Ir. Andan Nadriasta

Konsultasi Arsitektur

Konsultasi Arsitektur
bersama Ir. Andan Nadriasta

Kirim Pertanyaan

Kamar Mandi Menghadap Ruang Tamu

Sabtu, 12 Apr 08 16:26 WIB

Assalamu'alaikum wr wb

Pak Andan, saya mau bertanya apakah pintu kamar mandi menghadap ruang tamu itu baik atau tidak? Dan bagaimana cara mensiasatinya agar tidak terlihat dari ruang tamu.

Terimakasih atas bantuan-nya.

Wassalaamu'alaikum wr wb

Devi

Jawaban

Assalaamu'alaikum wr wb

Hari ini sholat Jum'at di Masjid Al-- Falah cukup meriah. Alhamdulillah lingkungan Perumahan Jati Agung dan sekitar sini cukup baik silaturahim antar warga dan jamaah masjid. Kemeriahan terasa karena sebentar lagi kami akan memilih gubernur Jawa Barat yang baru. Pondok Gede termasuk Bekasi. Jadi walaupun jauh dari Bandung, te sawios wios. Semangat PILGUB tetap terasa. Tidak apa-apa. Jauh di mata dekat di hati.

Ditambah lagi selesai Jum'atan ada lontong sayur. Biasanya ada saja warga yang membawa makanan untuk dimakan bersama. Hade pisan euy. Indahnya jalinan ukhuwah ini. Indahnya kebersamaan dalam kebaikan. Semoga jalinan ukhuwah netters eramuslim dan kami di sini juga tetap terjaga dengan baik.

Email kali ini dari Ibu Devi. Yang keadaannya sering kita alami. Apalagi jika rumah tersebut rumah standard dari perumahan. Umumnya kamar mandi itu dekat dengan ruang tamu. Bahkan ia bisa dilihat dari berbagai ruang. Karena memang letaknya umumnya di tengah.

Secara etika memang kurang pas. Karena bisa dibayangkan, jangankan orang yang keluar dari kamar mandi dalam keadaan basah-basah. Aktivitas gebyuran dari dalam saja sudah membuat sang tamu tidak nyaman. Apalagi kalau mandinya sambil nyanyi. Tambah seru.

Keadaan ini terjadi karena pola pembangunan rumah masal yang kurang memperhatikan nilai arsitektural. Yang parahnya lagi, disain tersebut tidak dipersiapkan untuk pengembangan. Hingga saat kita ingin merombak rumah sendiri, tak ada panduan yang baik dan benar. Arsitek yang disuruh merehab rumah tersebut juga bingung. Karena memang disain awalnya tidak mengakomodir konsep rumah tumbuh. Walhasil akan terjadi bongkar sana sini yang tentu makan biaya.

Namun dalam setiap disain pasti ada positif dan negatifnya. Memang untuk kasus Bu Devi kali ini negatifnya lebih banyak. Karena jelas-jelas WC tersebut menghadap ke ruang tamu. Nah, sisi positifnya adalah sang tamu akan sangat mudah mengaksesnya. Jika ada tamu yang kebelet pipis atau sekedar ke kamar mandi ia akan mudah menjangkaunya tanpa harus masuk ke dalam rumah lebih jauh lagi.

Hal ini akan sangat menguntungkan lagi bilamana ada acara kumpul-kumpul. Mulai dari pengajian, arisan hingga rapat RT/RW di rumah. Karena area service ini mudah sekali dijangkau oleh mereka.

Namun masalahnya, tentu tidak setiap saat rumah kita kedatangan tamu. Apalagi rapat RT/RW atau arisan. Paling sebulan sekali. Itu juga sudah bagus. Atau jika Ibu Devi tokoh masyarakat setempat mungkin bisa seminggu sekali. Namun tetap saja judulnya sebagian besar rumah itu yang menggunakan adalah penghuninya.

Cara yang paling mahal tentu memindahkan arah bukaan pintu hingga tidak menghadap ke ruang tamu. Atau bahkan WC nya yang di gusur ke belakang agar lebih privasi.

Yang paling murah adalah dengan menggunakan sketsel atau partisi. Modelnya ada yang bisa dilipat atau statis. Letakkan ia di depan kamar mandi atau di samping pintu WC yang mengarah ke ruang tamu.

Agar tidak kaku bisa juga kita meletakkan pot tanaman hingga nampak hijau segar dan asri. Hal ini justru membuat daya tarik tersendiri. Istilahnya eye catching. Ada suatu fokus perhatian yang unik dan segar.

Ide ini juga digunakan di rumah sakit MMC di Kuningan-Jakarta. Saya sering perhatikan hal ini jika membawa anak saya periksa ke sana. Kebetulan Om saya Prof. Dr. Nartono Kadri praktek di sana. Jadi sering mampir dan hafal pola disain kamar mandinya yang cantik. Berada di jalur lalu lintas utama namun dibatasi oleh semacam partisi atau tembok cantik. Hingga pintu WC dan wastafelnya tidak langsung nampak dari lalu lalang orang. Lalu orang masuk melalui sisi kiri atau kanan tembok itu. Sederhana namun fungsional dan praktis.

Nah, cukup praktis dan mudah bukan? Semoga ide ini akan membantu kita menyelesaikan masalah yang ada. Dan semoga rumah Ibu Devi menjadi tambah segar dan asri dan olahan disain yang baik. Innallaha Jaamil wa yuhibbu jamil. Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.

Demikian saja perjumpaan kita. Saya akan bersiap-siap untuk bermain tenis lapangan dengan teman-teman dari Islamic Centre IQRO' - Pondok Gede. Sekedar refreshing melepas kepenatan kerja. Agar tidak jenuh hari-hari yang dilalui. Juga untuk menambah kebugaran fisik. Karena aktivis dakwah juga harus menjaga stamina.

Salam dari kami semua di sini. Semoga dakwah Islamiyah di layar maya ini tetap eksis. Mencerahkan khazanah keilmuan umat Islam. Menjawab tuduhan sinis orang-orang yang belum tahu akan kemuliaan Islam. Dan menyebarkan cinta kasih ukhuwah Islamiyah yang tak mengenal ras, rumpun dan warna kulit.

Wassalaamu'alaikum wr wb

Ir. Andan Nadriasta - arsitek@eramuslim.com

Konsultasi Sebelumnya

Arsip

Registrasi | Login

Kontak | Redaksi | Iklan
© 2000-2008 eramuslim.com