Salah Pilih Genteng
Kamis, 3 Jan 08 06:48 WIB
Assalamu alaikum wr. Wb
Pak andan saya mau tanya, saya salah pilih genteng, saya buat kuda -kuda atap dengan kemiringan 12 derajat. Saya ingin ganti atap genteng yang khusus rancangan landai. Sebaiknya saya menggunakan genteng seperti apa?
Jika menggunakan asbes sepertinya kurang baik untuk kesehatan. Saya dengar ada material seperti asbes, tapi non asbes, mohon infonya.
Terima kasih atas tanggapannya.
Wassalaamu'alaikum wr wb
Denny
denny@eoj.ntt.net.id at eramuslim.com
Jawaban
Assalaamu'alaikum wr wb
Subuh kali ini sekitar jam 5.45. Malaysia berbeda 1 jam dari Indonesia. Diiringi rintik hujan membasahi rumput hijau di sekitar UTM (Universiti Teknologi Malaysia ) di Johor sini kami menyusuri jalan menuju 'Surau Kolej Perdana'. Sebuah musholla bagi asrama mahasiswa.
Hujan ini mengingatkan saya akan email tentang atap. Hingga selepas sholat subuh segara saya 'conect' internet yang memang bisa diakses secara gratis di kampus ini.
Secara kebetulan juga saya berjumpa dengan netters eramuslim.com di sini. Kami berkenalan. Pak Eri yang asli Bandung namun tinggal di Bekasi dan bekerja di BPPT sedang melakukan 'sambung belajar'. Istilah orang sini. Ternyata dunia kecil. Jauh-jauh ke Malaysia berkenalan pula dengan netters yang rumahnya agak berdekatan dengan saya. Sama-sama akan melakukan PILKADA di januari akhir ini. Kasus Pak Eri sama juga. Masalah atap yang landai.
Dan email yang saya jawab ini berasal dari Pak Denny. Atap landainya berasal dari kuda-kuda atap yang salah ukur. Ketinggiannya kurang. Hanya 12 derajat yang hanya cukup untuk kemiringan asbes. Karena jika menggunakan genteng maka air akan berbalik masuk ke dalam genteng jika terpukul hujan.
Sebenarnya tak ada masalah dengan asbes. Memang ia kurang sehat. Namun jika sudah ditutup oleh plafond dari bawahnya maka masalah ini akan hilang sama sekali. Panas dan efek asbes akan tertahan di dalam plafond.
Jika ingin perfect lagi asbes tersebut bisa dicat. Hingga tidak terlalu nampak seperti asbes. Apalagi cat genten banyak menawarkan warna menarik seperti genteng. Di antara warana cat genteng yang saya suka adalah merah tua atau merah bata dan coklat tua atau coklat kopi susu.
Namun jikapun ingin tetap menggunakan genteng maka harus menggunakan genteng yang bahannya berlapis semacam aspal. Lembar demi lembar nya semacam ditempel rapat di atas atap. Genteng aspal tersebut masih impor. Dan bentuk bahan atap seperti ini banyak digunakan di rumah-rumah tinggal di Amerika Serikat.
Dengan atap yang rapat tanpa celah ini tentu akan aman dari terpaan hujan. Apalagi bahan semacam aspal yang anti air. Akan membuat air langsung jatuh ke bawah.
Namun memang konsekuensinya atap ini mahal. Selain karena masih impor, ia juga perlu keahlian khusus dalam memasangya. Berbeda dengan genteng biasa yang disusun dalam deretan reng atau asbes yang bertumpu pada balok atau kaso melintang di atas atap.
Saran saya, jika memungkinkan ganti saja kuda-kuda yang salah tersebut. Diperbaiki kembali dengan kemiringan yang benar. 30 sampai 35 derajat. Anggap saja ongkos kesalahan lapangan yang harus dibayar. Toh tak harus semua dibuang. Hanya di 'servis' ulang istilah tukang bangunan. Kayu-kayu kuda-kuda lamanya tetap dipakai.
Sementara untuk kasus Pak Eri di Bekasi, yang sudah terlanjur memasang dengan genteng yang landai, tak ada pilihan lain selain menutup bagian bawahnya dengan plastik cor. Ini yang paling murah. Hingga air yang menetes dari balik bawah genteng itu akan ditahan dan dialirkan ke bawah oleh plastik tersebut.
Lapisi pula plafondnya dengan plastik cor tersebut. Hingga jika masih pula ada yang menetes ia akan tersimpan di dalam plafond. Dan akan mengering jika panas tiba.
Demikian tanggapan saya akan email dari Pak Denny. Semoga bermanfaat bagi kta semua. Dan untuk Pak Eri, semoga Phd nya dapat berjalan lancar. Hingga kelak dapat berbakti bagi bangsa, agama dan negara yang kita cintai. Pulang tidak hanya membawa gelar S3, namun juga membawa kerja nyata bagi kebangkitan umat.
Seiring dengan redanya hujan di kawasan perbukitan di daerah Skudai sini, kita akhiri dulu perjumpaan kita kali ini. Terima kasih atas perhatiannya pada situs yang sama-sama kita cintai ini. Doakan semoga eramuslim.com senantiasa dapat menyapa anda tiap hari.
Wallahu a'lam
Wassalaamu'alaikum wr wb
Ir. Andan Nadriasata - arsitek@eramuslim.com






