Ir. Andan Nadriasta

Konsultasi Arsitektur

Konsultasi Arsitektur
bersama Ir. Andan Nadriasta

Kirim Pertanyaan

Kredit Rumah BTN atau Buat Rumah di Kampung?

Kamis, 24 Apr 08 18:06 WIB

Assalamualaikum wr wb.

Pak Andan di eramuslim.com

Alhamdulillah saya bisa mengirim pertanyaan ini. Sudah 1 bulan ini saya coba ternyata tidak bisa. Alhamdulillah kali ini bisa. Pak Andan, namasaya Siti, 23 tahun. Asli Jawa dan sekarang tinggal di Jakarta. Saya dan suami kerja di Perguruan Tinggi swasta di Jakarta sini, dan suami saya meminta saya untuk mengambil Rumah BTN di Bekasi.

Permasalahannya, uang yang ada dikantong cuma 5 juta rupiah.Sangat sedikit sekali. Sementaradi kampung kami sudahmencicilbatu bata sejumlah 10.000 buah.

Saya bingung. Pilih mengambil Rumah BTN atau buat rumah dikampung?Ukuran tanah dikampung cuma seluas 155 m 2. Sangat kecil. Bagaimana solusinya?

Terima kasih atas jawaban Pak Andan.

Wassalamu'alaikum wr wb

Siti

Jawaban

Assalaamu'alaikum wr wb

Ibu Siti yang saya hormati. Mohon maaf jika beberapa kali kirim pertanyaan gagal. Mungkin hal yang serupa terjadi pada netters eramuslim yang lain. Kami mohon maaf atas keterbatasan kami. Mungkin juga karena banyak yang masuk hingga kami harus lebih mampu membuat sistem yang baik.

Permasalahan ibu adalah permasalah kaum urban. Kaum perkotaan yang hijrah dan bermigrasi mengais rejeki di kota metropolitan ini. Dengan perputaran ekonomi yang cepat dan tinggi membuat Jakarta menjadi daya tarik utama.

Dalam hal ini saya lebih cenderung kepada keluarga. Sebagian besar keluarga inginnya seperti apa. Karena kita tak mungkin hidup sendiri. Inilah yang disebut musyawarah yang menghasilkan kata mufakat. Ditimbang plus minusnya. Dan tentu setiap keluarga akan berbeda suara. Ini pula yang disebut sebagai muyul atau kecenderungan. Masing-masing keluarga memandang dari titik yang berbeda.

Dan pandangan saya sebagai berikut: Sebagai kaum urban tentu akan menghabiskan usia produktifnya di Jakarta sini kira-kira 30 an tahun. Dengan usia ibu yang 23 maka kira-kira nanti masa pensiun di usia 50 an akan memakan waktu kurang lebih 30 tahun.

Nah, pada masa itu sebaiknya ibu memiliki rumah yang dekat dengan tempat kerja. Paling tidak di daerah perbatasan Jakarta. Jadi istilahnya Timur Jakarta. Begitu kami menyebut Bekasi. Seperti saya yang tinggal di Pondok Gede. Walaupun menyebrang sedikit saja ke kalimalang sudah masuk Jakarta Timur, tetap saja kami warga Bekasi. Warga Jawa Barat yang baru saja ikut PILGUB.

Sabar saja sedikit. Tabungan 5 juta itu insya Allah akan berkembang jika kita menjalani kehidupan dengan penuh keberkahan. Dan bila masanya tiba, ibu bisa mengajukan KPR ke Bank untuk mengambil rumah di daerah Bekasi. Tidak harus rumah baru. Rumah bekas tapi baik dan cantik juga menarik. Bahkan harganya lebih murah. Asal sabar mencarinya.

Memang bata 10 ribu buah itu cukup untuk membangun rumah BTN T.36 yang berkamar tidur 2 buah. Dan tanah itu lumayan luas jika dibandingkan dengan tanah di Jakarta atau Bekasi. Tanah di rumah saya saja hanya 104 m2. Jadi tinggal bagaimana kita mensyukurinya saja. Masih banyak saudara-saudara kita seiman-seakidah yang tinggal di kolong jembatan. 100 juta bangsa Indonesia makan nasi aking. Nasi sisa yang sebenarnya tidak layak dimakan. Dan kita alhamdulillah masih ada pekerjaan dan sedikit tabungan. Alhamdulillah wa syukurillah. Seperti lagunya Opick.

Tanah dan bata di kampung di jadikan invetasi saja. Untuk hari tua nanti. Jadi jika memang berniat pulang kampung kelak sudah ada tanah. Tidak perlu mencari lagi. Dan bata itu bisa ditutupi dengan plastik agar tidak rusak. Atau di infakkan ke Masjid jika ingin tambah berkah hartanya.

Demikian solusi saya. Bisa cocok bisa tidak. Ibu sholat istikhoroh agar diberikan pilihan yang terbaik. Dan sekarang saatnya sholat maghrib. Mari kita sholat maghrib berjamaah. Agar hidup ini menjadi lebih berkualitas dan lebih baik dari hari kemarin.

Wassalaamu'alaikum wr wb

Ir. Andan Nadriasta - arsitek@eramuslim.com

Konsultasi Sebelumnya

Arsip

Registrasi | Login

Kontak | Redaksi | Iklan
© 2000-2008 eramuslim.com