Kampus Universitas Islam
Kamis, 3 Apr 08 14:00 WIB
Assalamualaikum Wr. Wb, Pak Andan di eramuslim.com,
Mohon kiranya bapak bisa membantu. Saya mahasiswi Teknik Arsitektur Sriwijaya. Sekarang saya lagi Tugas Akhir dengan judul Perencanaan dan Perancangan Kampus Universitas Islam OKI Di Kayuagung.
Kampus tersebut memiliki 4 Fakultas dan 7 Program Studi. Rencananya saya akan membuat ruang kuliah bersama, gedung rektorat, gedung dekanat, masjid, auditorium, gedung lembaga kegiatan mahasiswa & perpustakaan.
Yang ingin saya tanyakan adalah:
1. Standar apa saja yang harus dimiliki sebuah Universitas Islam apa saja (misal kebutuhan & luasan ruang, karakter & tampilan bangunan, dll)
2. Dalam Tugas Akhir saya tersebut ingin mengambil konsep Arsitektur Islam, seperti apa aplikasinya terhadap bangunan yang akan saya buat tersebut?
3. Bisakah Bapak memberikan gambaran sebuah kampus Universitas Islam seperti apa?
Terima kasih sebelumnya. Sudi kiranya bapak bisa membantu saya lebih jauh demi lancarnya Tugas Akhir saya tersebut.
Wasalamualaikum Wr. Wb.
Imoet
Jawaban
Assalaamu'alaikum wr wb
Wong kito galo di Palembang dan netters sekalian, semoga anda semua dalam keadaan sehat wal afiat. Saya pernah tinggal di daerah sana. Mulai dari Plaju (Palembang), Prabumulih hingga Pendopo yang ada di pedalaman Sumatera Selatan. Semoga Visit Year Sum-Sel kali ini berjaya. Semegah bilboard di Sukarno-Hatta yang indah dengan siluet Jembatan Ampera yang menyebrangi Laut * Musi.
Budak lanang **dan budak betino-nya yang kental dengan nuansa Islam. Semoga remaja putra-putri Palembang kini masih tetap menjaga tradisi tersebut. Tidak terbawa arus zaman yang sekuler. Hingga benar-benar cocok dengan kampus Islam rancangan Mbak Imoet ini.
Saya coba jawab satu persatu pertanyaan yang masuk.
1. Standar apa saja yang harus dimiliki sebuah Universitas Islam apa saja?(misal: kebutuhan & luasan ruang, karakter & tampilan bangunan, dll )
Secara umum tak ada yang berbeda dengan bangunan lain. Semua sama. Mulai dari standard parkir, ketinggian plafond, dan sebagainya. Islam tidak picik dan sempit. Karena banyak orang berpikir Islam itu hanya urusan sholat, zakat dan seputar tentang itu. Padahal nabi memerintahkan belajar memanah dan berenang yang jelas-jelas tidak ada sungai dan laut di Mekah dan Madinah. Nabi mengajarkan romantisme bercinta dengan bujuk rayu manisnya pada Aisyah sang humaira. Kasihan orang-orang sekuler yang berpikir kerdil. Mereka seperti katak dalam tempurung. Yang kuper dari gemerlap keindahan ajaran Islam.
Mbak Imoet tinggal menambahkan sesuatu yang tidak dibahas secara mendetail oleh bangunan lain. Dan standard itu kita yang membuat sendiri. Dan ini yang akan memberikan nilai tambah. Seperti standard jarak kran wudhu, pola arah wudhu laki-laki dan wanita, Ruang pertemuan khusus muslimah yang akan membahas fiqh wanita, Toko khusus underwear wanita yang dijaga oleh perempuan, Mimbar podium yang membuat si pembicara atau khotib yang menampakkan seluruh tubuhnya hingga tidak tenggelam oleh disain mimbar itu sendiri, dan masih banyak hal lain yang anda harus kritisi dan gali sendiri.
2. Dalam Tugas Akhir saya tersebut ingin mengambil konsep Arsitektur Islam, seperti apa aplikasinya terhadap bangunan yang akan saya buat tersebut?
