Ir. Andan Nadriasta

Konsultasi Arsitektur

Konsultasi Arsitektur
bersama Ir. Andan Nadriasta

Kirim Pertanyaan

Arsitek Pemula

Kamis, 27 Mar 08 22:30 WIB

Assalamualaikum wr.wb

Pak Andan di eramuslim.com

1) Pak, sebagai seorang arsitek pemula sebenarnya apa saja kendala yang akan dihadapi? Karena mengingat sarjana lulusan arsitek sekarang ini hanya lebih sering mendapat teori saja. Masalah pekerjaan lapangan/ prakteknya kami belum dapat betul menerapkannya. Saya merasa minder duluan jika seandainya akan bekerja di lapangan. Karena saya merasa ilmu yang saya dapat belum mumpuni.

2) Apakah dalam bekerja nantinya seorang harus mendapat sertifikat dari IAI? Karena sepengetahuan saya IAI merupakan organisasi induk dari profesi arsitektur. Misalnya saja kita hanya membangun rumah tinggal saja. Apakah sertifikat itu di perlukan?

Terimakasih atasperhatian bapak. terima kasih.

Wassalamu'alaikum wr wb

Ris Malang

Jawaban

Asslaamu'alaikum wr wb

Saudara Ris di Malang dan segenap netters eramuslim.com yang dirahmati Allah SWT. Di tengah malam ini saya menyapa anda semua. Walaupun kepenatan sepulang dari Solo masih terasa, namun saya masih punya tenaga dan semangat. Mungkin juga karena rasa bahagia setelah survey ke Pesantren Gontor Putri di Mantingan. Perbatasan Solo dengan Jawa Timur. Saya sangat berharap kelak putri tertua saya sekolah di sana. Mohon doa restu netters sekalian.

Arsitek pemula memang banyak menghadapi tantangan di negri kita ini. Banyak sekali hal yang harus dihadapinya. Mungkin lebih baik saya coba uraikan satu persatu.

1. Pemahaman Teknis Bangunan yang kurang. Hal ini biasanya disebabkan ketidak sinambungan sistem pendidikan. Saya dulu lulusan SMA (sekarang SMU ) menyesal kenapa tidak memilih STM. Karena jelas saya khawatir, citra STM yang sering berantem membuat saya enggan sekolah di sana.

Hingga saya harus bersusah payah mengejar ketertinggalan ilmu bangunan saya. Sementara kawan-kwan yang berasal dari STM bangunan dengan mudahnya menyerap dan mengerjakan tugas-tugas dari dosen.

Selain itu, materi yang diberikan di kampus juga terlalu teoritis. Hingga saya berkesimpulan, jika di kampus tersebut ada kelas yang mayoritas isinya adalah oarang-orang yang bekerja di luar sambil kuliah, maka dijamin biasanya lebih hidup. Lebih luas wawasannya. Lebih paham akan lapangan.

2. Citra Arsitek di masyarakat adalah mahal. Sering saya ungkapkan di sini. Jika orang ke dokter, tidak punya uang dipaksakan untuk membayar jasa dan onat dokter. Sementara orang ke arsitek, walaupun sudah punya alokasi dana, masih saja terasa berat membayar fee disain.

Padahal sebaliknya. Dengan disain yang terukur dan terencana, maka alokasi dana yang ada akan optimum. Kalau pun ada kesalahan-kesalahan di lapangan, yang sering terjadi arsitek yang disalahkan. Dengan arsitek saja masih terjadi kesalahan di lapangan, apalagi tidak ada guidance dari arsitek yang merencanakan dan mengatur proyek.

Hingga saingan saya biasanya tukang atau mandor. Karena klien saya kebanyakan adalah rumah tinggal. Bukan berarti kasta. Tapi ada bagiannya. Arsitek bukan mandor atau tukang. Arsitek adalah perencana yang membawahi mandor dan tukang. Jika owner inginnya hanya jasa tukang saja, berarti ia tidak perlu sentuhan disain arsitek.

3. Kiblat Ilmu arsitektur kita adalah barat. Hal ini sedikit banyak menghambat arsitek pemula. Sementara market awal arsitek adalah rumah tinggal. Di mana tempat kita tinggal adalah tropis. Karena kiblatnya barat juga, maka ketajaman ilmu akan arsitektur Islam di mana ia merupakan agama mayoritas di sini menjadi kurang.

Namun kita masih lebih baik dalam hal ini. Malaysia yang juga mayoritas muslim sangat prihatin bila melihat rumah tinggal mereka. Jauh dari nilai-nilai Islami. dengan pinntu rumah di depan hanya 1, tempat jemuran yang terlihat umum, tidak ada batasan antara ruang tamu dan r keluarga dan lain-lain kasus. Hal ini lebih dikarenakan orang yang terjun di dunia ini tidak memahami arsitektur Islam. Padahal komunitas masyarakatnya muslim.

Paling tidak menurut pandangan saya 3 hal ini yang paling berpengaruh. Mungkin ada lagi yang lain. Karena saya juga masih arsitek muda yang baru belajar berkarya.

Nah, saran saya untuk anda sederhana dan klise sebenarnya: 'Jangan Patah Semangat Dalam Berjuang '. Mungkin anda belum kepepet seperti teman-teman TKI yang merantau ke luar negri. Walaupun beresiko digebukin, mengeluarkan uang cukup banyak hingga ancaman maut sekalipun. Tak ada pilihan. Karena di kampung mereka keadaannya lebih susah.

Keadaan ini yang membuat beberapa dari mereka menjadi 'Jutawan Senyap'. Sebuah buku tentang keberhasilan beberapa TKI di Malaysia yang dikarang oleh Chef Lee. Karena hidup susah di kampung maka mereka berusaha keras di negri jiran. Dan ini diamati oleh seorang enterpreneur Malaysia.

Jadi dengan komitmen yang bagus anda akan berhasil. Dan tentu sertifikasi dari IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) sangat diperlukan. Selain menjadi legalisasi, ia juga akan menambah ilmu dan wawasan anda.

Kumpulkan uanganda agar bisa mengurus sertifikasi ini. Karena tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Juga pengorbanan waktu untuk mengikuti proseduralnya.

Jika anak macan dibesarkan di kandang kambing, kelak ia akan mengembik. Didiklah anak macan itu menjadi macan sejati dengan cara memasukkannya ke belantara rimba raya yang keras penuh tantangan. Dan jika anda arsitek tidak mau bersusah payah berjuang meraih ilmu dan wawasan, tentu bagai pungguk merindukan bulan.

Mario Botta sang arsitek besar harus ikut dulu dengan seniornya. Bahkan Frank O Gehry berani bereksperimen dengan gaya deconstruction yang akhirnya diminati di dunia barat. Tidak ada yang simsalabim. Semuanya perlu proses.

Selamat berjuang saudaraku. Masyarakat masih membutuhkan banyak jasa para arsitek. Dan selamat malam saya ucapkan untuk rekan-rekan semua. Semoga malam ini kita dapat beristirahat dengan tenang. Semoga pula Allah membangunkan kita untuk sholat tahajjud. Dan memberi kekuatan bagi mata dan tubuh kita untuk qiyamul lail.

Akhirul kalam,

Wassalaamu'alaikum wr wb

Ir. Andan Nadriasta - arsitek@eramuslim.com

Konsultasi Sebelumnya

Arsip

Registrasi | Login

Kontak | Redaksi | Iklan
© 2000-2008 eramuslim.com