhiasan dan sekaligus sebagai amanah. Oleh karena itu peran orang tua dalam membangun potensi anak sangatlah diutamakan. Pendidikan anak dalam Islam dimulai dari menyusui anak dan menjaga agar anak tetap dalam fitrah. Orang tua wajib bersikap baik dan kasih sayang terhadap anak, serta mendidik secara bertahap hingga mencapai kedewasaannya.

Orang tua perlu menjalin hal yang positif dengan anak, dimana pendekatan kepada anak harus dilakukan secara baik. Menyuruh atau melakukan suatu tingkah laku perlu diberikan dengan ramah dan bersifat himbauan. Sehingga hubungan antara anak dan orang tua menjadi akrab. Larangan dan hal-hal yang tidak boleh disampaikan dengan alasan yang rasional dan logis sehingga dapat diterima dan dimengerti anak.

Oleh karenanya dengan cara bertahap pula anda mengajarkan dan memberikan contoh dalam pengasuhan dan pendidikan terhadap ananda dan kepada bundanya. Sehingga bunda bisa tersentuh dan menirukan apa yang anda lakukan tersebut terhadap ananda. Sambil tidak lupa anda pun menggantungkan harapan kepada Pemilik Hati, Allah Yang Maha Lathif. Semoga dengan demikian bunda lebih bijak dalam mengasuh ananda.

Pada dasarnya ada 3 (tiga) jenis dalam pola pengasuhan anak, yaitu :

  1. Otoriter (keras). Jenis pengasuhan ini sangat tegas dengan melibatkan bentuk aturan-aturan. Anak dibiasakan dengan pemberian hadiah dan hukuman. Masalah yang muncul dengan pengasuhan ini adalah anak akan mengharapkan hadiah atas kelakuan baiknya tersebut. Dan akan sangat menimbulkan ketakutan dan kemarahan yang berlebihan dengan hukuman keras yang diberikan.
  2. Permisif (lunak). Yaitu orang tua menggunakan cara ini dengan tidak memberikan batasan dan biasanya anak akan tumbuh tanpa arahan. Masalah yang akan muncul dengan cara ini adalah anak tidak peduli dengan tanggung jawab sosial dan akan mengalami kesulitan dalam bergaul.
  3. Moderat (otoritatif). Gaya pengasuhan ini didasari atas pengertian dan rasa hormat orang tua terhadap anaknya. Orang tua memberikan aturan yang sesuai dengan usia dan perkembangan anak. Orang tua yang fleksibel dan otoritatif mendorong anak untuk membicarakan masalah yang dihadapinya, memberikan penjelasan yang rasional dan masuk akal tentang peran anak di rumah.

Demikianlah, ayahanda dan bundalah yang bijak untuk menentukan pola pengasuhan seperti apa yang akan digunakan terhadap ananda. Allah SWT berfirman : "Dan orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya". (QS. Ath-Thur : 21).

Semoga kita dan keluarga muslim lainnya termasuk dalam golongan orang-orang yang beriman. Aamiin…..tetap semangat ya Pak…..

Wallahu a’lam bisshawab.

Namih AlFaisal, S. Pd.

Anak Luar Biasa Terbaru

blog comments powered by Disqus