Ingin Menanam Pohon Mangga, Takut Merusak Tembok
Senin, 2 Jun 08 16:51 WIB
Assalamu'alaikum wr. wb.
Begini Pak Andan, sudah sejak lama saya ingin sekali menanam pohon mangga di depan rumah supaya adem jika musim panas tiba, namun saya khawatir akar pohon tersebut nantinya akan merusak tembok ataupun tandon bawah tanah. Menurut bapak berapa jarak aman minimal antara pohon dan tembok/tandon.
Terima kasih banyak atas perhatiannya. Syukron wa Jazakallah.
Wassalamu'alaikum wr. wb.
Heri Setyadi
heristar at eramuslim.com
Jawaban
Assalaamu'alaikum wr wb
Netters eramuslim.com yang saya hormati, mohon maaf jika up date terakhir agak lambat. Karena ruang kerja kami sedang di renovasi hingga agak mengganggu produktivitas dan optimalisasi kerja.
Pertanyaan kali ini dari Pak Heri pernah saya alami di rumah orang tua saya sendiri. Berdasarkan pengalaman itu maka saran saya pohon mangga tersebut ditanam dengan akar yang cukup dalam. Sekitar 1 hingga 2 meter. Hingga kelak ia berkembang di bawah pondasi.
Namun harus juga diperhatikan akar yang timbul di dekat muka tanah. Untuk akar ini cukup kita potong jika sudah mulai besar dan mengganggu. Hingga tak sampai merusak keadaan sekitarnya.
Ada juga dengan cara yang seperti tetangga saya lakukan. Ia menanam pohon mangga tersebut di dalam pot besar atau drum yang biasa digunakan untuk minyak tanah. Dipotong setengahnya hingga tinggi drum itu hanya sekitar 50 atau 75 cm saja.
Dengan cara ini pohon mangga agak menjadi bosai. Walaupun pohon mangga tersebut tetap membesar. Namun ia tetap di dalam tong itu saja. Tentu tetap dengan cara mengatur akar-akar yang sudah mulai merusak.
Memang pada akhirnya jika tong tersebut sudah tidak tahan lagi, si akar akan menembus ke tanah. Nah, jika sudah demikian, pengawasan akar tersebut harus semakin ketat.
Memang mangga adalah pohon tradsional yang sangat enak buahnya. Hampir seluruh rumah-rumah orang dulu ada pohon mangganya. Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai salah beli.
Mangga yang favorite menurut saya mangga gedong dan mangga manalagi. Jika ingin aman, cangkok saja dari pohon yang sudah pernah berbuah. Jadi kita memang benar-benar tahu, jenis mangganya dan rasa buahnya. Tidak tertukar.
Dengan cangkok juga membuat pohon tersebut tidak terlalu besar. Asal di rawat dengan baik saja hingga bisa tetap bertahan hidup sampai berbuah dan benar-benar tumbuh dan berkembang di rumah kita.
Nah, demikian tips singkat saya. Semoga bermanfaat dan berguna bagi kita semua. Salam buat keluarga Pak Heri di rumah. Kami doakan agar rumah Pak Heri tambah adem. Adem lahir bathin.
Doakan kami juga agar bisa tetap eksis. Dan terakhir kami baru saja dapat amanah baru. Dengan lahirnya putri ke - 4. Semoga dengan lahirnya cahaya hati ini semakin menambah semarak dakwah dan semangat kerja.
Akhirul kalam,
Wassalaamu'alaikum wr wb
Ir. Andan Nadriasta - arsitek@eramuslim.com






