Ir. Andan Nadriasta

Konsultasi Arsitektur

Konsultasi Arsitektur
bersama Ir. Andan Nadriasta

Kirim Pertanyaan

Renovasi Dapur

Senin, 11 Peb 08 11:38 WIB

Assalamualaikum wr.wb

Bapak Andan yang kami hormati,

Setiap hari saya membaca rubrik konsultasi arsitektur yang diasuh oleh Bapak Andan di eramuslim.com

Karena disetiap jawaban konsultasi terselip dakwah yang menyejukan hati, saya bangga kepada Bapak selain seorang arsitek yang cerdas dan menguasai segala bidang permasalahan juga seorang da'i yang tak kenal lelah menyampaikan ajaran Allah Swt.

Saya salut masih ada seorang arsitek yang memberikan ilmunya untuk orang-orang yang membutuhkan bimbingan dalam membangun rumah, semoga Bapak selalu semangat dan istiqomah dalam menyampaikan dakwah serta senantiasa selalu ada dalam lindungan Allah swt. Aamiin.

Bapak Andan yang saya banggakan, saya sudah lama mempunyai niat untuk merenovasi rumah namun terkendala dengan dana yang sangat terbatas. Maklum saya seorang PNS, dan rumah yang saya tempati adalah hasil angunan dari bank yang harus cicilselama 10 tahun.

Adapun permasalahnya sudah beberapa bulan saluran air tempat cuci piring mampet, saya telah berusaha semampu mungkin untuk mengatasinya namun akhirnya saya menyerah. Lalusaya berniat memindahkan dapur.

Kebetulan ada kelebihan tanah sekitar 54 m2, rencananya nanti akan dibangun 40 m2 untuk Dapur, ruang makan dan kamar tidur utama dan sisanya akan dijadikan sebagai taman dan resapan air, yang menjadi pertanyaan:

1.Rencana sayayang akan dibangun itu didak beton semua. Apakah lebih murah menggunakan mobil molen, atau dengan tenaga biasa yang dikerjakan tukang?

2. Isteri menginginkan dibangun dapur dulu. Sedangkan saya ingin semua tapi kasar tidak langsung bagus.Setelahada dana lagi baru dipoles sedikit demi sedikit.Mana yang lebih baik menurut pandangan Bapak?

Demikian pertanyaan saya, semoga bapak dapat membacanya diwaktu yang senggang dikala tidak ada pekerjaan. mudah - mudahan jawaban bapak dapat menjadi pencerahan bagi saya.

Wasalamualaikum wr wb

Rahmat

Jawaban

Assalaamu'alaikum wr wb

Saat ini saya sedang berada di Surabaya. Alhamdulillah berjumpa dengan netters eramuslim.com yang insya Allah akan membangun rumah. Semoga Pak Usman dapat segera merealisasikan mimpinya. Mewujudkan rumah Islami yang dapat digunakan untuk pengajian, menerima tamu dengan baik namun tidak bercampur dengan private, mencipatakan suasana private yang nyaman dan segala impian Pak Usman.

Terima kasih saya untuk Pak Usman yang telah mengajak berkeliling Surabaya yang kini telah hijau asri. Katanya sejak 2 tahun terakhir ini Surabaya sudah tak ada masalah banjir dan penghijauan lagi. Ternyata benar. Di sini nampak taman-taman kota tertata rapi. Bahkan hingga ke rumput dan tanaman-tanaman kecil di pinggir jalan. Subhanallah. Semoga Jakarta bisa mencontohnya.

Acungan jempol untuk dinas Tata Kota Surabaya. Dapat menciptakan kota besar ini menjadi indah. Berbeda saat sekitar 7 atau 8 tahun lalu saya ke sini. Semoga keadaan ini bisa berkesinambungan.

Kini ada email dari Pak Rahmat. Apa kabar Pak Rahmat sekeluarga? Semoga senantiasa dinaungi oleh limpahan rahmat dari Allah. Jangan berlebihan memuji kami. Usaha ini hanyalah setitik keringat di antara gegap gempitanya kebangkitan Islam. Contoh di antaranya adalah saat Masjid di kami kedatangan mengundang ustadz dari Irian. Ustadz-nya mengajarkan suku-suku pedalaman dengan mengajarkan mandi. Karena Islam cinta kebersihan. Dengan inilah sang ustadz meng-Islamkan orang. Hingga terkenal dengan slogan 'berdakwah dengan sabun'. Dan masih banyak kerja-kerja dakwah yang belum tersentuh. Semoga segenap lini kehidupan kita dapat terwarnai oleh nilai-nilai Islami.