Sederhananya anda tinggal memperhatikan pola disain bangunan yang selama ini ada, lalu koreksi ia sesuai dengan tata cara Islami. Misal koridor kelas yang sempit diperluas agar kemungkinan persinggungan wanita dan laki-laki kecil, kamar mandi wanita yang searah dengan pria dijauhkan untuk mengantisipasi kejahatan seksual, Tangga yang tidak memungkinkan underwear wanita dapat dilihat oleh orang di bawahnya, dan lain sebagainya.
Jadi tidak harus melulu bentuk lengkung dan kubah yang menjadi fokus kita. Karena itu hanya ornamen. Dan ia hanya bagian kecil dari disain. Karena disain sesungguhnya ada di denah dan apa-apa saja yang saya sebutkan tadi.
3. Bisakah Bapak memberikan gambaran sebuah kampus Universitas Islam seperti apa?
Pengalaman akan berbicara dalam hal ini. Dan ia harus dirasakan sendiri. Tak kan mampu kita merasakan betapa indahnya buaian bayu lembut di atas terasering sawah tawamangu dengan hamparan padi hijau yang bergoyang dingin bak zikir jamaah subuh tanpa kita datang ke Solo. Megahnya kubah dan lengkung ala Al-hambra Granada disertai pola parkir mengalun seakan iringan mesra pengantin baru yang mampu menatap kemegahan kampus Universitas Islam Antar Bangsa Malaysia tanpa kita hadir ke Kuala Lumpur.
Untuk itu cobalah datang ke tempat terdekat yang tidak memerlukan ongkos yang besar. Lihat beberapa kampus Islam yang ada. Atau kampus umum di kota Pempek. Dengan itu Mbak Imoet akan merasakan alunan dan denyut nadi aktivitas bangunan tersebut. Rasakan dan nikmati kegiatannya. Lalu sederhana saja, koreksi dan buatlah catatan kaki yang tidak akan anda ulangi pada disain impian anda.
Ingat. Fitrah Allah itu mengikuti fitrah manusia. Jadi bila ada bangunan yang mampu mengadaptasi segenap aktivitas manusia, dalam hal ini yang sesuai dengan syariat Islam, maka jadilah ia bangunan Islami.
Netters sekalian, di sinilah uniknya ajaran Islam. Kita disuruh menggali segenap kandungan kemuliaan ajaran Islam. Antum a'lamu umurid dunyakum. Engkau lebih mengetahui urusan duniamu. Demikian pesan nabi Muhammad yang akhir-akhir ini sering dilecehkan orang Denmark dan Belanda. Kasihan. Mereka tidak tahu betapa manisnya senyuman Muhammad. Betapa sabarnya ia tidur di depan pintu hanya karena setelah mengetuk pintu 3 kali Aisyah sang isteri tercinta tak bangun jua.
Kita para arsitek tentu lebih mengetahui tentang dunianya hingga terwujud keindahan bangunan Islam. Untuk alasan mulia ini lah kita diciptakan. Kalau bukan karena alasan ini tentu sudah malas rasanya hidup di dunia yang penuh tipu daya ini. Namun karena kita penduduk dunia yang harus bercakap-cakap dengan penduduk dunia maka kita harus menggali ilmu dunia ini. Hingga dengan bahasa langit kelak kita akan mampu bercakap-cakap dengan Allah. Bahwa tugas sebagai khalifah fil ardh telai ditunaikan. Dan ini lah makna ayat Wa ma kholaqtul jinna wal insa illa liya' budun. Dan tidaklah diciptakan jin dan manusia kecuali beribadah pada-Nya.
Wallahu a'lam bish showab. Hanya Allah yang menguasai segalanya. Selamat menjalani kehidupan dunia. Semoga kita selamat dan mampu mengarunginya dengan penuh ketaatan. Sebagaimana taatnya matahari menghangatkan bumi setiap harinya. Dan setianya embun pagi membasahi tanah gersang.
Akhirul kalam,
Wassalaamu'alaikum wr wb
Ir. Andan Nadriasta - arsitek@eramuslim.com
* Orang Palembang menyebut sungai dengan istilah laut (mungkin karena Sungai Musi Demikian besar dan lebarnya, seperti laut )
** Terjadi percampuran bahasa Jawa dan Melayu. Budak atau anak-anak sama dengan rumpun bahasa Riau dan Malaysia. Lanang atau anak laki-laki berasal dari Bahasa Jawa.




