Rumah Mini 5 X 10, 5 M (Bagian 1 )
Minggu, 13 Jan 08 15:17 WIB
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.
Pak Andan di eramuslim.com yang di cintai Allah,
Saya mempunyai tanah dengan luas tanah nya 15 m x 10, 5 m dan rencananya ingin di jadikan 3 rumah dengan asumsi awal, lebar tanah yang 15m akan di bagi 3 sebagai bagian muka masing-masing rumah adalah 5 m x 10, 5 m.
Hanya untuk bagian depan disisakan 1, 5 m untuk halaman depan dan 0, 5 m bagian belakang untuk teras kecil. Rumah akan di naikkan 1 meter untuk menghindari banjir. Masing-Masing rumah terdiri dari 2 kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga, dapur dan kamar mandi.
Apakah saya bisa dibantu untuk dibuatkan gambar ketiga rumah ini? Apakah kira-kira perlu di buatkan teras samping untuk salah satu rumah yang berada di pinggir (hook) agar terlihat manis? Dan kira-kira berapa biaya yang di butuhkan hingga rumah itu selesai?
Demikian pertanyaan saya. Semoga Allah selalu menjaga kesehatan bapak dan keluarga. Amin.
Terima kasih sekali atas tanggapannya.
Wassalaamu'alaikum wr wb
Adi
Jawaban
Assalaamu'alaikum wr wb
Pak Adi yang dimuliakan Allah, semoga anda sekeluarga senantiasa dilimpahi kasih sayang dan cinta Allah. Semoga segenap netters yang ada juga demikian.
Terima kasih atas doanya. Karena saya memang sedang sakit. Sedang flu. Namun kata orang ini namanya malarindu. Sudah homesick. Kangen pada isteri tercinta. Celoteh anak-anak yang riang. Serta sapa ramah para tetangga dan jamaah masjid.
Semoga disain gambar saya kali ini dapat mengobati rindu kampung halaman. Karena merupakan tantangan bagi saya untuk menyelesaikan sebuah disain dengan lahan sempit. Dan hal ini tidak saya jumpai di sini. Dengan perekonomiannya yang makmur saya tak menemukan adanya rumah petak, rumah mungil atau kasus seperti Pak Adi ini.
Lahan yang ada harus dibagi 3 hingga ukurannya benar-benar mungil. Saya harus memasukkan seluruh aktivitas kegiatan rumah tangga secara normal.Mulai dari tidur, menerima tamu, memasak, menjemur hingga parkir sepeda motor atau sepeda anak-anak.
Mohon maaf Pak Adi. Saya tidak terlalu mengikuti standard Pak Adi. Agar tata nilai arsitektur dapat saya terapkan dengan leluasa. Hingga rumahnya kelak akan menjadi rumah mungil yang sehat dan nyaman. Walaupun terus terang saya cukup menemui kesulitan dalam mendisainnya.
Zone Plan
Inilah tantangannya. Dan inilah pula yang menjadi kesulitan terbesar. Baiklah, kita kupas satu persatu. Diawal saya harus memisahkan areal service di sebelah kanan dan publik sebelah kiri. Hingga terbentuk ruang tamu dan terasnya yang mungil (warna ungu ).
Service Area
Kemudian di sebelah kanan secara otomatis terbentuk sebuah area yang dapat digunakan oleh kegiatan service. Dengan dapur (warna orange ) di samping maka kita tak khawatir akan langsung nampak dari jalan saat memasak. Pintu dapur juga menyamping.
Bahkan dengan pola ini kita mendapatkan ruang cuci/jemur sekaligus tempat parkir motor jika taka ada kegiatan cuci/jemur (warna abu-abu ). Karena tempatnya di sebelah dapur maka mudah akses sirkulasinya. Juga terletak bak sampah (tanda silang ) di depan taman (hijau ).
Partisi
Setelah itu kita masuk ke ruang dalam. Karena posisi dapur agak menjorok ke dalam maka memungkinkan orang masuk ke ruang makan dan keluarga tanpa harus langsung ke ruang tamu. Hingga ruang tamu yang hanya tersekat partisi atau sketsel lipat cukup memiliki privasi.
Ruang Memanjang
Memang sengaja saya gabungkan memanjang antara ruang tamu, r makan dan r keluarga (warna kuning ). Karena tak ada pilihan lain. Dengan ini ia akan membuat lapang serta hemat sirkulasi. Tinggal privasinya saja yang di atur.
Ruang dan Taman
Untuk 2 buah ruang tidur (warna pink ) memang sengaja saya tempelkan di sisi kanan, agar sirkulasinya mudah dan peletakan furniturenya juga praktis. Dengan ini saya bisa meletakkan ruang keluarga yang berorientasi taman (warna hijau ).
Ruang tidur anak arah udaranya mengahadap ke taman di depan WC. Sementara ruang tidur utama arah udaranya menghadap ke taman di samping r. keluarga. Tak lupa saya selipkan pula km/wc di ruang tidur utama. Agar privasi lebih terjaga.
Anti Banjir
Untuk ketinggian bangunan saya sudah naikkan 1 meter. Hingga untuk naiknya kita perlu mendaki ram. Itu istilah arsitektur. Sebuah tanjakan atau jalan miring, hingga motor atau sepeda anak-anak juga mampu melaluinya. Tidak berupa tangga.
Nah, demikianlah disain saya kali ini. Semoga bermanfaat. Memang belum selesai. Karena masih ada 2 kapling lagi yang belum ada gambarnya. Untuk itu netters sekalian harap bersabar menanti tayangan edisi berikutnya.
Sebelum saya akhiri, saya sempat menemukan syair indah di tanah melayu sini. Nampaknya ini akan menjadi pelipur lara bagi kawan-kawan di UTM (Universiti Teknologi Malaysia ) yang jauh dari tanah air. Sungguh menggugah hati karena belum pernah saya temukan selama ini.
Pepohon cintaku kian merimbun..semakin dicantas* semakin bertunas..tidak mampu mendustai hatiku...rasa cinta fitrah manusia...
Siapalah aku menolak cinta...yang hadir di jiwa tanpa dipaksa...hidup ini tidak akan sempurna...tanpa cinta dari Tuhan Yang Esa...
Semoga kita sadar bahwa segenap kesusahan yang ada justru akan semakin menimbulkan rasa cinta yang menggunung pada Allah. Karena cinta adalah pengorbanan.
Semoga kita sadar pula siapa diri ini. Allah telah memberikan surat cintanya pada tiap lembar qur'an. Tiap malam Allah menyapa langit untuk mengajak sholat tahajjud. Panggilan cinta masuk ke sanubari 5 kali melalui adzan merdu sang muadzin. Allah mencintai kita. Bahkan cemburu pada kita. Cemburu? Ya, saat kita bermaksiat. Akankah kita menolak cinta Allah?
Saudaraku di manapun anda berada, mari kita bersatu padu mewujudkan cinta kasih Allah. Menggapai hakikat cinta yang abadi. Cinta pada Yang Maha Mencintai. Yang tak kan pernah pudar cintanya. Ialah, Allahu Robbi.
Wassalaamu'alaikum wr wb
Ir. Andan Nadriasta - arsitek@eramuslim.com
* dicantas = dahan atau ranting yang dipangkas, dipotong