Dua pertanyaan Pak Rahmat seputar prioritas pekerjaan. Kita harus memilih salah satunya yang tentu mengandung nilai positif dan negatif. Inilah yang selalu saya kedepankan. Karena hidup ini memang pilihan. Tak bisa kita ambil semua. Kecuali dengan resiko yang siap kita terima. tentu sesuai dengan kemampuan dan keadaan kita.

Yang pertama, mobil molen secara umum lebih mahal jika dibandingkan cor manual. Namun kita mendapatkan kualitas beton yang maksimal. Campurannya terukur dengan baik. Pengerjaannya mudah dan cepat. Tukang hanya membuat bekisting dan pembesiannya saja. Hingga biaya upah saat pengecoran bisa ditekan.

Namu kita perlu cek juga. Apakah mobil aduk (mobil molen ) dan mobil pompa yang besarnya seperti mobil truk tronton itu bisa masuk ke lokasi kita. Hal ini saat mempengaruhi kinerja. Belum lagi izin ke lingkungan. Karena pasti akan berisik dan mengganggu lalu lintas di depannya.

Jika luasan bangunan yang di cor itu besar maka sebaiknya menggunakan mobil molen. Namun jika tidak, tentu mobil molen itu punya minimum order. Biasanya antara 6 - 7 kubik per mobil. Silahkan di cek ke pengelola mobil molen tersebut.

Jadi jika kondisi lapangan itu sangat sempit tentu pilihannya hanya pengerjaan secara manual. diaduk di bawah dengan pacul biasa lalu dibawa ke atas dengan ember secara berantai. Atau bisa juga kita sewa molen kecil yang biasa diangkut dengan mobil kijak bak terbuka. Sewanya kira-kira 300 - 500 ribu per hari. Tergantung tempatnya. Dengan alat itu tukang tak perlu mengaduk campuran semen-pasir dan air.

Lalu yang kedua. Jika pilihannya jatuh pada membangun dapur dulu secara rapi maka kita mempunyai keuntungan dapur tersebut bisa langsung digunakan secara baik. Sudah bersih dan jadi. Karena konsentrasi dana fokus hanya ke situ saja.

Memang kelemahannya ruang lain kita tidak akan dapatkan. Namun ada keuntungan lainnya, yaitu pahala membahagiakan isteri. karena Suami yang biasanya jarang di rumah tentu jarang pula menggunakan dapur. Wajar saja jika isteri minta dapur diprioritaskan.

Jadi, lihatlah kebutuhan keluarga saat ini. Seberapa besar keperluan kita untuk membangun ruang lainnya itu.

Dan jika pilihan kita jatuh pada membangun seluruh ruangan tambahan yang lain dengan cara finishingnya di tunda agar hemat, tentu kita memiliki keuntungan ruang yang dieroleh akan jadi banyak. Tapi tentu tak bisa dipungkiri kesan bangunan belum jadi akan nampak. Kecuali memang kita senang dengan gaya natural yang minimalis. Seperti lantai diplester dan di aci halus saja tanpa keramik, dinding bata tedak diplester dengan nat-natnya yang rapi, ruangan tanpa plafond, saluran listrik outbow terbuka saja dengan pipa pralon, dan lain sebagainya.

Silahkan rembukan data-data saya ini. Karena rumah itu sebagian besarnya kan isteri yang memakai. Kata orang istilahnya suami itu hanya 'ngontrak'. Karena memang kesibukan mencari nafkah banyak menyita waktu. Dan memang itulah fitrahnya. Istana itu memang dibuat hanya untuk permaisuri. Dan anak-anaknya.

Selain itu rembukan juga menjadikan keputusan yang diambil menjadi berkah. karena melalui sistem syuro' atau musyawarah terlebih dahulu. Hingga anggota keluarga yang lain merasa dihormati.

Demikian Pak Rahmat dan netters sekalian. terima kasih atas perhatiannya kepada kami. doakan kami tetap eksis menjaga silaturahim dengan anda sekalian.

Dari Kota Pahlawan ini saya sampaikan salam hangat. Semoga semangat juang arek-arek Suroboyo yang menggemakan takbir saat mengusir penjajah dulu menjadi penyemangat bagi kita. Bahwa bangsa ini adalah bangsa yang kuat. bangsa yang besar dengan kekuatan yang dahsyat.

Sampai jumpa di rubrik konsultasi berikutnya. Akhirul kalam,

Wassalaamu'alaikum wr wb

Ir. Andan Nadriasta - arsitek@eramuslim.com

Konsultasi Sebelumnya

Arsip

Registrasi | Login

Kontak | Redaksi | Iklan | Lowongan
© 2000-2008 eramuslim.com