Rumah Mini 5 X 10, 5 M (Bagian 2 )
Rabu, 16 Jan 08 14:58 WIB
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.
Pak Andan di eramuslim.com yang di cintai Allah,
Saya mempunyai tanah dengan luas tanah nya 15 m x 10, 5 m dan rencananya ingin di jadikan 3 rumah dengan asumsi awal, lebar tanah yang 15m akan di bagi 3 sebagai bagian muka masing-masing rumah adalah 5 m x 10, 5 m.
Hanya untuk bagian depan disisakan 1, 5 m untuk halaman depan dan 0, 5 m bagian belakang untuk teras kecil. Rumah akan di naikkan 1 meter untuk menghindari banjir. Masing-Masing rumah terdiri dari 2 kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga, dapur dan kamar mandi.
Apakah saya bisa dibantu untuk dibuatkan gambar ketiga rumah ini? Apakah kira-kira perlu di buatkan teras samping untuk salah satu rumah yang berada di pinggir (hook) agar terlihat manis? Dan kira-kira berapa biaya yang di butuhkan hingga rumah itu selesai?
Demikian pertanyaan saya. Semoga Allah selalu menjaga kesehatan bapak dan keluarga. Amin.
Terima kasih sekali atas tanggapannya.
Wassalaamu'alaikum wr wb
Adi
Jawaban
Assalaamu'alaikum wr wb
Siang ini tanah Johor yang berudara pantai tersengat panas. Teringat masa remaja saya dulu di Balikpapan. Saat sekolah di SMPN 1 dan SMAN 1 di Gunung Pasir. Memancing ikan di dermaga kapal. Berenang di sela-sela batu karang. Hawa pantai memang khas. Kering dan panas. Namun mendadak bisa berubah sejuk dingin dan hujan.
Sehabis makan siang di Taman - U dan sholat zuhur saya kembali buka file pertanyaan. Ternyata pelayan restoran tersebut orang Indonesia. Orang Jawa. Memang orang Jawa ramai di sini. Bahkan Ras Melayu Johor sebagian besar merupakan turunan dari tanah Jawa. Mereka di sini sudah dari generasi ke 3 hingga ke 5. Tak heran nama mereka bercampur. Ada bernama Mardiyah, Samiran atau Ngatiman. Benar-benar nama Jawa.
Netters sekalian,
Saya tampilkan lagi pertanyaan Pak Adi. Karena memang saya ingin tampilkan gambar tahap berikutnya. rumah yang ada di kapling 2 dan 3. Hanya sayang saya tidak tahu, posisi yang berada di huk kapling no 1 atau no 3. Karena Pak Adi tidak memberikan infonya. Untuk itu jika salah, Pak Adi cukup menukar denahnya saja.
Tidak ada perbedaan disain. Karena dengan ini pembangunan akan murah. Dengan sistem rumah kopel atau rumah yang menyambung maka temboknya bisa digunakan bersama.
Pada rumah 1 dan 2 bisa kita lihat pola service yang saling menempel. Hingga sepertinya dari luar rumah mungil ini luas. Dengan ruang jemur yang saling bersebelahan. Maka seperti ada area terbuka yang didempetkan hingga nampak besar. Walaupun jika ingin nyaman atapnya harus diberi fiber. Hingga saat hujan tetap aman. Namun hal ini tetap tidak mengubah kesan ruang itu sebagai ruang terbuka.
Untuk rumah di ujung di kapling ke - 3, ruang jemurnya yang berada di ujung jalan. Pembatasnya bisa menggunakan bata roster yang berlubang. Hingga kesannya tidak kaku. Kemudian di depan ruang jemur bisa juga menggunakan kerei bambu. Hinggadengan konsep ini pakaian yang di jemur secara aurat tetap terjaga. Namun tetap tampil cantik dari segi disain.
Di atas dapur saya letakkan dak beton untuk tangki air. Hingga tandon air bisa diletakkan di atasnya. Selain akan membuat irit pemakaian listrik dan air, penampilannya juga menjadi menarik. Karena disainnya akan membentuk semacam 'tower' yang menjulang tinggi. Sebagai 'eye catching'.
Nah, selesai sudah seluruh tahap disain rumah mini ini. Selamat menikmati hasil coretan tangan ini. Semoga karya anak bangsa ini mampu menyelesaikan keterbatasan lahan yang ada. Dan semoga bermanfaat bagi netters sekalian. Mohon doakan kami semua selaku team eramuslim.com agar dapat terus bertahan di dunia maya ini. Menyiarkan dakwah dan kebajikan bagi segenap manusia.
Sampai jumpa di rubrik konsultasi berikutnya.
Wassalaamu'alaikum wr wb
Ir. Andan Nadriasta - arsitek@eramuslim.com
.jpg)






